Emiten DRMA Ekspansi Bisnis Fast Charging Station Kendaraan Listrik

PT Dharma Polimetal Tbk (DRMA) optimistis capai target penjualan Rp 6 triliun.

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 17 Februari 2026, 08:47 WIB
PT Dharma Polimetal Tbk (DRMA) mengembangkan infrastruktur fast charging station untuk kendaraan listrik. (Foto: Dharma Polimetal)

Liputan6.com, Jakarta - PT Dharma Polimetal Tbk (DRMA) mengembangkan infrastruktur fast charging station untuk kendaraan listrik dengan tingkat kandungan lokal yang tinggi. Hal ini juga sebagai langkah untuk mengurangi ketergantungan impor.

"Langkah ini merupakan wujud dari dukungan kami terhadap kebijakan pemerintah untuk mendorong peningkatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) kendaran listrik serta mengurangi ketergantungan impor,” ujar Presiden Direktur Dharma Polimetal Irianto Santoso dikutip dari keterangan resmi, Selasa (17/2/2026).

Pengembangan fast charging station dengan tingkat kandungan lokal yang tinggi merupakan bagian dari strategi DRMA untuk memperkuat ekosistem kendaraan listrik nasional. Diharapkan, hadirnya fast charging station lokal ini dapat meningkatkan aksesibilitas, efisiensi waktu pengisian daya, serta kenyamanan pengguna kendaraan listrik roda dua.

Terkait pengembangan infrastruktur fast charging station lokal tersebut, pada ajang IIMS (Indonesia International Motor Show) 2026 ini DRMA  menghadirkan Battery Energy Storage System yang terintegrasi dengan charging station buatan Perseroan.

Di sisi lain, Perseroan juga terus mengeluarkan inisiatif untuk mendorong percepatan konversi kendaraan roda dua dari mesin pembakaran internal (ICE) ke kendaraan listrik (EV) yang sesuai dengan karakteristik pasar otomotif Indonesia.

Perseroan menyediakan layanan konversi kendaraan roda dua ICE menjadi EV sebagai salah satu segmen dalam ekosistem terintegrasi Dharma Connect, DC Cross.

Perseroan menyatakan, inisiatif-inisiatif tersebut sejalan dengan agenda pemerintah dalam menurunkan emisi karbon, mempercepat adopsi kendaraan listrik, serta membangun ekosistem EV yang berkelanjutan di Indonesia.

Berkat konsistensi dalam inovasi dan diversifikasi yang telah dijalankan, DRMA berada dalam posisi yang sangat kuat untuk merealisasikan peluang pertumbuhan pada 2025. Dengan tren positif yang ada, Perseroan tetap optimistis dan yakin target penjualan sebesar Rp 6 triliun untuk periode tersebut akan dicapai sepenuhnya.

"Peluang pertumbuhan ini akan didorong oleh stabilitas di segmen roda dua dan roda empat, serta kontribusi dari lini bisnis kendaraan listrik (EV) dan sektor non- otomotif yang kian ekspansif,” ujar Irianto.

DRMA Optimistis Capai Target 2025, Fokus Inovasi dan Diversifikasi untuk Perluas Pasar

Pekerja memeriksa produk dan kualitas komponen otomotif di pabrik PT Dharma Polimetal (Dharma Group), kawasan Delta Silicon, Cikarang, Jawa Barat. Perusahaan manufaktur Triputra Group menargetkan penjualan hingga 38.81 % atau senilai Rp 3,08 triliun pada 2021. (Liputan6.com/HO/Dharma)

Sebelumnya, PT Dharma Polimetal Tbk (DRMA), emiten manufaktur komponen otomotif, menyampaikan komitmennya untuk menjaga tren pertumbuhan yang telah terlihat hingga kuartal ketiga tahun ini. Perseroan menargetkan penjualan Rp 6 triliun pada 2025, dengan mempertahankan konsistensi kinerja yang sudah tercapai.

Selama Januari–September tahun ini, penjualan perusahaan tumbuh 9,20% YoY menjadi Rp 4,39 triliun. Laba bersih juga naik 1,69% YoY menjadi Rp 428,11 miliar. Segmen roda dua (2W) masih menjadi penopang utama, dengan kontribusi Rp 2,72 triliun atau 62% dari total penjualan konsolidasi. Pertumbuhan tersebut turut dipengaruhi oleh berbagai langkah inovasi yang dijalankan untuk mempertahankan pangsa pasar.

President Direktur Dharma Polimetal, Irianto Santoso mengatakan di tengah kondisi industri yang menantang, capaian tersebut disebut sebagai hasil dari strategi pertumbuhan berkelanjutan yang menempatkan inovasi sebagai elemen penting dalam pengembangan usaha.

Selama 2025, perusahaan menjalankan strategi inovasi melalui pertumbuhan organik, meliputi diversifikasi produk serta efisiensi proses produksi. Dalam upaya diversifikasi, DRMA memperkuat ekosistem kendaraan listrik lewat unit Dharma Connect (DC) serta meluncurkan sejumlah produk baru, seperti Aki Lithium 12V 6Ah, 12V 3,5Ah, dan Battery Energy Storage System (BESS).

 

 

DRMA Menerapkan Otomatisasi

Pekerja memeriksa kualitas komponen otomotif di pabrik PT Dharma Polimetal (Dharma Group), kawasan Delta Silicon, Cikarang. Perusahaan manufaktur komponen otomotif optimistis perpanjangan PPnBM dan tren penjualan kendaraan roda empat (4 wheeler/4W) yang mulai positif. (Liputan6.com/HO/Dharma)

Untuk meningkatkan efisiensi manufaktur, Perseroan menerapkan otomatisasi pada beberapa fasilitas produksi. Langkah ini bertujuan memperbaiki produktivitas, kualitas produk, dan efektivitas rantai pasok.

Dengan strategi tersebut, kinerja DRMA tercatat tetap positif sepanjang tahun. Ke depan, perusahaan berencana menggabungkan pertumbuhan organik dan anorganik guna memperkuat pencapaian jangka panjang. Salah satu rencana yang sedang diproses adalah akuisisi PT Mah Sing Indonesia (MSI), perusahaan manufaktur plastik.

“Saat ini kami berada pada tahap awal penyelesaian dokumen dan proses hukum terkait akuisisi PT MSI,” ujar Irianto dalam keterangan resmi, Kamis (20/11/2025).

PT MSI merupakan anak usaha Mah Sing Group Berhad asal Malaysia, yang memiliki beragam portofolio di sektor properti, industri plastik, dan manufaktur. Jika akuisisi terealisasi, langkah tersebut diharapkan memperkuat posisi DRMA pada industri komponen plastik untuk kendaraan roda empat (4W).

“Akuisisi ini juga sejalan dengan strategi inovasi perusahaan dalam meningkatkan diversifikasi dan ekspansi bisnis,” ujar Irianto.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya