Liputan6.com, Kyiv - Seorang mantan menteri energi Ukraina ditahan aparat penegak hukum saat diduga mencoba meninggalkan negara tersebut. Penahanan ini terjadi di tengah penyelidikan dugaan skandal korupsi senilai USD 100 juta yang menyeret sejumlah pejabat tinggi pemerintahan.
Biro Anti Korupsi Nasional Ukraina (National Anti-Corruption Bureau of Ukraine/NABU) pada Minggu (15/2/2026) seperti dikutip dari laporan BBC menyatakan bahwa detektifnya telah menahan seorang mantan menteri energi sebagai bagian dari penyidikan kasus yang dikenal sebagai Operasi Midas.
Advertisement
Dalam pernyataannya, NABU tidak menyebutkan nama yang bersangkutan. Namun, sejumlah media Ukraina terkemuka mengidentifikasinya sebagai German Galushchenko.
Menurut laporan Radio Free Europe, penahanan dilakukan ketika Galushchenko berada di dalam kereta yang hendak meninggalkan Ukraina. Tujuan perjalanannya belum diketahui. Ia kemudian dilaporkan dibawa ke Kyiv untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut, setelah petugas penjaga perbatasan sebelumnya diminta untuk memberi tahu pihak berwenang apabila ia berupaya keluar dari negara itu.
Galushchenko sebelumnya menjabat sebagai menteri energi selama tiga tahun. Ia sempat pula menduduki posisi menteri kehakiman sebelum diminta mengundurkan diri oleh Presiden Volodymyr Zelenskyy pada November tahun lalu, setelah namanya disebut dalam skandal ini. Penggantinya di Kementerian Energi, Svitlana Hrynchuk, turut mengundurkan diri karena terseret dalam perkara yang sama.
Operasi Midas merupakan hasil penyelidikan selama 15 bulan yang dilakukan NABU bersama Kantor Kejaksaan Khusus Anti Korupsi (Specialised Anti-Corruption Prosecutor's Office/SAP). Dalam kasus ini, sejumlah pihak dituduh mengatur skema penggelapan dana di sektor energi Ukraina, termasuk di perusahaan operator nuklir nasional Energoatom.
Galushchenko diduga secara sistematis menerima komisi ilegal atau "kickback" dari kontraktor yang bekerja untuk Energoatom, dengan nilai antara 10 persen hingga 15 persen dari total kontrak.
Lembaga anti korupsi menyatakan bahwa dana hasil skema tersebut kemudian dicuci melalui berbagai mekanisme untuk menyamarkan asal-usulnya. Foto-foto tas berisi uang tunai telah dipublikasikan sebagai bagian dari pengungkapan kasus.
Menurut penyelidik, dana tersebut selanjutnya ditransfer ke luar Ukraina, termasuk ke Rusia.
Sebelumnya, Galushchenko menyatakan akan membela diri terhadap seluruh tuduhan yang dialamatkan kepadanya.
Tekanan Politik Meningkat
Selain Galushchenko, sejumlah tokoh lain turut terseret dalam penyidikan.
Mantan Wakil Perdana Menteri Oleksiy Chernyshov ditangkap pada November atas dugaan memiliki harta kekayaan yang tidak dapat dijelaskan asal-usulnya secara sah, setelah sebelumnya didakwa melakukan penyalahgunaan jabatan. Sementara itu, pengusaha Timur Mindich, yang merupakan salah satu pemilik (co-owner) studio televisi Kvartal95—perusahaan yang sebelumnya dimiliki Presiden Zelenskyy—dilaporkan telah meninggalkan Ukraina setelah ditetapkan sebagai tersangka.
Kasus ini memicu kemarahan publik, terutama karena dugaan pengayaan diri terjadi di sektor energi pada saat Rusia meningkatkan serangan terhadap infrastruktur energi Ukraina menjelang musim dingin ekstrem.
Skandal ini memberikan tekanan politik terhadap pemerintahan Presiden Zelenskyy. Ia terpilih sebelum invasi besar-besaran Rusia pada 2022 dengan janji memberantas korupsi. Kepala staf presiden, Andriy Yermak—yang selama ini dikenal sebagai penasihat terdekat Zelenskyy selama masa perang—mengundurkan diri setelah rumahnya digeledah. Meski demikian, baik Zelenskyy maupun Yermak tidak dituduh melakukan pelanggaran.
Dampak politik dari kasus ini turut meningkatkan tekanan dari Amerika Serikat agar Ukraina menyelenggarakan pemilu. Pemilu di negara tersebut ditangguhkan sejak dimulainya perang pada 2022 sesuai dengan ketentuan dalam konstitusi Ukraina.
Ukraina, yang merupakan bekas anggota Uni Soviet, telah lama menghadapi persoalan korupsi. Hal itu terjadi meskipun NABU dan SAP telah beroperasi selama satu dekade. Upaya pemberantasan korupsi dipandang sebagai salah satu syarat penting bagi Ukraina dalam proses menuju keanggotaan Uni Eropa.
NABU menyatakan akan menyampaikan pembaruan lebih lanjut mengenai perkembangan penahanan tersebut pada waktunya.