Google Rilis Android 17 Beta 1 dengan Pembaruan Kamera dan Media, Ini Detailnya

Google rilis Android 17 Beta 1 dengan fokus privasi, keamanan, dan performa. Hadir Canary Channel, UI adaptif layar besar, serta peningkatan kamera dan media.

oleh Fathia KappariniDiterbitkan 18 Februari 2026, 14:00 WIB
Android 17 (sumber: Android Central)

Liputan6.com, Jakarta - Google resmi merilis beta Android 17 Beta 1, menegaskan komitmennya dalam upaya meningkatkan privasi, keamanan, serta performa platform.

Versi beta 1 ini menghadirkan sejumlah perubahan penting, termasuk peningkatan cara aplikasi beradaptasi dengan perangkat layar besar, pembaruan linimasa rilis bagi pengembang, serta kehadiran berbagai alat baru untuk mengoptimalkan kinerja kamera dan media.

Pergeseran dalam Strategi Rilis: Canary Channel

Salah satu perubahan penting dalam siklus pengembangan Android 17 yaitu transisi dari model “Pratinjau Pengembang” tradisional ke program “Android Canary” yang bersifat berkelanjutan.

Pendekatan ini dirancang untuk menyederhanakan proses umpan balik antara Google dan komunitas developer.

Android Canary menawarkan tiga perbedaan utama dari model sebelumnya:

  • Akses Lebih cepat: Fitur dan Antarmuka Pemrograman Aplikasi (API) akan dirilis ke Canary secepatnya setelah melewati tahap pengujian internal. Hal ini memungkinkan pengembang mengakses inovasi terbaru lebih awal, tanpa harus menghilangkan siklus rilis triwulan seperti pada model sebelumnya.
  • Stabilitas: Pengujian awal canary ditujukan untuk menghasilkan pengalaman beta yang lebih stabil. Dengan pendekatan ini, API dan perilaku sistem sudah mendekati versi final, sehingga pengembang dapat menyesuaikan aplikasi dengan optimal sebelum Android dirilis secara luas.
  •  Integrasi: Canary mendukung pembaruan Over-the-Air (OTA), sehingga pengembang tidak perlu untuk melakukan instalasi atau flashing perangkat secara manual. Selain itu, Canary lebih mudah terintegrasi dengan alur kerja Continuous Integration (CI), sehingga proses pengujian aplikasi dapat dilakukan secara otomatis dan berkelanjutan.

Jadwal Rilis Android 17

Melansir FoneArena, Rabu (18/2/2026), Google menjadwalkan peluncuran final Android 17 pada bulan ketiga 2026. Saat ini, fase beta telah dimulai pada Februari, dengan target pengembangan mencapai tonggak “Stabilitas Platform” pada Maret.

Pada tahap ini, antarmuka pemrograman aplikasi (API), SDK/NDK, serta perilaku sistem akan disempurnakan, sehingga pengembang memiliki waktu beberapa bulan untuk melakukan pengujian sebelum rilis resmi.

UI Adaptif: Pengubahan Ukuran Wajib untuk Layar Besar

Google menetapkan persyaratan yang lebih ketat bagi aplikasi yang berjalan di perangkat layar besar, yakni perangkat dengan lebar terkecil lebih dari 600 dp. Kebijakan ini mencakup tablet, ponsel lipat, hingga perangkat dengan lingkungan jendela desktop.

Sebelumnya, pengembang masih dapat memilih untuk tidak mengikuti sejumlah batasan terkait orientasi layar dan pengubahan ukuran aplikasi. Namun, dengan menargetkan SDK 37, opsi tersebut akan dihapus. Artinya, aplikasi wajib mendukung tampilan lanskap dan potret, serta mampu beradaptasi dengan jendela yang dapat diubah ukurannya.

Pengoptimalan Performa dan Runtime

Google menghadirkan sejumlah pembaruan tingkat rendah pada Android 17 untuk meningkatkan efisiensi aplikasi dan menjaga kinerja sistem tetap optimal.

Salah satunya, yaitu penggunaan android.os.MessageQueue tanpa kunci untuk aplikasi yang menargetkan SDK 37 ke atas, yang bertujuan mengurangi frame terlewat, meski berpotensi memengaruhi aplikasi saat mengakses field privat melalui refleksi.

Selain itu, Android Runtime (ART) kini menggunakan sistem pengumpulan sampah generasional pada pengumpul Concurrent Mark-Compact, sehingga objek “generasi muda” dapat dibersihkan lebih sering dan hemat biaya, sekaligus menekan penggunaan CPU.

Sistem juga memperketat aturan dengan melarang modifikasi bidang static final lewat refleksi atau JNI karena dapat memicu pengecualian atau crash, guna mendukung optimasi kinerja lebih agresif.

Tak hanya itu, ProfilingManager turut diperbarui dengan pemicu baru seperti Cold Start, Out of Memory (OOM), dan penggunaan CPU berlebihan untuk membantu proses debugging aplikasi secara lebih efektif.

Kamampuan Media dan Kamera

Google menghadirkan sejumlah peningkatan pada Android 17 yang membawa fitur tingkat lanjut pada aplikasi kamera dan media, sekaligus menyederhanakan implementasi bagi pengembang.

Salah satunya, sesi kamera kini lebih fleksibel melalui metode baru yang memungkinkan aplikasi menambah atau melepas output secara dinamis, sehingga perpindahan mode seperti foto ke video bisa berlangsung lebih mulus tanpa jeda konfigurasi ulang.

Selain itu, pengembang dapat mengakses metadata dari semua kamera fisik yang aktif dalam satu kamera. Android 17 juga menambahkan dukungan standar kompresi video Versatile Video Coding (VVC) pada perangkat yang kompatibel, serta fitur perekaman dengan kualitas konstan agar kontrol kualitas video lebih optimal dibanding pengaturan bitrate standar.

Infografis Tekno Google Twitter revisi

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya