Liputan6.com, London - Di tengah dinamika politik yang kerap bergejolak, sosok paling stabil di pemerintahan Inggris justru seekor kucing bernama Larry.
Pada Minggu (15/2/2026), Larry merayakan 15 tahun pengabdiannya sebagai penangkap tikus resmi pemerintah Inggris di 10 Downing Street, London, kantor sekaligus kediaman resmi perdana menteri Inggris. Sejak mulai bertugas pada 15 Februari 2011, ia telah "melayani" enam perdana menteri yang datang dan pergi silih berganti.
Advertisement
Larry diadopsi dari Battersea Dogs and Cats Home di London oleh perdana menteri saat itu, David Cameron. Sejak resmi menghuni Downing Street, ia menyandang gelar Chief Mouser to the Cabinet Office atau Kepala Penangkap Tikus untuk Kantor Kabinet.
Menurut profil di situs resmi pemerintah Inggris, tugas Larry meliputi menyambut tamu, memeriksa sistem keamanan, serta "menguji" furnitur antik untuk memastikan kenyamanannya sebagai tempat tidur siang.
Philip Howell, profesor Universitas Cambridge yang meneliti sejarah hubungan manusia dan hewan, menilai popularitas Larry kemungkinan melampaui para pemimpin politik.
"Persetujuan publik terhadap Larry si kucing akan sangat tinggi," ujarnya seperti dikutip dari laporan Associated Press. "Dan para perdana menteri cenderung tidak mencapai angka itu. Ia melambangkan stabilitas dan itu sangat berharga."
Selama bertahun-tahun, Larry telah bertemu banyak pemimpin dunia yang berkunjung ke Downing Street. Ia pernah menunjukkan sikap ramah kepada mantan Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama dan sempat membuat Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy tersenyum saat berkunjung ke London.
Ketika Presiden AS Donald Trump datang pada 2019, Larry muncul dalam sesi foto resmi di depan pintu Downing Street, lalu tertidur di bawah "The Beast", mobil lapis baja presiden AS.
Larry Si Cuek
Kemampuan Larry dalam menangkap tikus kerap menjadi perdebatan. Ia pernah tertangkap kamera menangkap beberapa tikus dan bahkan seekor merpati, meski burung itu berhasil lolos. Seorang fotografer lepas, Justin Ng, mengatakan Larry lebih dikenal karena sikap santainya.
"Ia bukan kucing yang suka berkelahi. Ia sangat piawai bermalas-malasan dan bersikap cuek," tutur Ng.
Selama bertugas, Larry pernah berbagi lingkungan dengan hewan peliharaan milik sejumlah perdana menteri, termasuk anjing Jack Russell campuran bernama Dilyn milik Boris Johnson dan anjing Labrador bernama Nova milik Rishi Sunak. Kini, ia dipisahkan dari dua kucing keluarga perdana menteri saat ini, Keir Starmer, yakni JoJo dan Prince. Kedua kucing tersebut tinggal di area keluarga pribadi, sementara Larry menguasai area kerja Downing Street.
Larry juga pernah berseteru dengan Palmerston, kucing yang bertugas di kantor Kementerian Luar Negeri Inggris di seberang jalan. Keduanya beberapa kali tertangkap kamera berkelahi sebelum Palmerston pensiun pada 2020. Palmerston dilaporkan mati bulan ini di Bermuda.
Kini, di usia 18 atau 19 tahun, Larry memang sudah melambat. Namun, ia tetap berpatroli di wilayahnya dan sering terlihat tidur di tepian jendela.
Howell menilai Larry telah menjadi simbol "soft power" Inggris dalam wujud seekor kucing. Ia menyebut akan menjadi langkah berisiko secara politik bagi perdana menteri mana pun yang mencoba menyingkirkannya.
"Perdana menteri yang membenci kucing, itu menurut saya adalah bunuh diri secara politik," katanya.
Menurut Howell, daya tarik Larry justru terletak pada sifatnya yang tidak bisa sepenuhnya diatur. Ia tidak berpihak secara politik, tetapi bisa menyukai seseorang dan tidak menyukai yang lain, serta tidak selalu mau berpose sesuai keinginan. Sifat itulah yang, menurutnya, membuat Larry semakin disukai masyarakat Inggris.