Liputan6.com, Jakarta - PT Vale Indonesia Tbk (INCO) sebagai anggota holding Industri Pertambangan Indonesia (MIND ID), melalui Indonesia Growth Project (IGP) Morowali sukses mencatatkan produksi dan penjualan mencapai 2,2 juta ton ore di awal 2026.
Direktur dan Chief Project Officer PT Vale Indonesia Muhammad Asril menyampaikan, capaian tersebut merupakan hasil kerja kolektif seluruh elemen perusahaan dan dukungan para pemangku kepentingan.
Advertisement
Di tengah tantangan cuaca, dinamika pasar yang fluktuatif, hingga peningkatan standar kepatuhan dan tata kelola lingkungan, PT Vale IGP Morowali mampu menjaga ritme produksi dan pengiriman sesuai target yang telah ditetapkan.
"Capaian 2,2 juta ton penjualan ore pada awal tahun ini adalah buah dari kolaborasi dan komitmen bersama. Saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh karyawan, mitra kerja, kontraktor, pemerintah, serta seluruh stakeholder yang telah memberikan dukungan penuh sehingga operasional dapat berjalan dengan baik di tengah berbagai tantangan," ujar Asril, Sabtu (14/2/2026).
Menurut dia, keberhasilan ini tidak hanya berbicara tentang angka produksi dan penjualan, namun juga tentang konsistensi dalam menjalankan prinsip pertambangan yang bertanggung jawab.
Hingga akhir Januari 2026, telah dilakukan hydroseeding seluas 16 hektare, pemasangan pengendalian erosi di Mine Haul Road, dan fasilitas nursery berkapasitas awal 400 ribu bibit per tahun untuk mendukung reklamasi pasca tambang.
Head of Mine Operation Bahodopi PT Vale Indonesia Wafir menambahkan, pencapaian awal tahun ini menjadi bukti kesiapan proyek dalam menjaga stabilitas operasional jangka panjang.
"Keberhasilan ini merupakan hasil penguatan sistem operasional, perencanaan tambang yang terintegrasi, dan koordinasi yang solid antara tim proyek dan operasional. Kami terus meningkatkan efisiensi, pengendalian risiko, serta implementasi standar keselamatan dan lingkungan yang ketat untuk memastikan keberlanjutan proyek ke depan," ungkapnya.
Tantangan Industri Jadi Momentum
Ia menekankan bahwa tantangan industri pada awal 2026 justru menjadi momentum bagi perusahaan untuk memperkuat ketangguhan organisasi.
"Industri ini sangat dinamis. Karena itu, kami terus beradaptasi, memperkuat kolaborasi internal, dan menjaga komunikasi terbuka dengan seluruh pemangku kepentingan. Kami optimistis kinerja positif ini dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan," imbuhnya.
Dalam menghadapi persaingan industri nikel yang semakin ketat, perusahaan terus memperkuat manajemen operasional berbasis efisiensi dan inovasi. Optimalisasi perencanaan tambang, peningkatan produktivitas alat, serta penguatan manajemen risiko menjadi langkah penting untuk memastikan kelangsungan kinerja.
Dukungan Pemerintah Pusat dan Daerah
Dukungan pemerintah daerah maupun pusat juga dinilai menjadi faktor penting dalam menciptakan iklim usaha yang kondusif. Tidak hanya dalam perizinan dan regulasi, tetapi juga dalam upaya bersama mendorong pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Wafir menekankan, capaian 2,2 juta ton ore pada produksi dan penjualan ini menjadi fondasi kuat bagi target kinerja perusahaan sepanjang 2026.
"Dengan perencanaan yang matang dan disiplin eksekusi, PT Vale IGP Morowali menargetkan pertumbuhan yang seimbang antara produktivitas dan tanggung jawab lingkungan," pungkasnya.