Liputan6.com, Jakarta - Menjelang datangnya bulan suci Ramadan 1447 H, ribuan warga Kota Medan tumpah ruah ke jalanan untuk merayakan tradisi tahunan pawai obor, Sabtu (14/2/2026) malam.
Cahaya kuning kemerahan dari ribuan batang bambu yang menyala tampak memadati kawasan ikonik Masjid Raya Al-Mashun, menciptakan pemandangan sinematik di jantung kota.
Advertisement
Sejak usai salat Isya, massa mulai memadati Jalan Masjid Raya, Kecamatan Medan Maimun. Antusiasme warga terlihat luar biasa, membentang dari arah Jalan Brigjen Katamso hingga Jalan Sisingamangaraja.
Tak hanya didominasi oleh kaum muda, orang tua hingga anak-anak tampak bersuka cita mengikuti longmarch sambil melantunkan selawat.
Koordinator Lapangan Pawai, Taufik Ismail, mengungkapkan bahwa partisipasi masyarakat tahun ini mengalami lonjakan signifikan dibanding tahun sebelumnya.
"Untuk tahun ini, antusiasme warga cukup meningkat. Tercatat ada sekitar 97 kelompok masyarakat yang ikut serta, dengan total peserta diperkirakan menembus lebih dari tujuh ribu orang," ujar Taufik di sela-sela kegiatan.
Membawa Misi Kemanusiaan: Lekas Pulih Sumatera
Ada yang berbeda pada pelaksanaan tahun ini. Di tengah kemeriahan menyambut bulan suci, peserta pawai juga membawa pesan solidaritas melalui tema "Lekas Pulih Sumatera".
Tema ini diangkat sebagai bentuk empati dan doa bersama bagi sejumlah daerah di Sumatera yang baru-baru ini dilanda musibah bencana alam yang mengakibatkan kerusakan infrastruktur dan kerugian material bagi warga.
Nara, salah satu warga yang ikut dalam iring-iringan, mengaku terharu dengan suasana tahun ini.
"Sangat senang bisa berpartisipasi lagi. Harapannya, semoga puasa tahun ini kita semua diberi keberkahan, dan saudara-saudara kita yang tertimpa musibah di Sumatera segera bangkit," tuturnya.
Bulan Ramadan 1447 H sendiri diprediksi akan jatuh pada hari Rabu atau Kamis mendatang.
Tradisi pawai obor ini pun menjadi simbol kesiapan batin umat Muslim Medan dalam menyambut bulan penuh ampunan tersebut dengan semangat kebersamaan.