Liputan6.com, Jakarta - Sepak bola bisa menjadi alat perdamaian. Hal ini juga digaungkan oleh Perkumpulan Sepakbola Uni Papua (Uni Papua FC). Pada tanggal 13-15 Februari 2026, Uni Papua FC menjadi bagian dari Mae Sariang Friendship tour berlokasi di Mae Sariang, perbatasan antara Thailand dan Myanmar.
Uni Papua FC mengirimkan 3 pelatih utamanya, yaitu Frans Gasper Paraibabo Pelatih kepala Uni Papua FC, yang saat ini berlisensi AFC B, Willy Gultom berlisensi PSSI C dan Pelatih Utama Perempuan sekaligus Sekertaris Umum Uni Papua FC yaitu ‘Bunda’ Hirma Sjarif yang dikenal luas di kalangan aktivis Pembinaan sepakbola usia dini dan pemulihan cedera atlet.
Advertisement
Harry Widjaja, sebagai CEO menyatakan bahwa Uni Papua FC menerima undangan dari Dr Joe Manickam, Founder Arelti, NGO berbasis di Kansas, Amerika Serikat, untuk bergabung memberikan pelatihan, training dan berbagi pengalaman untuk guru-guru sekolah, pelatih sepakbola, dan murid-murid sekolah dasar, menengah hingga penggiat sepak bola di perbatasan tersebut.
“Komitmen Uni Papua FC pada gerakan Sepak bola Perdamaian telah mendapatkan perhatian dari beberapa organisasi di dunia, kami mengirimkan 3 pelatih terbaik untuk mengajarkan materi pelatihan tentang resolusi konflik, pengembangan komunitas, toleransi, pembentukan karakter dengan bermain sepakbola,” ujar Harry Widjaja.
Kegiatan yang mengusung tema: One Game, One Community, One Shared Future, diikuti oleh 7 organisasi lainnya, antara lain: Polisi Perbatasan dan Imigrasi Thailand, Midian Leadership, Arelti dan organisasi lokal Thailand lainnya. Kegiatan ini diikuti lebih dari 300 orang yaitu para murid sekolah, guru-guru, pelatih olahraga dan juga para pendidik setempat.
Kepedulian dan Persaudaraan
Kegiatan ini adalah wujud dari rasa persaudaraan dan kepedulian dari Uni Papua FC untuk turut menyemai benih damai untuk menciptakan perdamaian, kontribusi secara langsung dengan interaksi antar organisasi beberapa negara ini merupakan bagian penting dari ‘Sports Diplomacy”.
“Uni Papua FC sudah terlibat kerjasama dengan Kementrian Luar Negeri sejak 2017 melalui kegiatan Diplomasi Publik Festival Football for Peace international di Jakarta yang diikuti perwakilan 24 negara di Indonesia,” kata Dr. Abdurrahman M. Fachir sebagai Pembina Uni Papua FC.
Sementara itu, Dr Joe Manickam mengapresiasi Uni Papua. “Terima kasih banyak, Pak, sudah berbagi tentang tim Anda kepada kami. Mereka tampil sangat baik.Paparan mereka mengenai pekerjaan Uni Papua sangat menginspirasi para pemimpin di sini,” katanya.