Menkeu Purbaya Sebut Prabowo Putar Balik Ekonomi jadi Lebih Baik

Selain pertumbuhan ekonomi, Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa menuturkan, pertumbuhan surplus signifikan di tengah ketidakpastian ekonomi global.

oleh Immanuel ChristianDiterbitkan 13 Februari 2026, 20:24 WIB
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sardewa (Menkeu Purbaya) menilai kepemimpinan Prabowo Subianto sebagai Republik Indonesia telah memutar balik arah ekonomi dalam negeri menjadi lebih baik.(Liputan6.com/Tira)

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sardewa (Menkeu Purbaya) menilai kepemimpinan Prabowo Subianto sebagai Republik Indonesia telah memutar balik arah ekonomi dalam negeri menjadi lebih baik. Ia pun berkaca pada waktu silam kala kuartal I sampai III di mana ekonomi dalam negeri tergoncang. 

Saat itu, purchasing managers index atau PMI sempat negatif dengan nilai kontraksi di bawah 50. Maka tidak heran, ketika bulan Juni sampai September, turun ke level yang rendah. Grafik yang ia tampilkan menunjukan ekonomi belum baik, anggaran belum cair, dan demo besar-besaran.

“Tapi dengan langkah kebijakan yang pas yang dipimpin oleh Bapak Presiden, kita berhasil membalik arah ekonomi. Contohnya apa? dia naik, konsumsi naik, penjualan juga meningkat,” ujar dia dalam paparan di Indonesia Economic Outlook 2026, di Wisma Danantara, Jumat (13/2/2026).

"Akibatnya ekonomi betul-betul membaik dan masyarakat merasakan ada perbaikan ekonomi. Sehingga kepercayaan kepada pemerintah meningkat dengan pesat di bulan Oktober, November, Desember, Januari terus sedikit. Sekarang di Januari di 117,” imbuhnya.

Kini, kata Purbaya, ekonomi Indonesia pada 2025 tumbuh 5,11%, kemudian membaik dalam kuartal demi kuartal dari 4,87% pada kuartal pertama hingga 5,39% di kuartal terakhir.

Surplus perdagangan berlanjut 68 bulan berturut-turut, menunjukan Indonesia masih mempunyai daya saing yang cukup di pasar global. Surplus ini, kata dia, mencapai USD 41 miliar pada  2025, tumbuh 31% dibanding 2024. 

"Ini pertumbuhan yang signifikan sekali di tengah katanya ketidakpastian ekonomi global,” ujar dia.

 

Stabilitas Nilai Tukar

Petugas menghitung uang rupiah di penukaran uang di Jakarta, Senin (9/11/2020). Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS bergerak menguat pada perdagangan di awal pekan ini Salah satu sentimen pendorong penguatan rupiah kali ini adalah kemenangan Joe Biden atas Donald Trump. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Ia menegaskan, stabilitas dari sisi nilai tukar konsisten dijaga, dengan berkolaborasi dengan bank sentral sehingga buffer cadangan devisa memadai. Belum lagi, investor asing di portfolio masih menjadi penopang pasar modal dalam negeri. 

Dia menuturkan, pasar keuangan menghadapi tantangan, tetapi pemerintah terus berkomitmen untuk terus benar mengelola fisikal dengan disiplin dan berkolaborasi dengan semua pihak. Sektor real menunjukkan perbaikan yang kuat pada akhir 2025 dan memasuki 2026.

"Saya buktikan bahwa dengan kebijakan yang pas, daya beli bisa didorong ke atas. Jadi Anda (peserta) jangan khawatir prospek ekonomi ke depan akan lebih baik lagi. Karena kami (Indonesia) tahu bagaimana mengendalikan, tanpa menciptakan inflasi yang berlebihan,” ujar dia.

 

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2025

Permukiman kumuh diantara gedung pencakar langit di kawasan Petamburan, Jakarta, (11/7). Pertumbuhan ekonomi yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir, namum masih banyak ketimpangan yang terjadi. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang 2025 atau full year mencapai 5,11%. Pertumbuhan ekonomi Indonesia tersebut melenceng dari prediksi Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa.

Sebelumnya, Menkeu Purbaya memprediksi pertumbuhan ekonomi sepanjang 2025 di kisaran 5,2%. Namun, nyatanya di bawah prediksinya.

"Secara kumulatif ekonomi Indonesia sepanjang tahun 2025 tumbuh sebesar 5,11%," ujar Kepala Badan Pusat Statistik Amalia Adininggar Widyasanti, dalam konferensi pers BPS, Kamis (5/2/2026).

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya