Menkeu Purbaya Yakin Pertumbuhan Ekonomi 6%, Keluar dari Kutukan 5%

Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa menuturkan, pertumbuhan ekonomi Indonesia 6% merupakan momentum pemulihan ekonomi.

oleh Gagas Yoga PratomoDiterbitkan 13 Februari 2026, 20:00 WIB
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa (Menkeu Purbaya)memasang target pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa melampaui 6 persen pada 2026. (Foto: Liputan6.com/Arief RH)

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa (Menkeu Purbaya) memasang target pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa melampaui 6 persen pada 2026. Sasaran pertumbuhan ekonomi ini berada di atas asumsi dalam APBN yang ditetapkan sebesar 5,4 persen. 

Ia menilai capaian tersebut menjadi langkah untuk keluar dari pola pertumbuhan yang selama ini bertahan di kisaran 5 persen. 

"Karena apalagi terjadi, berarti kita sudah keluar dari kutukan pertumbuhan 5 persen,” kata Purbaya dalam forum Indonesia Economic Outlook, Jumat (13/2/2026).

Purbaya menegaskan pemerintah tidak ingin terjebak dalam pertumbuhan yang stagnan. Ia memperkirakan ekonomi Indonesia pada 2026 berpotensi tumbuh di rentang 5,5 hingga 6 persen.

Dia menilai, target tersebut bukan sekadar angka formal, tetapi mencerminkan penguatan momentum pemulihan ekonomi. Ia menyebut fondasi ekonomi nasional saat ini berada dalam kondisi yang solid. Berbagai program prioritas, termasuk stimulus dan belanja sosial, turut dipercepat untuk menjaga daya beli masyarakat dan likuiditas di sistem keuangan.  

Sebelumnya, Purbaya optimistis Indonesia bisa menuju Indonesia Emas jika pertumbuhan ekonomi terus dijaga dengan baik. Ia menegaskan seluruh kebijakan fiskal pemerintah saat ini diarahkan untuk mempertahankan momentum pertumbuhan.

Menurut Purbaya, pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,4 persen dalam APBN. Namun, ia ingin mendorong angka tersebut bisa mendekati 6 persen. Ia mengatakan banyak pihak bertanya bagaimana prospek ekonomi Indonesia dalam beberapa tahun ke depan, bukan hanya dalam satu atau dua kuartal. 

Untuk menjawab itu, Purbaya menjelaskan bahwa ekonomi Indonesia biasanya bergerak dalam siklus, yaitu masa pertumbuhan (ekspansi), lalu perlambatan (resesi), kemudian tumbuh lagi.

 

 

 

Indikator Ekonomi Ada Perbaikan

Bank Indonesia menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia untuk tahun 2025 ke angka di bawah 5,1 persen, seiring dengan memburuknya situasi ekonomi global. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Menurut dia, setelah masa resesi yang singkat, Indonesia biasanya bisa menikmati pertumbuhan cukup panjang. 

"Ini bola kristal ekonomi Indonesia saya keluarkan lagi, ekonomi kita biasanya ada ekspansi, resesi, ekspansi, resesi. Ekspansi bisa berlangsung antara 7-10 persen habis itu resesi setahun, kemudian ekspansi lagi. Jadi anda nggak usah takut prospek jangka menengah ekonomi kita, itu akan terjadi betul karena kebijakan kita pas, menterinya pas lah kira-kira,” jelasnya.

Selain itu, ia menyebut sejumlah indikator ekonomi mulai menunjukkan perbaikan. Indeks yang menggambarkan arah ekonomi 6 hingga 12 bulan ke depan sempat turun, namun kini sudah mulai naik lagi dalam beberapa bulan terakhir. Indikator kondisi ekonomi saat ini juga menunjukkan tren yang lebih baik.

Purbaya menilai, jika kondisi ini bisa dijaga dan kebijakan tetap konsisten, Indonesia berpeluang mempertahankan pertumbuhan hingga 2033. Ia pun yakin Indonesia bisa menuju Indonesia Emas, bukan sebaliknya.

"Jadi kelihatannya kita ada kemungkinan besar bisa membawa ekonomi Indonesia ke Indonesia emas, bukan Indonesia suram,” pungkasnya.

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2025

Pernyataan tersebut menanggapi pandangan fraksi terhadap asumsi pertumbuhan ekonomi sebesar 5,3 persen hingga 5,7 persen dalam Kebijakan Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM PPKF) RAPBN Tahun 2024. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang 2025 atau full year mencapai 5,11%. Pertumbuhan ekonomi Indonesia tersebut melenceng dari prediksi Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa.

Sebelumnya, Menkeu Purbaya memprediksi pertumbuhan ekonomi sepanjang 2025 di kisaran 5,2%. Namun, nyatanya di bawah prediksinya.

"Secara kumulatif ekonomi Indonesia sepanjang tahun 2025 tumbuh sebesar 5,11%," ujar Kepala Badan Pusat Statistik Amalia Adininggar Widyasanti, dalam konferensi pers BPS, Kamis (5/2/2026).

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya