Benjamin Sesko Gacor dengan 5 Gol, Waktunya Jadi Starter Manchester United?

Benjamin Sesko cetak 5 gol dalam 6 laga terakhir Manchester United. Ketajamannya kini beri tekanan pada Michael Carrick untuk menjadikannya starter utama.

oleh Richard Andreas LuturmasDiterbitkan 13 Februari 2026, 13:42 WIB
Benjamin Sesko melakukan selebrasi bersama rekanannya usai menjadi pahlawan kemenangan Manchester United saat melawan Fulham di Old Trafford, Minggu (1/2/2026) malam WIB. (AP Photo/Dave Thompson)

Liputan6.com, Jakarta - Benjamin Sesko mulai menunjukkan eksistensinya secara nyata untuk menembus tim inti Manchester United. Penyerang asal Slovenia ini tampil sangat impresif lewat koleksi lima gol dalam enam laga terakhir Setan Merah.

Catatan produktivitas yang luar biasa tersebut membuat namanya kini menjadi perbincangan hangat di kalangan publik Old Trafford. Sesko berhasil memperlihatkan tingkat efisiensi serta ketajaman yang sangat mumpuni di tengah ketatnya persaingan lini depan.

Meski tampil gemilang, ia masih belum berhasil mengunci posisi sebagai pilihan utama di bawah arahan Michael Carrick. Sejauh ini, Carrick lebih sering memercayakan posisi starter kepada Bryan Mbeumo.

Benjamin Sesko umumnya baru diturunkan sebagai pemain pengganti atau supersub pada 20 menit akhir pertandingan. Kondisi ini lantas memicu perdebatan taktis mengenai apakah sudah saatnya bagi Sesko untuk naik kasta menjadi penyerang inti.


Tajam sebagai Supersub, Mengapa tak jadi Starter?

Tim racikan pelatih Ruben Amorim sukses meraih kemenangan tipis 1-0 atas Newcastle United pada laga Boxing Day kali ini. Tampak dalam foto, striker Manchester United asal Slovenia, Benjamin Sesko (tengah) mencoba melewati adangan dua pemain Newcastle United pada lanjutan Liga Primer Inggris di Stadion Old Trafford, pada 26 Desember 2025 waktu setempat atau Sabtu (27/12/2025) dini hari WIB. (Darren Staples/AFP)

Sejak mengambil alih kursi kepelatihan, langkah Michael Carrick terbilang mulus tanpa hambatan hingga akhirnya bertemu West Ham. Namun, keputusan sang manajer dalam memilih komposisi pemain pada laga tersebut mulai menuai polemik.

Padahal, Sesko sempat menjadi penentu kemenangan dramatis saat melawan Fulham beberapa waktu lalu. Meski begitu, ia tetap tidak diturunkan sebagai starter ketika Manchester United bersua Tottenham.

Keputusan untuk mencadangkannya di laga kontra Spurs awalnya dianggap logis sebagai bagian dari strategi rotasi. Hal ini dikarenakan Setan Merah memiliki jadwal padat dengan melakoni dua pertandingan hanya dalam kurun waktu empat hari.

Menurunkan Sesko sejak menit awal di London Stadium sebenarnya merupakan pilihan yang sangat rasional bagi tim. Apalagi sang pemain sedang berada dalam tren performa yang sangat konsisten di depan gawang lawan.

Sayangnya, Carrick tetap memilih skema tanpa penyerang murni dengan mengandalkan trio Amad, Bryan Mbeumo, dan Matheus Cunha. Strategi tersebut mungkin sukses di laga sebelumnya, namun West Ham memberikan tantangan taktis yang jauh berbeda.


Carrick Mengakui Kualitas Sesko

Penyerang Manchester United, Benjamin Sesko (kiri), merayakan gol pembuka timnya dalam pertandingan Liga Inggris antara West Ham United dan Manchester United di London Stadium, London timur, pada 10 Februari 2026. (Ian Kington / AFP)

Selesai pertandingan melawan West Ham, Carrick tidak segan untuk memberikan pujian setinggi langit bagi Sesko. Sang pelatih menyoroti kualitas penyelesaian akhir luar biasa yang dimiliki oleh anak asuhnya tersebut.

Lanjut Baca:

"Itu penyelesaian yang luar biasa dari sudut itu untuk menciptakan peluang seperti itu, untuk mengarahkan bola ke gawang, untuk menyelesaikannya," kata Carrick. Pernyataan ini menunjukkan bahwa Carrick sangat menghargai insting gol sang pemain. Carrick menegaskan bahwa kemampuan Sesko bukanlah sesuatu yang muncul secara tiba-tiba tanpa proses. Dirinya menganggap sang striker sudah sejak lama membuktikan kapasitasnya sebagai pencetak gol yang andal bagi tim. "Dia telah melakukannya selama ini. Bukan berarti dia tiba-tiba muncul begitu saja. Dia telah melakukannya, dia telah membuktikan bahwa dia juga bisa mencetak gol," tegas sang manajer. Pujian tersebut seolah menjadi sinyal kuat bagi masa depan Sesko di bawah kepemimpinan Carrick. Jika momentum positif ini terus terjaga, Carrick diprediksi akan sulit untuk terus membiarkan Sesko duduk di bangku cadangan. Statistik serta momentum yang dimiliki pemain Slovenia ini sekarang sudah memberikan pesan yang sangat jelas bagi tim kepelatihan. Transformasi dari pemain pengganti menjadi pemain inti tampaknya hanya tinggal menunggu waktu saja.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya