Liputan6.com, Jakarta - Sebagian besar bursa saham Asia-Pasifik dibuka lebih rendah pada hari Jumat setelah kekhawatiran tentang gangguan kecerdasan buatan (AI) di Amerika Serikat (AS) membuat indeks S&P 500 turun. Ini menjadi penurunan untuk hari ketiga berturut-turut.
Dikutip dari CNBC, Jumat (13/2/2026), indeks saham S&P/ASX 200 Australia turun 1,02% pada awal perdagangan.
Advertisement
Indeks saham Nikkei 225 Jepang turun 0,58%, setelah sempat menyentuh angka 58.000 pada hari Kamis. Indeks saham Topix turun 0,58%. Indeks saham Kospi Korea Selatan naik 0,35%, sementara indeks sahham Kosdaq untuk saham berkapitalisasi kecil turun 1,36%.
Kontrak berjangka indeks Hang Seng Hong Kong berada di angka 26.703, lebih rendah dari penutupan terakhir indeks di angka 27.032,54.
Beberapa sektor pasar saham AS telah terpukul tahun ini oleh peluncuran alat AI yang dapat meniru bisnis mereka, atau setidaknya mengurangi margin keuntungan mereka.
Saham beberapa perusahaan truk dan logistik mengalami penurunan karena kekhawatiran bahwa alat AI baru dapat mengurangi inefisiensi pengiriman barang secara signifikan, yang menyebabkan penurunan permintaan terhadap layanan industri ini.
Saham properti dan keuangan juga menjadi korban, dengan perusahaan pialang properti komersial memperpanjang kerugian untuk hari kedua berturut-turut.
Para investor di Asia mengamati kemungkinan dampak tidak langsung, meskipun Taiwan yang merupakan pasar paling terkemuka di bidang AI, sedang libur Tahun Baru Imlek.
Saham AS
Di Wall Street AS, indeks saham Dow Jones Industrial Average turun 1,34%, dipimpin oleh penurunan Cisco Systems yang merosot 12% setelah perusahaan tersebut mengeluarkan panduan yang mengecewakan untuk kuartal saat ini.
Indeks saham S&P 500 turun 1,57%, sementara Nasdaq Composite kehilangan 2,03%.