Liputan6.com, Jakarta - Teknologi pencitraan terus berkembang untuk mendukung deteksi dini penyakit termasuk kardiovaskular yang kerap datang tanpa gejala. Salah satu inovasi terbaru adalah fitur 1-Beat Cardiac Imaging yang ada dalam CT Scan Revolution.
Fitur 1-Beat Cardiac Imaging memungkinkan pemindaian jantung dilakukan hanya dalam satu kali denyut. Dengan kemampuan ini, proses pemeriksaan menjadi lebih cepat dan akurat, serta memberikan kenyamanan bagi pasien.
Advertisement
Fitur ini pun bisa memberikan gambaran yang jelas kepada dokter sehingga membantu dalam menegakkan diagnosis.
"Seperti seorang fotografer yang ingin menangkap momen atlet loncat begitu, biasanya buram, kecuali speed cepat sekali. Nah, CT Scan sekarang sudah maju, sehingga bisa merekam dalam satu pompa jantung, itu ketangkap," kata dokter spesialis jantung dan pembuluh darah Ardian Jahja Saputra saat peluncuran CT Scan Revolution yang kini sudah ada di RS Medistra Jakarta.
Ardian mengungkapkan bahwa pemeriksaan diagnostik amat penting dalam mendukung upaya deteksi dini, khususnya pada penyakit jantung dan pembuluh darah.
“Banyak penyakit jantung berkembang tanpa gejala yang jelas. Pemeriksaanpenunjang seperti CT Scan berperan penting dalam membantu deteksi dini, sehinggapenanganan dapat dilakukan lebih cepat dan risiko komplikasi dapat diatasi,” ujarnya.memungkinkan untuk pasien pediatri karena durasi cepat dan tidak butus sedasi atau pembiusan," tutur Monica.
Pengaruhi Kualitas Penegakan Diagnosis
Sejalan dengan hal tersebut, dokter spesialis radiologi Monica Mangkuwerdojo menyampaikan bahwa perkembangan teknologi CT Scan memberikan dampak signifikan terhadap kualitas penegakan diagnosis.
“Dengan teknologi CT Scan terkini, kami dapat memperoleh hasil pencitraan yanglebih detail dan akurat dalam waktu yang lebih singkat," kata Monica.
Hal ini sangat membantu dokter dalam menentukan diagnosis dan rencana penanganan yang tepat bagi pasien.
Radiasi Lebih Rendah, Aman untuk Pasien Anak
CT Scan Revolution Apex dari GE Healthcare memiliki teknologi 512 slices dan dosis radiasi yang lebih rendah. CT Scan ini mendukung diagnosis yang lebih cepat dan akurat.
Lalu, teknologi Metal Artifact Reduction (MAR) menghasilkan gambar yang tetap jernih meski terdapat implan logam di tubuh pasien.
Untuk kasus stroke, fitur Smart Stroke mempercepat proses pemindaian hingga pelaporan hasil.
CT Scan ini juga bisa dilakukan tanpa sedasi sehingga aman bagi pasien anak. Selain itu, ruang pemeriksaan dengan ambient lighting untuk mengurangi kecemasan pasien.
"Biasa kita dengar radiasi rendah tapi pada mesin ini yang kita miliki (radiasinya) ultra low atau setara dengan X Ray. Sehingga memungkinkan untuk pasien pediatri karena durasi cepat dan tidak butus sedasi atau pembiusan," tutur Monica.
Di kesempatan yang sama Direktur RS Medistra dokter Adithya Wardhana, MARS mengungkapkan peluncuran CT Scan Revolution Apex merupakan komitmen rumah sakit dalam meningkatkan kualitas dan layanan medis di Indonesia.
Apalagi, kasus penyakit jantung dan pembuluh darah di Indonesia masih tinggi dan angka kematian pun tinggi. Dengan kemampuan fasilitas penunjang yang mampu mendeteksi dini maka bisa meningkatkan kesehatan pasien.
"Banyak penyakit yang bisa ditangani bila terdeteksi dini. Pemeriksaan bisa membantu dokter menegakkan diagnosis," katanya.