Liputan6.com, Jakarta - Menteri Luar Negeri (Menlu) China, Wang Yi secara resmi menggaungkan inisiatif strategis bertajuk 'Tahun Tiongkok' sebagai fondasi utama pelaksanaan Forum Kerja Sama Kawasan Perdagangan Bebas Asia-Pasifik (FTAAP) dengan Ekonomi Asia-Pasifik (APEC) 2026.
Dalam agenda besar ini, Beijing menekankan urgensi penguatan integrasi ekonomi kawasan, percepatan transformasi digital dan hijau, serta perluasan kolaborasi lintas sektor yang substansial.
Advertisement
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Lin Jian, dalam konferensi pers, ia menjelaskan bahwa Wang Yi telah memaparkan rancangan hasil utama yang diharapkan.
"Menlu Wang Yi membagikan rancangan hasil utama dari 'Tahun Tiongkok' APEC. Ia mendorong para pihak untuk fokus pada tujuan utama membangun komunitas Asia-Pasifik, dan memajukan proses pembangunan Kawasan Perdagangan Bebas Asia-Pasifik (FTAAP)," kata Lin Jian. Dikutp dari Antara, Kamis 12 Februari 2026.
China siap menyambut para delegasi dengan tema besar 'Membangun Komunitas Asia-Pasifik untuk Kemakmuran Bersama'. Rangkaian kegiatan diplomasi ekonomi ini telah dimulai melalui Pertemuan Pejabat Senior (SOM) yang berlangsung pada 1–10 Februari 2026 di Guangzhou, Provinsi Guangdong.
Wang Yi menyoroti pentingnya Kawasan Perdagangan Bebas Asia-Pasifik (FTAAP) dan jaringan konektivitas sebagai batu penjuru integrasi ekonomi regional. Ia mengajak seluruh anggota untuk bersinergi menyatukan berbagai perjanjian dagang yang ada demi kemakmuran bersama.
"Semua pihak harus membangun konsensus tentang kerja sama dalam perdagangan, investasi, regulasi, dan rantai industri dan pasokan, serta mengeksplorasi cara untuk lebih menyinergikan Kemitraan Ekonomi Komprehensif Regional dan Perjanjian Komprehensif dan Progresif untuk Kemitraan Trans-Pasifik untuk memperluas jalan menuju FTAAP," tambah Wang Yi.
"Sebagai acara resmi pertama yang diselenggarakan China sebagai tuan rumah APEC, pertemuan-pertemuan tersebut sepenuhnya memulai kerja sama di berbagai bidang dan menghasilkan hasil yang akan dibahas pada Pertemuan Pemimpin Ekonomi APEC pada November 2026 nanti," tambah Lin Jian.
Tiga Transformasi Utama
Wang Yi menilai bahwa Cetak Biru Konektivitas APEC periode 2015–2025, yang dicanangkan saat pertemuan Beijing 2014, telah membuahkan hasil signifikan.
Namun, ia mendorong agar momentum ini ditingkatkan dengan mengidentifikasi lebih banyak kepentingan yang saling terkait antar anggota ekonomi.
"Semua pihak harus membangun di atas itu, mengidentifikasi lebih banyak kepentingan yang saling terkait, berupaya menuju cetak biru yang lebih baik, dan membuat konektivitas fisik, kelembagaan, dan antarmasyarakat lebih solid dan efektif," ucap Wang Yi.
Selain konektivitas fisik, China mendorong percepatan tiga transformasi utama: digital, ilmu pengetahuan, dan lingkungan yang digerakkan oleh inovasi.
Hal ini dianggap sebagai mesin pertumbuhan baru bagi ekonomi APEC. Wang Yi juga menyoroti pentingnya pengembangan kecerdasan artifisial (AI) yang berpusat pada manusia, serta inisiatif energi bersih dan mineral hijau.
"Semua pihak harus secara aktif membangun kemitraan ilmu pengetahuan, teknologi, dan inovasi serta mendorong ekosistem inovasi yang terbuka. Semua pihak harus sepenuhnya memanfaatkan kekuatan mereka dalam teknologi digital untuk memajukan kerja sama praktis dalam perdagangan elektronik lintas batas, aliran data, bea cukai cerdas, dan lain-lain," terang Wang Yi.
"Semua pihak harus mempercepat pembangunan hijau dan rendah karbon, dan mengajukan lebih banyak inisiatif kerja sama di bidang energi bersih, mineral hijau, perlindungan lingkungan, dan bidang terkait," sambung Wang Yi.
Tata Kelola Inklusif dan Konektivitas Manusia
Aspek tata kelola juga menjadi sorotan utama dalam agenda "Tahun China". Wang Yi menekankan perlunya menghormati keragaman antaranggota sembari memperdalam kerja sama praktis yang menyentuh langsung kebutuhan pembangunan, mulai dari isu kesehatan hingga ketahanan pangan.
"Dalam memerangi korupsi, semua pihak harus membangun hasil dan konsensus dari pertemuan Beijing dan memperkuat kerja sama lintas batas. Sebagai tanggapan terhadap tantangan pembangunan bersama yang dihadapi seluruh kawasan Asia-Pasifik, semua pihak harus memperdalam kerja sama praktis di bidang fiskal, transportasi, pariwisata, kesehatan masyarakat, penuaan penduduk, ketahanan pangan, dan bidang lainnya," papar Wang Yi.
China juga menyerukan penguatan interaksi di level akar rumput, mencakup Usaha Kecil dan Menengah (UKM), pemberdayaan perempuan, pemuda, serta media guna mempererat hubungan antarmasyarakat.
Informasi lengkap terkait agenda ini dapat diakses melalui situs resmi yang baru diluncurkan, www.apec2026.cn. Sebagai forum yang beranggotakan 21 entitas ekonomi, APEC terus berpegang pada visi jangka panjang Putrajaya Vision 2040 untuk menciptakan kawasan yang terbuka, dinamis, tangguh, dan damai, menggantikan Bogor Goals yang sebelumnya menjadi panduan sejak 1994.