Liputan6.com, Jakarta: Kondisi Indonesia saat ini dianggap belum pulih juga. Tidak puas dengan keadaan sekarang, puluhan tokoh dari berbagai latar belakang dan profesi mengorganisasikan seluruh potensi dan kekuatan rakyat dalam wadah bernama Pergerakan Indonesia. Organisasi ini dideklarasikan di Jakarta, Kamis (18/9).
Untuk memantapkan visi dan misinya, dibentuk sebuah komite untuk menyiapkan kongres pertama pada 2004 yang dipimpin mantan Sekretaris Jenderal Partai Amanat Nasional Faisal Basri. Tokoh nasional yang terdaftar sebagai anggota komite antara lain mantan Sekretaris Negara Bondan Gunawan, mantan Ketua Partai Rakyat Demokratik Budiman Sudjatmiko, dan mantan pengurus PAN Bara Hasibuan.
Gerakan ini mengusung nasionalisme, kerakyatan, pluralisme, progresif, dan demokrasi sebagai platform dasar. Karena kesamaan komitmen itulah, cendekiawan Nurcholish Madjid hadir pada saat pendeklarasian.(TNA/Christiyanto dan Hendro Wahyudi)
Untuk memantapkan visi dan misinya, dibentuk sebuah komite untuk menyiapkan kongres pertama pada 2004 yang dipimpin mantan Sekretaris Jenderal Partai Amanat Nasional Faisal Basri. Tokoh nasional yang terdaftar sebagai anggota komite antara lain mantan Sekretaris Negara Bondan Gunawan, mantan Ketua Partai Rakyat Demokratik Budiman Sudjatmiko, dan mantan pengurus PAN Bara Hasibuan.
Gerakan ini mengusung nasionalisme, kerakyatan, pluralisme, progresif, dan demokrasi sebagai platform dasar. Karena kesamaan komitmen itulah, cendekiawan Nurcholish Madjid hadir pada saat pendeklarasian.(TNA/Christiyanto dan Hendro Wahyudi)