Menkes: Seluruh Rumah Sakit Terdampak Bencana di Sumatera Sudah Beroperasi Tapi Belum Optimal

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menyatakan, seluruh rumah sakit di tiga provinsi terdampak bencana Sumatera sudah kembali beroperasi.

oleh Winda NelfiraDiterbitkan 11 Februari 2026, 16:45 WIB
Menkes Budi ungkap selain jumlah dokter yang masih sedikit, distribusi tenaga medis juga tidak merata. (Dok Kemenkese RI)

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menyatakan, seluruh rumah sakit di tiga provinsi yang terdampak bencana di Sumatera telah kembali beroperasi. Budi mengatakan, sebelumnya sejumlah rumah sakit sempat berhenti total akibat kerusakan pascabencana.

"Tanggal 1 Desember kita lihat sembilan itu tidak bisa beroperasi sama sekali dan sampai saat ini, semuanya sudah bisa beroperasi," ujar Budi dalam konferensi pers Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Wilayah Sumatera di Gedung Kemendagri, Jakarta Pusat, Rabu (11/2/2026).

Budi menjelaskan, pemulihan operasional rumah sakit dilakukan secara bertahap dengan dukungan dari berbagai pihak, termasuk Polri, TNI, dan pemerintah daerah di wilayah terdampak.

Selain rumah sakit, Budi menyebut bahwa kondisi fasilitas kesehatan yang mengalami dampak bencana paling parah adalah puskesmas. Dari total 1.265 puskesmas di tiga provinsi terdampak, pada awal bencana sebanyak 867 puskesmas berhenti beroperasi.

Setelah dilakukan revitalisasi sejak 1 Desember 2025, jumlah puskesmas yang benar-benar tidak dapat beroperasi karena kerusakan berat sempat tercatat sebanyak 152 unit. Dan saat ini tinggal dua puskesmas yang masih belum beroperasi.

"Fasilitas kesehatan yang lebih parah adalah Puskesmas. Dan sampai saat ini tinggal dua yang belum beroperasi karena hancur," terang Menkes Budi.

 

Sebagian Layanan Belum Berjalan Optimal

Penyakit Menular yang Paling Ditakuti di Tengah Pengungsi Bencana, Menkes Budi: Campak, Jakarta (7/1/2025). Foto: Liputan6.com/Ade Nasihudin.

Lebih lanjut, Budi menerangkan kendati rumah sakit di wilayah terdampak bencana di Sumatera telah kembali beroperasi, sebagian layanan belum berjalan optimal karena banyak peralatan medis yang rusak.

"Rumah sakitnya beroperasi tapi belum 100 persen karena banyak alatnya rusak," papar dia.

Menurut Budi, untuk mempercepat pemulihan layanan kesehatan, pemerintah mengajukan anggaran rehabilitasi sekaligus membuka ruang partisipasi publik melalui donasi sambil menunggu anggaran dari pemerintah pusat dicairkan.

"Alat ini juga sudah kita ajukan anggarannya, tapi sambil menunggu, banyak sekali yang melakukan donasi, semua komponen masyarakat, kita silakan langsung," jelas Budi.

Infografis Kerugian hingga Korban Banjir Sumatera Per 4 Desember 2025. (Liputan6.com/Gotri/Abdillah)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya