Ratusan Titik Pembersihan Lumpur Tertangani, Kasatgas Tito Karnavian Percepat Langkah Rehabilitasi

Ratusan titik pembersihan lumpur telah tertangani. Kasatgas Tito Karnavian mempercepat rehabilitasi untuk memulihkan infrastruktur dan aktivitas warga.

oleh Gilar RamdhaniDiterbitkan 11 Februari 2026, 16:23 WIB
Ketua Satuan Tugas (Kasatgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana di Wilayah Sumatera Muhammad Tito Karnavian.

Liputan6.com, Jakarta - Ketua Satuan Tugas (Kasatgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana di Wilayah Sumatera Muhammad Tito Karnavian menegaskan bahwa pembersihan lumpur menjadi kunci utama pemulihan wilayah terdampak banjir bandang dan longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Menurutnya, upaya pembersihan lumpur menentukan seberapa cepat masyarakat dapat kembali menghuni rumah, mengakses jalan, serta menggerakkan kembali aktivitas ekonomi.

Kondisi saat ini, sebagian besar kawasan terdampak di wilayah dataran rendah tertutup endapan lumpur tebal akibat banjir bandang. Material tersebut bukan hanya merusak permukiman, tetapi juga menutup jalan, pasar, dan fasilitas publik, sehingga pembersihannya menjadi prioritas utama rehabilitasi.

“Di daerah lowland itu umumnya adalah banjir bandang, karena adanya tadi debit air yang sangat banyak, berikut material-materialnya yang bertumpuk dan kemudian lumpurnya juga selain merusak jembatan, jalan, juga kota, pemukiman, kampung, dan lain-lain,” ujarnya dalam Konferensi Pers Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Wilayah Sumatera di Kantor Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Rabu (11/2/2026).

Berdasarkan data Kementerian Pekerjaan Umum (Kementerian PU), dari total 303 lokasi sasaran di tiga provinsi, sebanyak 189 lokasi telah dinyatakan tuntas dibersihkan. Di Aceh, 156 dari 263 lokasi sudah selesai, sementara Sumatera Barat (Sumbar) mencatat seluruh 29 lokasi telah bersih dari lumpur. Di Sumatera Utara, pembersihan masih berlangsung di sebagian titik.

Ketua Satuan Tugas (Kasatgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana di Wilayah Sumatera Muhammad Tito Karnavian.

Seiring progres pembersihan tersebut, jumlah pengungsi terus menurun, mencerminkan semakin banyak warga yang dapat kembali ke rumah dan memulai kembali aktivitas sehari-hari.

“Dari yang pertama kali pada saat bencana (sebanyak 2.178.269 per 2 Desember 2025), sekarang sudah 74.369, sebagian besar sudah kembali ke rumah masing-masing,” kata Tito.

Pembersihan lumpur ini sekaligus membuka kembali jalur distribusi bantuan, mengaktifkan pasar dan warung, serta memungkinkan layanan kesehatan dan pendidikan berjalan lebih normal. Dengan fondasi itu, fase rehabilitasi di tiga provinsi terdampak kini bergerak lebih cepat menuju pemulihan yang berkelanjutan.

 

(*)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya