Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Agama (Kemenag) akan mengisi bulan suci Ramadan dengan menyiapkan sebanyak 20 program keagamaan, pendidikan, sosial, hingga ketahanan keluarga sebagai perwujudan program berdampak.
"Tema Joyful Ramadan diusung sebagai refleksi semangat Ramadan yang penuh kegembiraan, keberkahan, dan penguatan nilai-nilai keislaman dalam kehidupan bermasyarakat," ujar Dirjen Bimas Islam Kemenag Abu Rokhmad di Jakarta, melansir Antara, Selasa (10/2/2026).
Advertisement
Dia menjabarkan, acara pertama yakni Tahrib Ramadhan yang telah digelar pada Minggu 8 Februari 2026 di Jakarta. Tahrib Ramadan ini menjadi pintu menyemarakkan bulan suci yang diinisiasi Ditjen Bimas Islam Kemenag.
Kedua, Indonesia Berdaya Ramadan. Abu menjelaskan, Kemenag bersama Kemenko PM dan MUI menginisiasi kolaborasi dengan misi mengoptimalkan pemberdayaan dana umat untuk menaikkan derajat masyarakat tidak mampu di wilayah kemiskinan ekstrem.
"Ketiga, Future Leaders of Masjid yang diharapkan menjadi langkah strategis dalam menyiapkan generasi penerus masjid yang siap berkontribusi, berinovasi, dan mengabdi keberlanjutan peran masjid sebagai pusat peradaban," papar Abu.
Program keempat yakni Sakinah Funwalk. Acara ini akan dilakukan di Simpang Lima, Semarang, Jawa Tengah (Jateng). Tujuannya, kata Abu, menanamkan nilai keharmonisan keluarga serta penyadaran pencatatan pernikahan lewat kegiatan olahraga ringan.
Acara Lainnya
Kelima, lanjut Abu, Hilal Observation Coaching. Kegiatan tersebut merupakan forum edukasi ilmu falak kepada generasi muda. Keenam, Qari Goes go Campus yang akan menghadirkan para juara MTQ untuk berbagi inspirasi, motivasi, dan nilai-nilai Qurani di lingkungan kampus.
Program-program lainnya meliputi Peringatan Nuzulul Qura tingkat Kenegaraan, Move for Sakinah Maslahat, TerasZawa, Ekspedisi Masjid Indonesia, Semesta Ramadhan Ibu Kota Negara, Pengiriman Dai ke 3T, Halal Goes to Campus, Shalat Tarawih Keliling, Ruang Dakwah bersama Menteri Kabinet Merah Putih.
"Lalu, Takbir Akbar dan Salat Idul Fitri, Indonesia Berzakat, Festival Ramadhan PLKI, dan terakhir Islamic Wedding Expo," ucap Abu.
Abu menyampaikan Joyful Ramadhan menjadi agenda strategis Ditjen Bimas Islam dalam mengoptimalkan peran layanan keagamaan selama bulan suci. Ia menyebut Ramadhan merupakan momentum penting bagi Bimas Islam untuk menghadirkan program yang langsung menyentuh kebutuhan umat.
"Kami ingin memastikan layanan keagamaan selama Ramadan mudah diakses, responsif, dan memberi manfaat nyata, mulai dari bimbingan ibadah, konsultasi keluarga, hingga edukasi zakat, wakaf, dan filantropi Islam," jelas Abu.