Kapal Kandas di Batam, Pertamina Port & Logistics Bergerak Cegah Pencemaran Laut

Pertamina Port & Logistics bergerak cepat menangani kapal kandas di Batam untuk cegah pencemaran laut.

oleh Immanuel ChristianDiterbitkan 10 Februari 2026, 18:15 WIB
PT Pertamina Port & Logistics (PPL) mengerahkan layanan marine pollution response dan port emergency support untuk menangani insiden kandasnya Kapal LCT Mutiara Garlib Samudera di perairan Pulau Dongas. (Dok Pertamina)

Liputan6.com, Jakarta - PT Pertamina Port & Logistics (PPL) bergerak cepat menangani insiden kapal kandas di Pulau Dongas, Batam, guna menjaga keselamatan pelayaran dan mencegah pencemaran lingkungan laut.

PT Pertamina Port & Logistics (PPL), anak usaha PT Pertamina Trans Kontinental, memperkuat komitmennya dalam menjaga keselamatan pelayaran dan perlindungan lingkungan laut pasca insiden kandasnya Kapal LCT Mutiara Garlib Samudera di perairan Pulau Dongas, Batam.

Bersinergi dengan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Khusus Batam, PPL mengerahkan layanan marine pollution response dan port emergency support sebagai bagian dari solusi bisnis terintegrasi dalam penanggulangan pencemaran laut.

Sebagai langkah mitigasi awal, PPL menggelar tambahan oil boom sepanjang kurang lebih 200 meter di sekitar lokasi kapal kandas. Upaya ini dilakukan untuk membatasi area terdampak sekaligus mencegah potensi penyebaran limbah ke perairan dan pesisir.

Selain itu, PPL juga menyiagakan peralatan oil spill response berupa skimmer dan pompa sebagai langkah antisipatif terhadap kemungkinan tumpahan minyak. Respons cepat tersebut ditujukan untuk memastikan ekosistem laut tetap terlindungi serta aktivitas pelayaran dan masyarakat pesisir dapat berjalan dengan aman tanpa gangguan.

 

Kolaborasi Lintas Instansi Jadi Kunci Penanganan

PT Pertamina Port & Logistics (PPL) mengerahkan layanan marine pollution response dan port emergency support untuk menangani insiden kandasnya Kapal LCT Mutiara Garlib Samudera di perairan Pulau Dongas. (Dok Pertamina)

Pelaksana tugas PT Pertamina Port & Logistics, Lukman, menegaskan bahwa keterlibatan PPL mencerminkan kesiapan perusahaan dalam menyediakan layanan darurat pelabuhan yang profesional dan berstandar tinggi.

“Setiap insiden ditangani secara cepat, terukur, dan sesuai standar keselamatan lingkungan, dengan kolaborasi lintas instansi sebagai kunci efektivitas penanganan dan pengendalian risiko pencemaran,” jelas dia dalam keterangan tertulis, Selasa (10/2/2026).

Penanganan insiden ini melibatkan sinergi multipihak, antara lain KSOP Khusus Batam, PLP Tanjung Uban, personel kapal patroli KN 330, KN 376, KN Sarotama, KN Kalimasadha, dan KN Rantos, serta dukungan masyarakat dan nelayan pesisir Pulau Dongas.

Kolaborasi tersebut mencerminkan integrasi peran regulator, BUMN, dan masyarakat dalam menjaga keselamatan pelayaran sekaligus kelestarian lingkungan laut. Kehadiran seluruh pihak di lapangan dinilai krusial untuk memastikan proses penanganan berjalan efektif dan risiko pencemaran dapat ditekan sejak dini.

 

Kurangi Risiko Lanjutan, Muatan Kapal Dipindahkan

PT Pertamina Port & Logistics (PPL) mengerahkan layanan marine pollution response dan port emergency support untuk menangani insiden kandasnya Kapal LCT Mutiara Garlib Samudera di perairan Pulau Dongas. (Dok Pertamina)

Kepala KSOP Khusus Batam, M. Takwim Masuku, menegaskan bahwa penggelaran oil boom dan pengerahan peralatan penanggulangan pencemaran merupakan bagian dari prosedur darurat yang wajib dilakukan.

“Langkah ini difokuskan untuk mencegah potensi pencemaran meluas ke wilayah pesisir yang sensitif dan berdampak langsung pada ekosistem laut serta mata pencaharian masyarakat," jelas dia. 

Sebagai bagian dari pengendalian risiko lanjutan, dilakukan pula pemindahan sebagian muatan kapal ke Tongkang TK HC 160 dan Tug Boat Elang Tirta V. Upaya ini bertujuan mengurangi beban kapal yang kandas sekaligus menekan potensi pencemaran lanjutan agar proses penanganan berlangsung lebih aman dan efisien.

 

Kesiapan SDM

PT Pertamina Port & Logistics (PPL) mengerahkan layanan marine pollution response dan port emergency support untuk menangani insiden kandasnya Kapal LCT Mutiara Garlib Samudera di perairan Pulau Dongas. (Dok Pertamina)

Dari sisi tata kelola, Direktur Keuangan & SDM PT Pertamina Trans Kontinental, Eko Cahyadi, menekankan bahwa penanganan insiden maritim tidak hanya bergantung pada kecepatan respons, tetapi juga kesiapan sumber daya manusia, sistem, dan tata kelola perusahaan.

Pendekatan ini memperkuat aspek keberlanjutan dan kepercayaan pemangku kepentingan terhadap layanan PTK Group.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya