Liputan6.com, Jakarta - BYD Motor Indonesia kembali memberikan kabar terbaru terkait perkembangan pembangunan fasilitas perakitan kendaraannya, yang berlokasi di kawasan Industri Subang, Smartpolitan, Jawa Barat. Proyek ini, disebutkan sudah berhasil mendapatkan empat sertifikat penting, untuk bisa segera melakukan produksi massal.
Dijelaskan Head of Public and Government Relations PT BYD Motor Indonesia, Luther Panjaitan, empat sertifikat penting yang sudah berhasil didapat, pertama adalah sertifikat standar.
Advertisement
"Kedua, adalah WMI (World Manufacturer Identifier), untuk bisa mendapatkan NIK kendaraan atau tanda pengenal. Kemudian, sertifikat implementasi IKD (Incompletely Knocked Down)," jelas Luther, saat ditemui di booth BYD, Selasa (10/2/2026).
Kemudian, Luther mengatakan, sertifikat yang keempat, adalah IKD untuk electric vehicle (EV).
"Artinya, fasilitas kita sudah sangat siap, sangat komplit, untuk bisa memperoduksi sesuai dengan TKDN yang ditentukan," tegas Luther.
Saat ini, persiapan yang dilakukan di pabrik BYD, adalah melakukan integrasi dari equipment atau peralatan di fasilitas perakitan, yang memang jumlahnya ratusan unit.
"Proses ini sedang dijalankan, dan pada akhirnya nanti kita bisa roll off produk yang prima tanpa ada cacat," tukas Luther.
Sekadar informasi, pabrik BYD di Subang dipilih karena lokasinya yang strategis, berdekatan dengan Pelabuhan Patimban dan berada dalam koridor industri otomotif yang terhubung dengan Karawang serta Cikarang.
Informasi Pabrik BYD
Dengan luas mencapai 100 hektar, fasilitas ini akan difungsikan sebagai pusat produksi kendaraan listrik (EV) untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik sekaligus ekspor ke Asia Tenggara.
Menggambarkan keseriusannya di pasar Indonesia, BYD menggelontorkan investasi sekitar Rp 11,7 triliun untuk proyek pabrik ini. Pada tahap awal, kapasitas produksi ditargetkan mencapai 150.000 unit per tahun.
Dengan progres yang terus berjalan dan target operasi pada kuartal pertama tahun depan, pabrik ini menjadi salah satu langkah penting BYD dalam memperkuat posisinya di industri kendaraan listrik Tanah Air.