Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,39%, Wamenkeu Juda Agung Ngaku Belum Puas

Wamenkeu Juda Agung mengaku belum puas dengan capaian pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal IV 2025.

oleh Septian DenyDiterbitkan 10 Februari 2026, 13:15 WIB
Wakil Menteri Keuangan Juda Agung di Gedung Juanda I Kementerian Keuangan, Kamis (5/2/2026). (Foto: Liputan6.com/Immanuel Christian)

Liputan6.com, Jakarta - Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Juda Agung mengaku belum puas dengan capaian pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal IV 2025. Menurut Wamenkeu baru tersebut, ekonomi nasional masih tumbuh di bawah potensi.

"Karena kalau kita lihat belum puasnya apa, karena dia masih di bawah potensialnya. Pertumbuhan 5,39 (persen) di kuartal IV (2025) itu masih di bawah potensinya. Artinya masih bisa didorong," kata Juda di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, Selasa (10/2/2026).

Kendati begitu, ia tetap mengapresiasi capaian itu. Lantaran pertumbuhan ekonomi 5,39 persen jadi yang tertinggi sejak 2022. "Setelah itu agak lemah di sekitar 5. Sekarang di 5,39 menurut saya itu sebuah achievement yang patut kita syukuri," imbuhnya.

Juda pun melihat, ekonomi Indonesia tumbuh lebih melesat dibanding negara-negara anggota G20. Ia mengambil contoh China dengan pertumbuhan ekonomi 4,5 persen di periode yang sama.

"Kalau kita bandingkan dengan negara-negara lain. China misalnya, pertumbuhannya di kuartal IV itu sekitar 4,5 persen. Indonesia 5,4 lah. Belum dibandingkan dengan G20 lain, kita salah satu yang paling tinggi pertumbuhannya," bebernya.

"Jadi ini saya kira momentum yang sangat bagus, dan ini perlu kita dorong," dia menekankan.

 

Indeks Keyakinan Konsumen

Presiden Prabowo Subianto melantik Juda Agung sebagai Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) di Istana Negara Jakarta.

Lebih lanjut, Juda turut melihat indeks keyakinan konsumen (IKK) yang naik cukup signifikan. Sehingga, kepercayaan konsumen terhadap ekonomi nasional dinilai cukup meyakinkan.

Selain itu, ia juga menyinggung dampak pertumbuhan ekonomi terhadap penciptaan lapangan kerja. Selama periode Agustus-November 2025, angka lapangan kerja tersedia di Indonesia tercatat bertambah hampir 1,4 juta.

"Biasanya, dalam 1 tahun itu pertambahannya sekitar 3 juta. Ini dalam satu kuartal kenaikannya 1,37 juta. Artinya memang pertambahan pertumbuhan ekonomi ini mendorong penciptaan lapangan kerja yang lebih baik di triwulan IV (2025)," tuturnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya