Rapim TNI-Polri, Seskab Teddy Sebut Prabowo Minta Aparat Sigap Ketika Warga Butuh Bantuan

Presiden Prabowo memerintahkan TNI-Polri selalu siap dan cepat membantu rakyat yang sedang kesulitan di mana pun dan kapan pun.

oleh Lizsa EgehamDiterbitkan 09 Februari 2026, 21:47 WIB
Presiden Prabowo Subianto menghadiri acara Rapim TNI-Polri 2025. Dalam acara tersebut, Prabowo memberi pengarahan secara tertutup. (Merdeka.com)

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto meminta anggota TNI-Polri untuk membuktikan kepercayaan yang diberikan rakyat. Salah satunya, dengan selalu siap dan cepat membantu rakyat yang sedang kesulitan di mana pun dan kapan pun.

Hal ini disampaikan Sekretaris Kabinet (Seskab) Letkol Teddy Indra Wijaya usai mengikuti rapat pimpinan (rapim) TNI-Polri di Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (9/2/2026). Teddy menyebut ada 8 hal yang ditekankan Prabowo saat memberikan taklimat kepada pimpinan TNI-Polri.

"Dalam arahannya, Presiden menekankan beberapa hal antara lain: Jaga terus kesiapsiagaan TNI-Polri dalam bertugas. Kapanpun warga membutuhkan bantuan, maka di saat itulah TNI-Polri harus langsung turun membantu," jelas Teddy melalui akun Instagram Sekretariat Kabinet, Senin (9/2/2026).

Selain itu, kata dia, Prabowo memberikan apresiasi besar terhadap seluruh prajurit TNI-Polri, terutama kecepatan dalam penanganan bencana di Sumatra. Prabowo meminta seluruh pimpinan maupun prajurit TNI dan Polri memperkuat sinergitas.

"Perkuat kekompakan dan sinergitas TNI-Polri, dari level pimpinan tertinggi sampai prajurit terbawah khususnya di Sumatra," ujarnya.

Kemudian, Prabowo mengapresiasi prajurit TNI-Polri yang mengawal, menjaga dan mendukung jalannya program strategis pemerintah. Mulai dari, makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa, Sekolah Rakyat, kedaulatan pangan dan energi, hingga pembangunan jembatan di desa-desa untuk warga dan anak sekolah.

Di sisi lain, Prabowo meminta TNI-Polri melakukan penanganan dan penegakan hukum yang seadil-adilnya kepada siapapun. Prabowo juga mengingatkan aparat menjaga kekayaan Sumber Daya Alam (SDA) Indonesia dari eksploitasi ilegal.

"Jaga seluruh SDA Indonesia dari segala macam bentuk pelanggaran dan eksploitasi ilegal oleh siapapun," tutur Teddy.

TNI-Polri Kerja Sama Jalankan Program ASRI

Selanjutnya, Prabowo meminta TNI-Polri bekerja sama dengan pemerintah daerah untuk menjalankan program Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah). Salah satunya, dengan melakukan kegiatan membersihkan lingkungan kantor dan sekitar.

"Bersama pemerintah daerah laksanakan program Indonesia ASRI dimanapun berada. Mulai dari perkantoran dan lingkungan sekeliling," jelasnya.

Teddy mengungkapkan ini kali pertamanya rapat pimpinan TNI-Polri digelar di Istana Kepresidenan Jakarta. Dia menuturkan rapat tersebut menjadi momentum penguatan visi antara pemerintah dan TNI-Polri dalam menjaga stabilitas negara serta menyukseskan program strategis.

"Rapim TNI-Polri 2026 di Istana ini menjadi momentum penguatan visi bersama antara pemerintah dan aparat TNI-Polri dalam menjaga stabilitas negara sekaligus memastikan program strategis agar berjalan cepat, tepat dan efektif," tutur Teddy.

Taklimat Prabowo di Rapat TNI-Polri

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto memberikan taklimat kepada para peserta Rapat Pimpinan (Rapim) TNI dan Polri di Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (9/2/2026). Rapat ini diikuti oleh lebih dari 650 peserta, yang terdiri atas unsur TNI dan Polri serta para menteri.

Rapim tersebut merupakan konsolidasi dan penguatan sinergi antara TNI-Polri 2026 dalam menjaga stabilitas nasional serta mendukung agenda strategis pemerintah.

Selain itu, rapat ini mencerminkan kuatnya komitmen bersama dalam mempererat koordinasi lintas institusi.

Sejumlah pimpinan TNI-Polri yang hadir yakni, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Wakil Panglima TNI Jenderal Tandyo Budi Revita, Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo.

Kemudian, Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Maruli Simanjuntak, Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal Mohamad Tonny Harjono, dan Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali.

Sejumlah menteri kabinet Merah Putih turut mengikuti rapim antara lain, Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Djamari Chaniago, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Kepala BIN Muhammad Herindra, hingga Sekretaris Kabinet Letkol Teddy Indra Wijaya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terbaru

    Berita Terkini Selengkapnya