Liputan6.com, Jakarta - PT Indosat Tbk (ISAT) membukukan pertumbuhan pendapatan dan laba bersih sepanjang 2025. Pendapatan tumbuh single digit, tetapi laba melonjak 12,2%.
Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin, (9/2/2026), PT Indosat Tbk meraup pendapatan Rp 56,51 triliun pada 2025. Pendapatan naik 1,1% dari periode sama tahun sebelumnya Rp 55,88 triliun.
Advertisement
Perseroan menyebutkan layanan seluler, layanan multimedia, komunikasi data, dan internet (midi) serta telekomunikasi tetap milik perusahaan masing-masing memberikan kontribusi 83,8%, 14,8% dan 1,4% terhadap pendapatan konsolidasian perseroan.
Pendapatan dari seluler tumbuh 0,7% menjadi Rp 47,35 triliun dari periode sama tahun sebelumnya Rp 47,03 triliun, layanan MIDI naik 4,5% menjadi Rp 8,34 triliun dari periode 2024 sebesar Rp 7.98 triliun. Sementara itu, pendapatan telekomunikasi tetap susut 5,4% menjadi Rp 817,6 miliar.
Perseroan mencatat kenaikan beban 0,4% menjadi Rp 45,24 triliun dari periode sama tahun sebelumnya Rp 45,04 triliun.
"Kenaikan ini terutama disebabkan oleh kenaikan beban penyelenggaraan jasa, penyusunan dan amortisasi, beban umum dan administrasi yang diimbangi dengan penurunan beban karyawan, beban pemasaran dan kenaikan penghasilan (beban) operasional lain-lain,” demikian seperti dikutip.
Laba operasi naik 4% menjadi Rp 11,27 triliun dari 2024 sebesar Rp 10,83 triliun.
Sementara itu, beban lain-lain-bersih turun 2,8% menjadi Rp 3,99 triliun dari periode sama tahun sebelumnya Rp 4,10 triliun. “Hal ini disebabkan penurunan biaya keuangan dan kenaikan keuntungan selisih kurs bersih yang diimbangi oleh penurunan penghasilan bunga,” demikian seperti dikutip.
Perseroan membukukan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk naik 12,2% menjadi Rp 5,50 triliun dari periode sama tahun sebelumnya Rp 4,91 triliun.
Hal itu terutama disebabkan kenaikan pendapatan, penurunan beban karyawan, pemasaran, beban lain-lain bersih dan kenaikan penghasilan (beban) operasional lain-lain bersih yang diimbangi oleh kenaikan beban penyelenggaraan jasa, umum, administrasi, penyusutan dan amortisasi.
Aset Indosat
Perseroan mencatat earning before interest, tax, depreciation and amortization (EBITDA) naik 0,8% menjadi Rp 26,59 triliun dari periode sama tahun sebelumnya Rp 26,37 triliun.
Aset perseroan naik 3,7% menjadi Rp 118,62 triliun dari periode sama tahun sebelumnya Rp 114,38 triliun. Liabilitas bertambah 1,8% menjadi Rp 79,12 triliun dari 2024 sebesar Rp 77,73 triliun.
Perseroan mencatat ekuitas naik 7,8% menjadi Rp 39,50 triliun pada 2025 dari 2024 sebesar Rp 36,65 triliun.
Sepanjang 2025, perseroan merealisasikan belanja modal sebesar Rp 13,28 triliun. “Sekitar 78,6% dari pengeluaran modal ini dialokasikan untuk bisnis selular untuk mendukung permintaan layanan dana dan sisanya dialokasikan pada pengeluaran modal untuk MIDI dan telekomunikasi tetap,” demikian seperti dikutip.
Utang Perseroan
Per 31 Desember 2025, perusaaan memiliki utang pokok (tidak termasuk biaya transaksi yang belum diamortisasi dan liabilitas sewa) sebesar Rp 15,39 triliun. Posisi kas perusahaan per 31 Desember 2025 sebesar Rp 5,07 triliun dengan utan bersih Rp 10,31 triliun.
Adapun total utang jatuh tempo dalam kurun waktu 12 bulan, perusahaan memiliki utang yang jatuh tempo sebesar Rp 3,65 triliun. Perseroan mengatakan, jatuh tempo rata-rata utang adalah 2,1 tahun pada 31 Desember 2025.
Adapun ARPU seluler gabungan meningkat 10,5% QoQ pada kuartal 4 2025 menjadi Rp44 ribu, sehingga rata-rata pada 2025 mencapai Rp 40 ribu, naik 6,4% dibandingkan periode yang sama pada 2024. Basis pelanggan tetap stabil pada 2025 di angka 94 juta. Trafik data naik sebesar 9,2% menjadi 17,655 PB seiring dengan pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia dengan Indosat beperan dalam memberdayakan masyarakat Indonesia dalam dunia digital.