Megawati Tiba di Riyadh, Bakal Terima Gelar Doktor Kehormatan ke-11 dan Jalani Umrah

Megawati mendarat di Royal Terminal, King Khalid International Airport, didampingi putranya M. Prananda Prabowo beserta istri, Nancy Prananda.

oleh Tim NewsDiterbitkan 08 Februari 2026, 19:32 WIB
Presiden Kelima RI yang juga Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri tiba di Riyadh, Arab Saudi, Minggu (8/2/2026) siang waktu setempat (Istimewa)

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Kelima RI yang juga Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri tiba di Riyadh, Arab Saudi, Minggu (8/2/2026) siang waktu setempat, setelah menuntaskan seluruh rangkaian kegiatannya di Uni Emirat Arab.

Megawati mendarat di Royal Terminal, King Khalid International Airport, didampingi putranya M. Prananda Prabowo beserta istri, Nancy Prananda.

Kedatangannya disambut Duta Besar RI untuk Kerajaan Arab Saudi Abdul Aziz Ahmad, Atase Pertahanan RI di Riyadh Brigjen TNI Eri Nasuhi, serta Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Luar Negeri Ahmad Basarah.

Sementara itu, putrinya yang juga Ketua DPR RI Puan Maharani telah lebih dahulu tiba di Riyadh.

Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Luar Negeri Ahmad Basarah menjelaskan, Megawati akan menghadiri penganugerahan Gelar Doctor Honoris Causa (HC) dari Princess Nourah Bint Abdulrahman University (PNU) Riyadh pada 9 Februari 2026.

Dalam kesempatan tersebut, Megawati akan menyampaikan orasi ilmiah bertajuk “Pemberdayaan Perempuan dalam Pemerintahan Negara.”

Gelar tersebut menjadi doktor kehormatan ke-11 yang diterima Megawati. Sebelumnya, ia telah memperoleh 10 gelar doktor kehormatan dari berbagai universitas di dalam dan luar negeri, serta tiga gelar profesor kehormatan.

Basarah menyebut, penghargaan dari PNU yang dikenal sebagai universitas perempuan terbesar di dunia merupakan bentuk pengakuan global atas pengabdian Megawati di bidang politik, kemanusiaan, dan demokrasi.

“Ini sebagai apresiasi atas upaya luar biasanya sebagai presiden perempuan pertama Republik Indonesia periode 2001–2004, serta kontribusinya dalam memperkuat hubungan internasional dan demokrasi. Ibu Megawati menjadi tokoh pertama di dunia di luar warga Arab Saudi yang menerima gelar tersebut,” ujar Basarah dalam keterangannya, Minggu (8/2).

Menurutnya, penganugerahan ini diharapkan menjadi inspirasi bagi dunia Islam terkait peran dan emansipasi perempuan dalam kepemimpinan negara.

“Saya kira ini bisa menjadi referensi bagaimana perempuan di negara dengan mayoritas penduduk Muslim terbesar di dunia dapat menjadi presiden dan menjadi role model bagi negara-negara Islam lainnya dalam menempatkan perempuan pada hak yang setara dengan laki-laki,” jelasnya.

 

Gelar Sebelumnya

Sebelum menerima gelar dari PNU, Megawati telah memperoleh doktor kehormatan dari sejumlah universitas, antara lain Waseda University (Jepang), MGIMO (Rusia), Korea Maritime and Ocean University (Korea Selatan), Universitas Padjadjaran, Universitas Negeri Padang, Mokpo National University (Korea Selatan), IPDN, Fujian Normal University (Tiongkok), Soka University (Jepang), serta Universiti Tunku Abdul Rahman (Malaysia).

Adapun tiga gelar profesor kehormatan yang diterimanya berasal dari Universitas Pertahanan RI, Seoul Institute of the Arts (Korea Selatan), dan Silk Road International University of Tourism and Cultural Heritage (Uzbekistan).

Menutup rangkaian kegiatan di Arab Saudi, Megawati bersama keluarga dan rombongan dijadwalkan melaksanakan ibadah umrah. Basarah menyampaikan, selain mendoakan keluarga yang telah wafat, Megawati juga akan memanjatkan doa untuk keselamatan bangsa dan rakyat Indonesia.

“Mudah-mudahan lawatan luar negeri yang ditutup dengan ibadah umrah itu menjadi berkah bagi keluarga besar Ibu Megawati Soekarnoputri dan kita semua dalam menyambut Ramadan,” tutup Basarah.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya