Liputan6.com, Jakarta - Manajemen PT Tripar Multivision Plus Tbk (RAAM) mengumumkan pengunduran diri direktur utama dan komisaris perseroan yakni Ario Bayu Wicaksono dan Gita Rusmida Sjahrir.
Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Minggu, (8/2/2026), PT Tripar Multivision Plus Tbk mengumumkan telah menerima surat pengunduran diri dari Ario Bayu Wicaksono selaku Direktur Utama Perseroan.
Advertisement
Selain itu, perseroan juga telah menerima surat pengunduran diri Gita Rusmida Sjahris selaku Komisaris Independen Perseroan. Adapun pengunduran diri direksi dan komisaris itu dengan alasan pertimbangan pribadi.
“Sehubungan dengan hal tersebut, pengunduran diri dimaksud akan berlaku efektif setelah memperoleh persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan perseroan yang akan diselenggarakan dalam jangka waktu paling lambat 90 hari sejak diterimanya surat pengunduran diri tersebut, sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” tulis Direktur PT Tripar Multivision Plus Tbk, Vikas Chand Sharma.
Adapun Ario Bayu diangkat sebagai Direktur Utama PT Tripar Multivision Plus Tbk dan Gita Sjahrir sebagai Komisar Independen perseroan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Selasa, 24 Juni 2025.
Penambahan dua sosok ini dinilai mencerminkan komitmen Perseroan dalam memadukan kepemimpinan kreatif dengan tata kelola strategis, seiring perusahaan melanjutkan ekspansi dalam produksi film, konten digital dan operasional bioskop di Indonesia dan kawasan regional lebih luas.
Komisaris Perseroan, Raam Punjabi menuturkan, restrukturisasi direksi dan dewan komisaris selaras dengan visi RAAM untuk pertumbuhan jangka panjang yang berkelanjutan.
"Kami percaya bahwa kepemimpinan baru ini akan meningkatkan nilai bagi pemegang saham dan memposisikan bisnis untuk ekspansi jangka panjang,” kata Raam seperti dikutip dari keterangan resmi dalam keterbukaan informasi BEI, ditulis Kamis, 25 Juni 2025.
Berdasarkan data RTI, harga saham RAAM ditutup melemah 2,7% ke posisi Rp 216 per saham. Harga saham RAAM dibuka stagnan di posisi Rp 222 per saham. Saham RAAM berada di level tertinggi Rp 222 dan terendah Rp 210 per saham. Total frekuensi perdagangan 183 kali dengan volume perdagangan 8.798 saham. Nilai transaksi Rp 191,4 juta.
Ario Bayu Didapuk sebagai Direktur Utama RAAM
Sebelumnya, PT Tripar Multivision Plus Tbk (RAAM), salah satu perusahaan hiburan terintegrasi di Indonesia memutuskan mengangkat Ario Bayu sebagai Direktur Utama dan Gita Sjahrir sebagai Komisaris Independen.
Keputusan itu telah disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada Selasa, 24 Juni 2025. Penambahan dua sosok ini dinilai mencerminkan komitmen Perseroan dalam memadukan kepemimpinan kreatif dengan tata kelola strategis, seiring perusahaan melanjutkan ekspansi dalam produksi film, konten digital dan operasional bioskop di Indonesia dan kawasan regional lebih luas.
Komisaris Perseroan, Raam Punjabi menuturkan, restrukturisasi direksi dan dewan komisaris selaras dengan visi RAAM untuk pertumbuhan jangka panjang yang berkelanjutan.
"Kami percaya bahwa kepemimpinan baru ini akan meningkatkan nilai bagi pemegang saham dan memposisikan bisnis untuk ekspansi jangka panjang,” kata Raam seperti dikutip dari keterangan resmi dalam keterbukaan informasi BEI, ditulis Kamis (25/6/2025).
Dengan pengalaman lebih dari dua dekade dalam bidang akting, produksi dan kepemimpinan eksekutif, Ario Bayu membawa perpaduan dinamis antara visi artistik dan strategi operasional ke dalam tubuh RAAM. Dikenal luas melalui perannya dalam film Soekarno, Sultan Agung, Java Heat, serta serial Netflix Gadis Kretek, Bayu juga telah memegang berbagai posisi kepemimpinan penting di sejumlah bisnis, termasuk sebagai CEO PT Indokaria Nusantara Sejahtera dan Presiden Komisaris PT Market Laut Indonesia.
Saat ini menjabat sebagai Ketua Komite Festival Film Indonesia (FFI) pada 2024-2026, Ario Bayu memainkan peran penting dalam memajukan industri perfilman nasional. Pengangkatannya sebagai direktur utama menempatkan RAAM dalam posisi strategis untuk mendorong inovasi dalam penciptaan konten, memperluas jangkauan regional dan memperkuat kemitraan dengan berbagai platform global.
Komisaris Independen Perseroan
Pada RUPST yang sama, perusahaan juga mengusulkan pengangkatan Gita Sjahrir sebagai komisaris independen. Hal ini untuk memanfaatkan keahliaan yang mendalam dalam bidang investasi, kewirausahaan dan praktik bisnis berkelanjutan.
Sebelumnya, ia menjabat sebagai Kepala Investasi di BNI Ventures dan Penasihat Khusus di Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi. Saat ini, ia duduk di Komite Investasi Australian Development Investment Fund dan juga menjabat sebagai komisaris independent di beberapa perusahaan terbuka lainnya.