Status Tanggap Darurat Longsor Cisarua Dicabut: Total 94 Bodypack Ditemukan, 74 Teridentifikasi

Pemerintah Kabupaten Bandung Barat (KBB) mencabut status tanggap darurat bencana longsor di Pasirlangu, Cisarua, Kabupaten Bandung Barat per 6 Februari 2026.

oleh Dikdik RipaldiDiterbitkan 08 Februari 2026, 08:12 WIB
Status Tanggap Darurat Longsor Cisarua Bandung Barat Dicabut. (Dok. Basarnas)

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah Kabupaten Bandung Barat (KBB) telah mencabut status tanggap darurat bencana longsor di Pasirlangu, Cisarua, Kabupaten Bandung Barat per 6 Februari 2026, atau dua pekan sejak kejadian longsor pada, 24 Januari 2026.

Kepala Kantor SAR Bandung, Ade Dian Permana menyampaikan, hingga hari ke-14 Operasi SAR, Tim SAR Gabungan telah berhasil menemukan 94 bodypack, dengan 74 korban di antaranya telah teridentifikasi.

BACA JUGA: Longsor di Lembah Anai, Batu Besar Tutup Jalur Padang-Bukittinggi

“Luas area pencarian lebih kurang 15,7 hektar kondisi medan yang masih labil serta dinamika cuaca menjadi tantangan utama dan berimplikasi pada keselamatan personil,” katanya, Minggu (8/2/2026).

Dari 77 bodypack yang telah diproses identifikasi, masih terdapat 17 bodypack yang dalam proses identifikasi lanjutan oleh Tim DVI sesuai prosedur forensik yang berlaku.

Meski masa darurat bencana berakhir, operasi SAR tetap dilanjutkan secara adaptif, dengan penyesuaian personel, metode, dan area pencarian selama masih terdapat warga dalam daftar nama Dalam Pencarian (DP).

Saat ini, kata Ade, operasi penanggulangan bencana longsor tersebut memasuki masa transisi dari tanggap darurat menuju pemulihan.

Penyesuaian pola operasi dilakukan dengan tetap membuka ruang penanganan terbatas apabila ditemukan informasi atau identifikasi baru yang kredibel.

 

Faktor Cuaca

Memasuki hari ke-4, Selasa 27 Januari 2026, tim SAR gabungan terus memaksimalkan upaya pencarian dengan memperkuat sektor kerja dan berhasil mengevakuasi satu kantong jenazah. Tampak dalam foto yang dirilis oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Indonesia ini, tim penyelamat mencari korban di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Senin 26 Januari 2026. (BNPB via AP)

Selain faktor cuaca, Tim SAR gabungan diaku menghadapi sejumlah tantangan lapangan, antara lain luasnya area pencarian di setiap worksite, material longsoran yang masih jenuh sehingga membatasi pergerakan alat berat.

Selain itu, debit air yang tidak memadai untuk mendukung pencarian menggunakan peralatan alkon, serta durasi kerja di lapangan yang sangat bergantung pada kondisi cuaca.

“Berdasarkan evaluasi teknis lapangan, keselamatan dan sosial kemasyarakatan operasi SAR memasuki masa transisi dari tanggap darurat menuju pemulihan,” katanya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya