Liputan6.com, Jakarta - Otoritas kesehatan Malaysia telah memerintahkan sebuah warung makan di Seremban untuk tutup selama dua minggu setelah sebuah video beredar daring yang diduga menunjukkan seorang anggota staf membilas makanan yang sudah dimasak untuk dijual kembali keesokan harinya.
Video tersebut, yang diunggah di media sosial pada Selasa, 3 Februari 2026, melansir CNA, Sabtu, 7 Februari 2026, menunjukkan seorang pekerja mencuci makanan yang sudah dimasak, sebelum meletakkannya di atas nampan. Insiden tersebut dilaporkan dilihat sekitar pukul 12.18 pagi di belakang warung makan oleh seorang pejalan kaki.
Advertisement
Pria yang merekam video tersebut mengatakan, ia bertanya pada pekerja mengapa makanan dipisahkan dan diletakkan di atas nampan. Ia mengaku diberitahu bahwa hidangan tersebut akan dimasak ulang dan disajikan kembali keesokan harinya.
Ia menambahkan, ketika dihadapkan, rekan-rekan pekerja tersebut awalnya memberi alasan, tapi kemudian mengakui praktik tersebut, dengan alasan bahwa hal itu tidak akan memengaruhi keamanan pangan.
Pengunggah di Facebook menggambarkan tindakan tersebut sebagai "tidak etis, tidak aman, dan sangat menjijikkan." Ia mendesak pihak berwenang untuk mengambil tindakan dan masyarakat untuk membagikan rekaman tersebut guna mencegah insiden serupa.
Setelah video yang dimaksud jadi viral, direktur kesehatan negara bagian Zuraida Mohamed mengatakan pada The Star bahwa petugasnya sedang menyelidiki video tersebut. Pada Rabu, 3 Februari 2026, Departemen Kesehatan Negeri Sembilan mengatakan dalam sebuah pernyataan, mereka telah memerintahkan restoran tersebut tutup selama dua minggu.
Pemilik Warung Makan Didenda
Pemilik warung makan tersebut juga dikenai denda karena membahayakan keamanan pangan dan praktik tidak higienis berdasarkan Peraturan Kebersihan Pangan Malaysia 2009, lapor The Star. Media lain, Rakyat Post, mengatakan denda tersebut sebesar 750 ringgit (sekitar Rp 3,2 juta).
Berdasarkan Pasal 11 Undang-Undang Pangan Malaysia 1983, penutupan warung makan itu akan berlaku hingga 17 Februari 2026. Sayangnya, praktik dinilai tidak higienis oleh sebuah rumah makan juga pernah dilaporkan di Indonesia.
Pada 2024, publik dibuat tidak habis pikir mendapati seorang perempuan, diduga sebagai staf sebuah tempat makan di Palembang, Sumatra Selatan, yang mencuci piring dengan air penuh sampah. Klip yang diunggah akun TikTok @noname_27277, 26 November 2024, itu memperlihatkan seorang perempuan berbaju merah berjongkok di depan baskom penuh piring dan gelas kotor.
Air Penuh Sampah
Setelah membuang apa yang terlihat seperti sisa makanan ke air penuh sampah di sampingnya, ia dengan ringan tangan mengambil air dari tempat yang sama menggunakan gayung. Rekaman itu tampaknya diambil dari atas, membuat gerak-gerik perempuan tersebut terlihat cukup jelas.
Isu higienitas di warung makan juga sempat bikin heboh. Pada 2022, sebuah video TikTok yang viral jadi pengingat lain untuk selalu memperhatikan segala sesuatunya sebelum membeli makanan, tidak terkecuali nasi goreng.
Di video berdurasi 32 detik, pemilik akun @pempesyultuu ini menuliskan bahwa tempat sambal penjual nasi goreng yang dibelinya berjamur. Dalam rekaman, ia tampak mengonfrontasi masalah tersebut ke penjual. "Soalnya basi gitu (rasa nasi goreng pesanannya). Pakai bumbu yang mana tadi? Yang ini ya?" kata si pemilik akun, mengarahkan video ke arah tempat sambal.
Tempat Sambal Diduga Berjamur
Setelah tutup wadah tersebut dibuka, si pemilik akun bertanya, "Ini bukan jamur? Itu yang di pinggir-pinggirnya?" "Tempatnya enggak dicuci ya?" ia melanjutkan, yang dijawab si penjual dengan "bekas lombok (cabai)." "Hati-hati kalau jajan," tulisnya sebagai keterangan unggahan video singkat tersebut.
Di kolom komentar, si pemilik akun menjelaskan bahwa ia dan teman-temannya tidak jadi makan di sana. "Ibunya juga marah dan bilang enggak usah dibayar, jadi kita langsung pulang," tulisnya.
Yang juga jadi sorotan dalam video, yakni diduga jamur di dalam tempat sambal itu justru diambil dan dicampurkan ke dalam sambal merah yang ditaruh di sana. "Dicongkel, nangis banget," komentar seorang warganet.