Liputan6.com, Jakarta - Suasana penuh sukacita, kekhidmatan, dan nuansa kekeluargaan mewarnai Perayaan Natal, Tahun Baru, dan Kunci Taong Kerukunan Keluarga Kawanua (KKK) yang digelar di Gedung Balai Samudera, Kelapa Gading, Jakarta Utara, pada 31 Januari 2026. Ribuan warga Kawanua dari berbagai wilayah Jabodetabek hadir memadati lokasi acara, menunjukkan antusiasme tinggi dalam merayakan momen kebersamaan tahunan tersebut.
Perayaan ini tidak hanya menjadi agenda keagamaan, tetapi juga wadah silaturahmi lintas generasi masyarakat Kawanua di tanah perantauan. Kegiatan tersebut sekaligus memperkuat identitas budaya serta semangat persaudaraan antarwarga Kawanua.
Advertisement
“Perayaan Natal dan Kunci Taong ini bukan sekadar seremoni, tetapi momentum mempererat persaudaraan dan menjaga kebersamaan warga Kawanua di perantauan,” ujar Bendahara Panitia, Erwin Karouw, dalam keterangan diterima.
Perayaan tahun ini mengusung tema nasional PGI–KWI “Allah Hadir untuk Menyelamatkan Keluarga.” Tema tersebut menjadi refleksi penting tentang peran keluarga sebagai fondasi iman, nilai kebersamaan, serta solidaritas sosial, khususnya bagi masyarakat Kawanua yang hidup jauh dari kampung halaman.
Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, panitia terlebih dahulu menggelar aksi sosial berupa pemberian santunan kepada anak-anak yatim piatu di Panti Asuhan Pondok Kasih Agape, Jakarta Utara. Kegiatan tersebut mencerminkan semangat Natal yang diwujudkan melalui kepedulian nyata terhadap sesama.
Menurut Erwin, kegiatan sosial menjadi bagian tak terpisahkan dari makna Natal. “Kami ingin nilai iman, budaya, dan kepedulian sosial berjalan seiring, sehingga perayaan ini memberi dampak positif bagi masyarakat,” katanya.
Puncak acara diisi dengan ibadah Natal yang dikemas secara kreatif melalui konsep teatrikal naratif yang dirancang oleh Pdt. Johny Alexander Lontoh. Ibadah tersebut mengangkat refleksi perjalanan iman manusia, mulai dari penciptaan, dinamika kehidupan keluarga, hingga ajakan hidup dalam terang kasih Tuhan.
Nuansa budaya Kawanua semakin terasa melalui berbagai penampilan seni tradisional seperti Tari Kabasaran, Kolintang, Makaruyen, dan Masamper. Selain menjadi hiburan, pertunjukan tersebut juga berfungsi sebagai upaya pelestarian budaya agar tetap dikenal oleh generasi muda.
Suasana ibadah semakin khidmat melalui pujian dari gabungan Nafiri Choir dan GP Choir yang diiringi musik dari GPIB Paulus Jakarta. Harmoni musik dan vokal menghadirkan nuansa spiritual yang mendalam sekaligus memperkuat rasa kebersamaan di antara para peserta.
Acara juga dimeriahkan oleh kehadiran sejumlah artis berdarah Kawanua, seperti Dirly Sompie, Randy Lapian, Angel Punaji, serta penampilan khusus dari Tony Wenas. Kehadiran mereka menambah semarak perayaan sekaligus menunjukkan dukungan terhadap kegiatan komunitas Kawanua.
Dihadiri Sejumlah Tokoh
Selain itu, sejumlah tokoh nasional dan daerah juga tampak hadir, di antaranya Gubernur Sulawesi Utara Mayjen TNI (Purn.) Yulius Selvanus, S.E., Direktur Utama Garuda Indonesia Letjen TNI (Purn.) Glenny Kahuripan, Direktur Utama PT Freeport Indonesia Tony Wenas, serta tokoh-tokoh nasional seperti Theo Sambuaga, E.E. Mangindaan, Jan Maringka, dan Johni Lumintang. Ketua Umum KKK Angelica Tengker turut hadir bersama jajaran pengurus.
Menutup pernyataannya, Erwin Karouw kembali menekankan pentingnya menjaga persatuan dan identitas budaya.
“Kebersamaan seperti inilah yang menjaga identitas Kawanua tetap kuat dan menjadi jembatan silaturahmi lintas generasi di mana pun kita berada,” tuturnya.