Liputan6.com, Washington D.C - Kongres AS mendengar kesaksian emosional dari keluarga Renée Good, wanita yang ditembak mati oleh seorang agen Imigrasi dan Bea Cukai AS (ICE) di Minneapolis bulan lalu. Dua kakak laki-laki korban menyerukan agar pemerintah mengekang operasi imigrasi agresif yang mereka sebut telah mengubah kehidupan banyak orang.
“Kejadian ini bukan sekadar hari buruk atau insiden terisolasi,” kata Luke Ganger, salah satu kakak korban, saat berbicara di Capitol Hill. “Pertemuan dengan agen federal seperti ini mengubah banyak kehidupan, termasuk kehidupan kami selamanya.”
Advertisement
Acara yang digelar oleh Demokrat Kongres itu tidak dihadiri anggota Republik. Para kakak korban menekankan bahwa kematian Good hanyalah puncak dari pola penyalahgunaan yang dilakukan oleh agen federal, dikutip dari New York Times, Sabtu (7/2/2026).
Ketegangan terkait imigrasi sempat memicu penutupan pemerintah awal pekan ini, yang baru berakhir setelah DPR secara tipis mengesahkan rancangan anggaran. Namun, dana untuk Departemen Keamanan Dalam Negeri—termasuk ICE—baru dijamin hingga pekan depan. Demokrat menuntut adanya pembatasan baru, termasuk investigasi independen wajib setelah insiden penembakan oleh agen federal.
Di lapangan, keberadaan ribuan agen federal telah mengguncang Twin Cities. Pejabat Minneapolis memperkirakan kerugian mencapai US$20 juta per minggu karena hotel, restoran, dan toko-toko mengalami penurunan penjualan, terutama yang melayani komunitas imigran. Seorang pemilik toko kelontong melaporkan kehilangan separuh karyawannya karena takut datang bekerja, sehingga ia kini harus mengunci pintu toko.
Gubernur Minnesota Tim Walz mengatakan operasi ICE berdampak parah pada anak-anak. Ia menyebut kekhawatiran atas anak-anak yang ikut terseret dalam penangkapan, merujuk pada kasus lima tahun Liam Conejo Ramos, yang difoto mengenakan ransel Spider-Man saat ditahan bersama ayahnya.
“Saya meminta jawaban jelas mengenai jumlah anak-anak yang ditahan di pusat federal, di mana mereka berada, dan hak proses hukum mereka,” kata Walz.
Pemerintah Trump membantah menargetkan sekolah, dengan menyatakan operasi difokuskan pada penangkapan kriminal. Namun banyak keluarga tetap waspada. Beberapa anak kini membawa paspor mereka ke sekolah sebagai bentuk perlindungan simbolis.
Krisis Perumahan AS: Kongres Dorong Standarisasi dan Stimulus Konstruksi
Di Capitol Hill, momentum bipartisan tengah dibangun untuk mengatasi krisis perumahan nasional, di mana kekurangan hingga tujuh juta unit rumah telah mendorong harga naik sekitar 50 persen dalam lima tahun terakhir.
Senat telah menyetujui paket undang-undang fokus perumahan musim gugur lalu, sementara DPR diperkirakan akan memberikan suara pekan depan. Rencana legislatif ini mencakup penetapan kode bangunan nasional, dukungan untuk rumah modular dan manufaktur, serta subsidi perbaikan rumah lama bagi warga berpenghasilan rendah dan pemilik rumah skala kecil.
“Republikan, Demokrat, dan independen sepakat: harga rumah terlalu tinggi, pasokan terlalu rendah, dan regulasi terlalu banyak,” kata Senator Tim Scott.