LRT Jakarta Diproyeksikan Kurangi Emisi Hingga 2,9 Juta Ton CO₂e

LRT Jakarta dinilai sebagai bagian dari sistem transportasi terintegrasi.

oleh Winda NelfiraDiterbitkan 07 Februari 2026, 10:34 WIB
LRT Jakarta Fase 1A dan 1B/Dok. Jakpro

Liputan6.com, Jakarta - PT Jakarta Propertindo (Perseroda) atau Jakpro menyatakan pengoperasian LRT Jakarta Fase 1A dan 1B diproyeksikan bakal mampu mengurangi emisi karbon hingga 2.927.250 ton CO₂e. Penurunan emisi ini diyakini bisa tercapai karena beralihnya penggunaan kendaraan pribadi ke transportasi massal berbasis listrik.

“Secara kumulatif, pengoperasian LRT Jakarta Fase 1A dan 1B diproyeksikan mampu mengurangi emisi hingga 2.927.250 ton CO₂e, melalui penurunan emisi karbon per penumpang per kilometer dibandingkan penggunaan kendaraan pribadi,” kata Direktur Teknik dan Pengembangan Jakpro, Dian Takdir dalam keterangan tertulis, diterima Sabtu (7/2/2026).

Selain mendukung upaya pengurangan emisi, Jakpro juga mengembangkan LRT Jakarta sebagai bagian dari sistem transportasi terintegrasi. Salah satunya melalui pembangunan Stasiun Manggarai LRT Jakarta Fase 1B rute Velodrome–Manggarai, yang dirancang terhubung dengan berbagai moda transportasi utama, seperti KRL Commuter Line, KA Bandara, dan TransJakarta.

Dian menyampaikan, integrasi antarmoda tersebut diharapkan mampu mendorong pergerakan aktivitas masyarakat dan ekonomi lokal secara lebih optimal. Akses yang semakin baik diyakini dapat membuka peluang usaha, meningkatkan produktivitas, serta memperkuat nilai ekonomi kawasan Manggarai tanpa mengubah karakter sosial dan aktivitas warganya.

Dorong Mobilitas dan Ekonomi Warga

Jakpro menilai pengembangan kawasan Manggarai tidak hanya berfokus pada penyediaan infrastruktur transportasi, tetapi juga pada pengembangan kawasan berbasis Transit Oriented Development (TOD) yang terintegrasi, inklusif, dan berorientasi pada peningkatan aktivitas serta nilai ekonomi masyarakat.

“Melalui integrasi antarmoda ini, kami berharap mobilitas masyarakat semakin mudah dan pada saat yang sama mampu mendorong peningkatan aktivitas serta nilai ekonomi warga Manggarai dan sekitarnya,” ujarnya.

Dian berujar, sebagai salah satu langkah dalam pengembangan kawasan berbasis TOD tersebut, Jakpro telah menjajaki kerja sama dengan PT Pasaraya Tosersajaya pada Desember 2025. Penjajakan ini masih berada pada tahap awal, yang meliputi inventarisasi potensi, penyusunan kajian, serta perumusan skema kerja sama yang optimal.

“Sejalan dengan kebijakan pembangunan di bawah kepemimpinan Gubernur DKI JakartaPramono Anung, pengembangan Stasiun Manggarai LRT Jakarta merupakan bagian dari upaya mewujudkan Jakarta sebagai kota global yang terkoneksi, berkelanjutan, dan inklusif, serta mendukung pemerataan manfaat pembangunan bagi masyarakat,” katanya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya