Harga Bitcoin Jatuh 50% dari Posisi Puncak Oktober 2025

Harga bitcoin (BTC) masih tertekan pada perdagangan Jumat, (6/2/2026). Berikut ulasannya.

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 06 Februari 2026, 18:14 WIB
Harga kripto jajaran teratas termasuk harga bitcoin (BTC) masih bergerak di zona merah pada Jumat (6/2/2026). (Foto: Kanchanara/Unsplash)

Liputan6.com, Jakarta - Harga kripto jajaran teratas termasuk harga bitcoin (BTC) masih bergerak di zona merah pada Jumat (6/2/2026). Bahkan, harga bitcoin turun signifikan dari posisi puncak tertinggi di USD 126.199 pada Oktober 2025.

Mengutip Coinmarketcap.com, harga bitcoin (BTC) turun 6,76% dalam 24 jam terakhir. Selama sepekan terakhir, harga bitcoin anjlok 20,28%. Saat ini, harga bitcoin berada di posisi USD 65.868 atau Rp 1,11 miliar (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah di kisaran 16.870).

Demikian juga harga Ethereum berada di zona merah. Koreksi harga Ethereum turun lebih dalam. Harga Ethereum susut 7,83% dalam 24 jam terakhir. Selama sepekan terakhir, harga Ethereum terperosok 29,55%. Kini, harga Ethereum berada di posisi USD 1.924 atau Rp 32,45 juta.

Kapitalisasi pasar kripto turun 6,55% menjadi USD 2,27 triliun atau Rp 38.293 triliun.

Financial Expert Ajaib, Panji Yudha menuturkan, harga bitcoin (BTC) mengalami guncangan hebat dengan ke level USD 60.000, berdasarkan data aplikasi Ajaib Alpha.

Ia menuturkan, penurunan ini menandai pertama kalinya harga bitcoin berada di bawah level USD 70.000 sejak pemilihan umum (pemilu) Amerika Serikat November 2024, sekaligus menghapus seluruh keuntungan yang diraih sejak periode itu.

“Secara akumulatif, bitcoin kini telah merosot lebih dari 50% dari puncak tertingginya di USD 126/199 pada Oktober tahun lalu,” ujar dia dalam keterangan resmi.

 

 

Ia mengatakan, hal ini kontras dengan emas yang naik 24% sejak Oktober, koreksi kripto pekan ini dipercepat oleh aksi jual di pasar saham akiabt kekhawatiran dampak artificial intelligence (AI) pada perusahaan teknologi.

“Kondisi pasar yang memburuk memicu gelombang likuidasi terdahsyat dengan total nilai USD 2,22 miliar dalam 24 jam terakhir. Tekanan jual yang ekstrem ini didominasi oleh likuidasi posisi long sebesar USD 1,95 miliar, sementara posisi short menyumbang $274,27 juta,” kata dia.

Aksi Insitusi dan Tokoh Besar

Di tengah tren bearish ini, institusi dan tokoh besar mulai menyesuaikan posisinya antara lain:

  • World Liberty Financial: Perusahaan yang terkait dengan Trump menjual 5 juta dolar AS Bitcoin saat harga menyentuh level USD 69.000, tetapi  masih menyimpan sekitar USD 18 juta dalam portofolionya.
  • Vitalik Buterin: Pendiri Ethereum terpantau menjual 2.961 ETH senilai USD 6,6 juta dalam tiga hari sebagai bagian dari rencana penarikan bertahap untuk mendukung teknologi privasi dan perangkat keras terbuka.
  • Outflow ETF: ETF Bitcoin spot mencatatkan arus keluar harian sebesar USD 545 juta, yang menyeret aliran mingguan menjadi negatif USD 255 juta. 

Pasar kripto secara keseluruhan merosot dengan total kapitalisasi pasar turun 20% menjadi USD 2,5 triliun, Tether ($USDT) justru mencatatkan rekor pertumbuhan. Kapitalisasi pasar USDt melonjak ke angka USD 187,3 miliar pada kuartal empat 2025 dengan cadangan total mencapai USD 192,9 miliar.

Dominasi Tether semakin kuat dengan kepemilikan surat utang AS (US Treasury) sebesar USD 141,6 miliar, menempatkan Tether sebagai salah satu pemegang obligasi AS terbesar secara global di atas beberapa negara berdaulat.

“Hari ini, Bitcoin berpotensi bergerak di sekitar USD 62.000 – USD 65.000. Ethereum berpotensi bergerak di sekitar USD 1.800 – USD 2.000,” ujar dia.

 

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya