Polandia Buka Analisis Dokumen Epstein, Selidiki Jejak Dugaan Kejahatan Seksual

Pemerintah Polandia dilaporkan akan membentuk tim khusus untuk menganalisis dokumen Epstein.

oleh Teddy Tri Setio BertyDiterbitkan 06 Februari 2026, 12:25 WIB
Ilustrasi bendera Polandia (AFP)

Liputan6.com, Warsawa - Perdana Menteri Polandia Donald Tusk menyatakan pemerintahannya akan menelaah dokumen-dokumen Jeffrey Epstein yang baru-baru ini dipublikasikan oleh otoritas Amerika Serikat.

Hal ini dilakukan guna menelusuri kemungkinan adanya korban warga negara Polandia. Langkah tersebut diambil menyusul munculnya sejumlah rujukan terkait Polandia dalam berkas perkara Epstein, dikutip dari laman AP News, Jumat (6/2/2026).

“Kita tidak bisa memperlakukan enteng kasus yang melibatkan dugaan pelecehan terhadap anak-anak Polandia oleh jaringan pedofil dan penyelenggara lingkaran kejahatan ini, yakni Tuan Epstein,” ujar Tusk, merujuk pada pengusaha AS yang meninggal dunia pada 2019 saat menunggu persidangan atas tuduhan pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur.

Epstein diketahui memiliki jaringan luas dan dibantu oleh orang kepercayaannya, Ghislaine Maxwell, yang telah dijatuhi hukuman penjara karena merekrut gadis-gadis muda untuk dilecehkan oleh Epstein. Meski demikian, otoritas AS tidak pernah secara resmi mendakwa Epstein atas tuduhan menjalankan jaringan pedofil dan menyatakan tidak menemukan cukup bukti untuk menjerat pihak lain dalam kasus tersebut.

Berbicara kepada wartawan usai rapat kabinet pada Selasa, Tusk mengatakan kemungkinan adanya korban asal Polandia membuat pemerintah berkewajiban menyelidiki lebih dari tiga juta halaman dokumen, rekaman video, dan foto yang dirilis pekan lalu oleh Departemen Kehakiman AS.

Menurut Tusk, meskipun nama Polandia muncul dalam berkas-berkas tersebut, hingga kini belum ditemukan kaitan langsung dengan tokoh politik terkemuka Polandia maupun bukti eksplisit mengenai kasus pelecehan yang melibatkan warga negara Polandia. Namun, ia mengungkap adanya informasi yang mengarah pada individu di Krakow, Polandia selatan, yang diduga memberi tahu Epstein tentang keberadaan sekelompok “perempuan atau gadis” untuknya.

“Ada sejumlah petunjuk lain dengan pola serupa,” kata Tusk, tanpa merinci lebih jauh.

 

Pembentukan Tim Khusus

Pemerintah Polandia, lanjut Tusk, akan membentuk tim khusus untuk menganalisis dokumen-dokumen tersebut. Tim itu akan berada di bawah koordinasi Menteri Kehakiman serta menteri yang membawahi dinas intelijen. Jika diperlukan, penyelidikan formal akan dibuka dan Polandia akan mengajukan permintaan tambahan dokumen kepada pihak Amerika Serikat.

Selain itu, Tusk juga menyatakan keinginannya agar diselidiki kemungkinan hubungan Epstein dengan dinas rahasia Rusia. Meski demikian, ia tidak memaparkan bukti konkret yang mendasari kecurigaannya.

“Sejauh ini terdapat lebih dari 1.000 dokumen dalam berkas yang dipublikasikan yang secara langsung menyebut Vladimir Putin,” ujar Tusk.

Nama Presiden Rusia tersebut memang tercantum sekitar 1.000 kali dalam dokumen yang dirilis Departemen Kehakiman AS. Namun, sebagian besar rujukan itu berupa artikel atau ringkasan berita yang dibagikan pihak lain dan tidak berkaitan langsung dengan penyelidikan Epstein. Nama Putin juga sesekali muncul dalam korespondensi pribadi Epstein, umumnya dalam konteks diskusi mengenai dampak kebijakan Rusia terhadap keuangan global.

Langkah Polandia ini sejalan dengan negara-negara Baltik. Pada hari yang sama, Latvia dan Lithuania juga mengumumkan pembukaan penyelidikan atas berkas Epstein. Hingga berita ini diturunkan, Kedutaan Besar Rusia di Warsawa serta Kementerian Luar Negeri Rusia belum memberikan tanggapan atas permintaan komentar.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terbaru

    Berita Terkini Selengkapnya