Liputan6.com, Oslo - Kepolisian Norwegia membuka penyelidikan korupsi terhadap mantan Perdana Menteri Thorbjorn Jagland terkait dugaan hubungannya dengan mendiang terpidana kejahatan seksual asal Amerika Serikat, Jeffrey Epstein. Penyelidikan ini dilakukan menyusul analisis terhadap berkas-berkas Epstein yang baru dirilis di Amerika Serikat.
Unit khusus kepolisian Norwegia, Okokrim, menyatakan pria berusia 75 tahun itu dicurigai terlibat dalam kasus “korupsi berat”. Polisi telah mengajukan permintaan kepada Kementerian Luar Negeri Norwegia agar kekebalan hukum Jagland dicabut, mengingat statusnya di masa lalu sebagai pejabat diplomatik senior.
Advertisement
Jagland dikenal sebagai figur penting dalam politik dan diplomasi Eropa. Ia pernah menjabat Perdana Menteri Norwegia pada 1996–1997, Sekretaris Jenderal Dewan Eropa selama satu dekade pada 2009–2019, serta Ketua Komite Nobel Norwegia pada periode 2009–2015.
Kepala Okokrim, Pål K. Lønseth, mengatakan terdapat dasar yang cukup untuk membuka penyelidikan. Menurutnya, posisi strategis yang dipegang Jagland selama periode yang tercakup dalam dokumen Epstein menjadi salah satu alasan utama langkah tersebut, dikutip dari BBC, Jumat (6/2/2026).
“Okokrim akan menyelidiki, antara lain, apakah terdapat penerimaan hadiah, perjalanan, atau pinjaman yang berkaitan dengan jabatan-jabatan yang ia emban,” kata Lønseth. Polisi menambahkan bahwa rincian lebih lanjut akan disampaikan pada tahap berikutnya penyelidikan.
Menteri Luar Negeri Norwegia, Espen Barth Eide, menegaskan pentingnya pengungkapan fakta dalam kasus ini. Ia menyatakan bahwa pemerintah Norwegia akan mengajukan permintaan kepada Dewan Eropa untuk mencabut kekebalan hukum Jagland guna memungkinkan proses hukum berjalan.
Pengacara Jagland, Anders Brosveet, menyatakan kliennya akan sepenuhnya bekerja sama dengan penyelidikan. “Berdasarkan temuan yang kami miliki sejauh ini, kami yakin terhadap hasil akhirnya,” ujarnya kepada kantor berita Reuters.
Secara terpisah, Brosveet mengatakan kepada situs berita VG Norwegia bahwa ia dan Jagland akan segera menyerahkan temuan serta dokumentasi utama yang mereka miliki kepada Okokrim.
Penyelidikan ini menempatkan salah satu tokoh paling berpengaruh dalam sejarah politik modern Norwegia di bawah sorotan hukum, di tengah dampak internasional berkelanjutan dari pengungkapan jaringan dan relasi Jeffrey Epstein.