Liputan6.com, Jakarta - Menteri Keuangan (menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa ragu total anggaran untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebesar Rp 335 triliun bakal terserap maksimal pada 2026. Oleh karenanya, ia buka kemungkinan untuk melakukan efisiensi anggaran pada program prioritas presiden tersebut.
Berkaca pada tahun lalu, Purbaya menyebut realisasi anggaran program MBG hanya terserap sekitar 72,5 persen. Padahal secara pagu tersedia itu masih jauh lebih kecil, yakni Rp 71 triliun dengan angka penyerapan sekitar Rp 51,5 triliun.
Advertisement
"Itu kan tahun lalu cuma sekitar Rp 71 triliun ya. Yang terserap kurang dari itu. Let's say kalau dua kali lipat kira-kira ya enggak sampai Rp 335 triliun lah," ujar Purbaya saat ditemui di Kawasan Industri Cikupa, Kabupaten Tangerang, Banten, Kamis (5/2/2026).
Oleh karenanya, Sang Bendahara Negara bakal melakukan evaluasi ulang terhadap alokasi anggaran MBG. Bukan tidak mungkin sebagian dananya bakal dialihkan untuk program lain.
"Jadi kita akan lihat mana yang bisa dibuat lebih efisien. Nanti kita pindahkan ke tempat lain kalau memang bisa dipindahkan. Tapi tujuannya bukan menghambat program MBG, tapi menurunkan ke arah yang lebih efisien," ungkapnya.
Purbaya pun berjanji untuk segera menindaklanjuti hal tersebut. "Minggu depan saya lihat, line per line programnya seperti apa dari MBG," kata dia.
Serap Anggaran Tercepat di 2026
Sebelumnya, Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa memprediksi program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi yang tercepat menggunakan anggarannya di awal 2026 ini. Mengingat ada perluasan penerima manfaat program tersebut.
Ia menduga Badan Gizi Nasional (BGN) sudah mulai membelanjakannya. Belum lagi, program MBG yang terus berjalan meski saat masa libur sekolah.
"MBG lah, dugaan saya MBG. Sudah belanja dia pasti, dia sudah belanja banyak," kata Purbaya usai Konferensi Pers APBN KiTa pada Januari 2026 lalu.
Ditopang Aktivitas Sekolah Kembali Berjalan
Dia melihat pelaksanaan program yang berjalan normal seiring masa sekolah yang sudah dimulai kembali. Artinya, MBG akan berjalan seperti biasa dibandingkan dengan program pemerintah lainnya.
"Tapi yang saya yakin MBG sudah duluan (belanja), sudah jalan kan sekolahnya," katanya.
Di sisi lain, pemerintah mencatat Program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah memberikan dampak signifikan terhadap perekonomian nasional. Hingga setahun berjalan, program ini tercatat telah menyerap hampir 800 ribu tenaga kerja di berbagai daerah.