Hari Kanker Sedunia 2026: Perjalanan Emosional Alika Islamadina Jadi Caregiver Ibu

Hari Kanker Sedunia 2026 mengangkat kisah Alika Islamadina saat mendampingi ibunya sebagai caregiver dan pentingnya deteksi dini kanker.

oleh Aditya Eka PrawiraDiterbitkan 05 Februari 2026, 12:34 WIB
Hari Kanker Sedunia 2026 menghadirkan kisah Alika Islamadina mendampingi ibu sebagai caregiver dan pelajaran penting soal hidup sehat. [IG: @alikaislamadina]

Liputan6.com, Jakarta - Dalam momentum Hari Kanker Sedunia 2026, penyanyi sekaligus figur publik Alika Islamadina berbagi pengalaman pribadinya saat menjadi caregiver bagi sang ibu yang mengidap kanker. Pengalaman tersebut menjadi titik balik bagi Alika untuk lebih peduli pada pola hidup sehat, terutama karena kanker ternyata menurun di keluarganya.

Alika mengungkapkan bahwa sejak saat itu dia berusaha memulai gaya hidup sehat sedini mungkin, tidak hanya untuk dirinya sendiri, tapi juga untuk anaknya. Perubahan pola makan hingga kebiasaan berolahraga menjadi bagian dari upaya menjaga kesehatan jangka panjang.

"Aku benar-benar memulai sedini mungkin dengan gaya hidup yang lebih sehat. Mengurangi beberapa jenis makanan, khususnya untuk anakku dan untukku sendiri, lalu memperbaiki kebiasaan sehari-hari," kata dalam acara pembukaan pameran Understanding Cancer Through Art di Jakarta pada Rabu, 4 Februari 2026.

"Intinya bagaimana menjaga pola hidup, rutin olahraga, dan memilih makanan yang lebih sehat," tambahnya. 

Istri fotografer fashion, Raja Siregar, bercerita, dia menjadi caregiver bagi ibunya yang didiagnosis kanker ginjal pada 2013–2014. Saat itu, dia masih berstatus sebagai mahasiswa. Fokus utamanya adalah menjadi pendamping yang kuat, memberikan semangat, sekaligus mengelola emosinya sendiri ketika pertama kali menerima kabar diagnosis tersebut.

Dia mengakui bahwa mendengar kata 'kanker' sempat membuatnya terpikir akan kemungkinan kehilangan sang ibu. Namun, Alika berusaha menyingkirkan rasa takut itu agar bisa fokus mendampingi ibunya menjalani pengobatan, termasuk operasi, serta terus menanamkan semangat untuk sembuh.

Beruntung, kanker yang diderita ibunya terdeteksi pada tahap awal sehingga penanganan dapat dilakukan lebih cepat. Perawatan yang tepat membuat sang ibu akhirnya berhasil melewati masa pengobatan dan dinyatakan sembuh.

Pengalaman tersebut membuat Alika memahami bahwa perawatan kanker bukanlah proses singkat, melainkan perjalanan panjang yang membutuhkan dukungan emosional dan mental. Alika pun berupaya memberikan dukungan penuh selama masa pengobatan ibunya.

 

Riwayat Kanker di Keluarga Alika

Hari Kanker Sedunia 2026 menghadirkan kisah Alika Islamadina mendampingi ibu sebagai caregiver dan pelajaran penting soal hidup sehat. [IG: @alikaislamadina]

Kesadaran Alika semakin kuat ketika mengetahui adanya riwayat kanker dalam keluarganya. Sang nenek diketahui pernah mengidap kanker pada era 1990-an, dan penyakit tersebut kembali muncul pada anggota keluarga sekitar 2019. Hal ini membuat Alika semakin waspada, terlebih kini ia telah menjadi seorang ibu.

Dari pengalamannya, Alika menekankan pentingnya deteksi dini, terutama bagi mereka yang memiliki riwayat kanker dalam keluarga. Menurutnya, mengenali kondisi tubuh sejak awal dapat membantu mencegah penyakit berkembang ke tahap yang lebih serius.

Deteksi dini dapat dilakukan dengan rutin memeriksakan kesehatan. Jika ditemukan keluhan atau gejala mencurigakan, langkah pengobatan yang tepat perlu segera dilakukan agar kanker tidak berkembang menjadi lebih parah.

Biaya Kanker Tembus Rp10 Triliun, JKN Jadi Penopang Utama Pasien

Hari Kanker Sedunia 2026 menghadirkan kisah Alika Islamadina mendampingi ibu sebagai caregiver dan pelajaran penting soal hidup sehat. (merdeka.com/Arie Basuki)

Dalam momentum World Cancer Day 2026, perhatian terhadap upaya pencegahan, deteksi dini, hingga pengobatan kanker kembali menjadi sorotan. Kanker masih termasuk penyakit katastropik dengan biaya pengobatan yang tinggi. Oleh sebab itu, kehadiran Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dinilai menjadi bentuk perlindungan nyata bagi masyarakat.

Melalui Program JKN, BPJS Kesehatan memastikan peserta yang terdiagnosis kanker tetap dapat mengakses pelayanan kesehatan secara menyeluruh. Layanan tersebut mencakup pemeriksaan awal, tindakan pengobatan, hingga terapi lanjutan seperti kemoterapi, radioterapi, operasi, serta layanan penunjang lainnya sesuai indikasi medis.

Kepala Humas BPJS Kesehatan, Rizzky Anugerah, mengatakan, komitmen dalam menjamin pengobatan kanker merupakan bagian dari tanggung jawab negara untuk melindungi masyarakat, khususnya dari penyakit yang membutuhkan biaya besar dan terapi jangka panjang.

"Program JKN hadir untuk memastikan peserta tetap mendapatkan akses pelayanan kesehatan yang komprehensif, termasuk pengobatan kanker yang membutuhkan proses terapi berkelanjutan. Melalui prinsip gotong royong, masyarakat dapat memperoleh perlindungan kesehatan tanpa harus terbebani biaya pengobatan yang sangat besar," ujar Rizzky dalam keterangan resmi yang diterima Health Liputan6.com pada Rabu, 4 Februari 2026.

Sepanjang tahun 2025, pembiayaan pelayanan penyakit kanker dalam Program JKN tercatat mencapai lebih dari Rp10,3 triliun dengan jumlah kasus melebihi 7,1 juta kasus. Data tersebut menunjukkan kanker masih menjadi salah satu penyakit dengan beban pembiayaan tertinggi dalam sistem jaminan kesehatan nasional.

Rizzky, menambahkan, Program JKN tidak hanya berfokus pada pengobatan, tapi juga mendorong upaya promotif dan preventif. Salah satunya melalui layanan skrining riwayat kesehatan yang dapat diakses peserta secara berkala. Deteksi dini dinilai sangat penting untuk meningkatkan peluang kesembuhan dan menekan risiko komplikasi.

"Semakin cepat kanker terdeteksi, maka peluang keberhasilan pengobatan akan semakin besar. Kami mengimbau masyarakat memanfaatkan layanan skrining kesehatan secara rutin dan segera memeriksakan diri jika merasakan gejala yang mencurigakan," tambahnya.

Dia juga mengingatkan pentingnya memastikan status kepesertaan JKN tetap aktif agar masyarakat dapat memperoleh perlindungan kesehatan secara optimal ketika membutuhkan layanan medis.

Rekomendasi

POPULER

    Berita Terkini Selengkapnya