Momen Prajurit TNI Pakai Alat Berat Cegah Air Tak Meluap ke Permukiman di Aceh

Sejumlah prajurit TNI gunakan alat berat untuk membelokkan aliran sungai dan membuat tanggul cegah air meluap.

oleh Khulafa Pinta WinastyaDiterbitkan 04 Februari 2026, 17:40 WIB
Prajurit TNI Gunakan Alat Berat Cegah Air Masuk Pemukiman. (istimewa)

Liputan6.com, Aceh Barat - Bencana banjir yang melanda Aceh pada akhir November 2025 lalu membuat aliran sungai berbelok dan melebar. Untuk mengembalikan lagi aliran, prajurit TNI Angkatan Darat (AD) melakukan pemindahan aliran sungai. TNI menurunkan buldoser perayap (crawler dozer) berjenis D9T di sebuah sungai di Desa Jambak, Kecamatan Pante Cermin, Kabupaten Aceh Barat pada Selasa (3/2).

Alat berat ini dikerahkan untuk memindahkan aliran sungai. Buldoser itu tampak tengah memindahkan serta meratakan tanah agar air sungai tak lagi meluap ke permukiman warga. TNI juga menurunkan alat berat lain, yakni ekskavator untuk menggali parit, mengeruk sungai, serta memindahkan bebatuan.

Kedua alat berat itu juga dikerahkan untuk pembuatan tanggul agar air tak meluber. Di desa ini, ekskavator juga dikerahkan untuk membuat jalan yang sempat tertutup akibat bencana longsor. Buldoser perayap dan ekskavator juga diturunkan untuk melakukan pembersihan sisa lumpur di Desa Kubu, Kecamatan Keusangan Siblah Kreung, Kabupaten Bireuen.

Prajurit TNI Kerahkan Alat Berat di Aceh. (istimewa)

Buldoser bertugas melakukan pengerasan tanah yang menjadi pemisah antara ruas jalan dengan aliran sungai. Sedangkan ekskavator diterjunkan untuk mengangkut material tanah yang menghalangi ruas jalan.

Di Desa Tansaran, Kecamatan Bebesen, Aceh Tengah sejumlah anggota TNI melakukan pembersihan jalan dengan menggunakan sekop dan gerobak sorong. Kegiatan pembuatan parit dan pembukaan jalan juga dilakukan di Desa Sahraja, Kecamatan Pante Bidari, Kabupaten Aceh Timur.

Para prajurit TNI juga memanfaatkan alat berat untuk membersihkan gundukan-gundukan tanah agar ruas jalan kembali bisa digunakan. Pembersihan ruas jalan dari lumpur juga dilakukan di Desa Sekumur, Aceh Tamiang. Tampak ekskavator mengangkut tanah dan potongan kayu yang menghalangi jalan.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya