Pendapatan Emiten IOTF Naik 5% pada 2025

PT Sumber Sinergi Makmur Tbk (IOTF) membidik pertumbuhan pendapatan dan laba bersih 30% pada 2026.

oleh Gagas Yoga PratomoDiterbitkan 04 Februari 2026, 12:30 WIB
PT Sumber Sinergi Makmur Tbk (IOTF) yakin mampu mempertahankan performa keuangan yang kuat di tengah ketidakpastian ekonomi global. (Foto: Freepik/ pch.vector)

Liputan6.com, Jakarta - PT Sumber Sinergi Makmur Tbk (IOTF) yakin mampu mempertahankan performa keuangan yang kuat di tengah ketidakpastian ekonomi global. Pada 2025, perseroan mencatat kenaikan pendapatan sekaligus melipatgandakan Earning Before Interest, Tax, Depreciation, and Amortization (EBITDA).

Chief Executive Officer Sumber Sinergi Makmur, Alamsyah menuturkan, sepanjang 2025 perusahaan membukukan lonjakan EBITDA lebih dari 100% serta pertumbuhan pendapatan sekitar 5% secara tahunan. 

Kenaikan EBITDA yang jauh lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan pendapatan menunjukkan IOTF tidak hanya berfokus pada ekspansi pendapatan, tetapi juga konsisten menjalankan strategi perbaikan margin, efisiensi biaya, serta peningkatan kualitas laba.

"Pendapatan kami pada 2025 meningkat kurang lebih 5% dibandingkan 2024, sedangkan EBITDA kami tumbuh lebih dari dua kali lipat. Ini adalah indikator yang jelas mengenai kualitas pertumbuhan, sekaligus mencerminkan peningkatan kualitas laba dan efektivitas eksekusi strategi manajemen," kata Alamsyah melalui keterangan tertulis, dikutip Rabu (4/2/2026).

Manajemen menyebutkan perbaikan kinerja tersebut ditopang oleh efisiensi operasional, peningkatan produktivitas tenaga kerja, dan penerapan sistem Enterprise Resource Planning (ERP) berbasis Artificial Intelligence (AI). 

Integrasi AI dalam ERP memungkinkan penyatuan data operasional dan keuangan secara waktu nyata, mempercepat proses pengambilan keputusan, serta meningkatkan ketepatan perencanaan dan pengendalian biaya.

Digitalisasi internal lewat ERP berbasis AI juga memperluas visibilitas performa operasional secara real-time, mempercepat keputusan manajerial, dan mengoptimalkan penggunaan sumber daya. 

"Dampaknya, produktivitas per karyawan meningkat signifikan, sementara proses bisnis menjadi lebih ramping dan adaptif terhadap perubahan pasar," ujar Alamsyah.

 

 

Langkah Strategis IOTF

Ilustrasi Laporan Keuangan, Laba, Rugi. Foto: Freepik/mindandi

Penerapan ERP berbasis AI ini menjadi bagian dari langkah strategis IOTF dalam menitikberatkan profitabilitas dan disiplin pengeluaran di tengah tekanan ekonomi. 

"Kami menunggangi AI di era modern dengan pendekatan bisnis yang berfokus pada penciptaan nilai dan optimalisasi keuntungan melalui efisiensi, produktivitas, dan kontrol operasional yang ketat,” tambah Alamsyah.

IOTF bergerak di bidang Internet of Things (IoT) dan solusi telematika dengan lini produk seperti GPS tracker, dash camera, serta platform Software as a Service (SaaS) bermerek Fox Logger. 

Produk dan layanan IOTF dimanfaatkan oleh perusahaan logistik dan penyewaan kendaraan untuk pemantauan armada secara komprehensif, mulai dari posisi kendaraan secara real-time, lokasi parkir, jarak tempuh, riwayat rute, konsumsi bahan bakar, analisis perilaku pengemudi, hingga pemantauan video.

Dari aspek tata kelola dan kesiapan operasional, IOTF telah mengantongi berbagai sertifikasi internasional seperti ISO 9001:2015, ISO 27001:2022, ISO 20000-1:2018, serta ISO 22301:2019. Sertifikasi tersebut memperkuat reputasi IOTF sebagai penyedia solusi teknologi dengan standar mutu, keamanan informasi, dan kesinambungan bisnis yang tinggi.

 

Transformasi Digital Internal

Ilustrasi laporan keuangan (Foto: Isaac Smith/Unsplash)

Alamsyah menambahkan, transformasi digital internal yang dijalankan perusahaan menghasilkan leverage operasional yang lebih sehat, tercermin dari meningkatnya produktivitas per karyawan serta turunnya rasio biaya operasional terhadap pendapatan.

Strategi ini memberi IOTF fleksibilitas lebih besar dalam menghadapi fluktuasi ekonomi sekaligus membuka peluang ekspansi margin secara berkelanjutan.

Sebagai panduan kinerja ke depan, IOTF menargetkan pertumbuhan pendapatan dan laba bersih sekitar 30% pada 2026. Struktur operasional yang semakin efisien, kemampuan teknologi berbasis AI, serta disiplin dalam alokasi sumber daya diyakini menjadi pondasi utama untuk pertumbuhan yang lebih berkualitas.

"Dengan pendekatan yang berfokus pada profitabilitas dan fundamental, IOTF berada pada posisi yang lebih resilien untuk menangkap peluang jangka menengah hingga panjang di tengah percepatan digitalisasi sektor logistik dan transportasi nasional," ujar Alamsyah.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya