Cerita Nairobi Birdman: Pria Tunawisma yang Menyelamatkan Burung di Tengah Kota

Rogers Olu Maguta atau yang dikenal sebagai Nairobi Birdman viral di medsos atas aksinya.

oleh Teddy Tri Setio BertyDiterbitkan 03 Februari 2026, 21:30 WIB
Ilustrasi mimpi, burung gagak. (Photo by Amarnath Tade on Unsplash)

Liputan6.com, Nairobi - Rogers Olu Maguta atau yang dikenal sebagai Nairobi Birdman bukanlah pemuda Nairobi biasa. Di usianya yang 27 tahun, ia kerap terlihat berjalan di jalan-jalan ibu kota dengan burung pemangsa bertengger di kepala dan pundaknya, merawat mereka hingga siap kembali ke alam liar.

Beberapa burung bahkan menolak dilepas karena terlalu terikat, namun Rogers tetap sabar, membagikan makanan seadanya kepada “teman-teman berbulu” yang ia sayangi, dikutip dari laman Oddity Central, Selasa (3/2/2026).

Julukan “Nairobi Birdman” melekat padanya setelah dunia mengenalnya pada 2025, saat protes besar melanda ibu kota Kenya. Ribuan pemuda turun ke jalan menentang pemerintah, dan Rogers turut serta. Penampilannya yang unik, dikelilingi berbagai spesies burung, menarik perhatian banyak orang.

Namun, perhatian itu juga membuatnya menjadi sasaran aparat keamanan; ia dipukuli dengan pentungan karena dicurigai sebagai pemimpin demonstrasi.

Meski begitu, pengalaman itu justru mengangkat namanya. Foto-foto Rogers dengan burung-burungnya menyebar di media sosial, menjadikannya ikon yang mewakili kepedulian terhadap satwa di tengah hiruk-pikuk kota.

Cinta Rogers pada burung bukanlah hal baru. Sejak kecil, ia sering mengunjungi Taman Nasional Danau Nakuru, mengamati flamingo, bangau, elang hitam, dan berbagai spesies burung lainnya. Namun, titik balik kehidupannya terjadi lima tahun lalu ketika seekor anak elang terluka mendarat di dekatnya. Saat itu Rogers sedang duduk di bawah pohon, berbagi sumbangan makanan dengan para tunawisma lain. Ia memberi sebagian makanannya pada burung yang malang itu.

 

20 Spesies yang Dijaga

Ilustrasi mimpi, burung gagak. (Photo by Niklas Veenhuis on Unsplash)

Rogers menamainya Johnson, dan keduanya segera menjalin ikatan erat. Kejadian itu memicu perhatian orang-orang sekitar, yang mulai membawa burung-burung terluka lain kepadanya. Meski tanpa pelatihan formal, Rogers merawat mereka dengan sabar, menyembuhkan luka, dan melepas sebagian kembali ke alam liar. Beberapa burung memilih tinggal, menjadi teman setianya. Dari sinilah legenda Nairobi Birdman lahir.

“Ketika orang melihat saya dengan burung-burung, banyak yang mengira saya menggunakan kekuatan gaib,” kata Rogers. “Padahal tujuan saya hanya satu: membantu mereka dan mengembalikan ke alam liar.”

Hingga kini, Rogers mengaku telah menyelamatkan puluhan burung dari lebih 20 spesies. Semua ini ia lakukan meski hidup tanpa rumah dan hanya cukup memenuhi kebutuhan sehari-hari. Melalui media sosial seperti TikTok, Instagram, dan Facebook, ia berbagi kisahnya, berharap dapat menginspirasi orang lain untuk peduli pada burung dan lingkungan.

Di tengah kesulitan hidup, Rogers tetap berdedikasi pada misi sederhana tapi penuh makna: menyelamatkan kehidupan, satu burung pada satu waktu.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya