IBC: Safari Presiden Prabowo jadi Modal Strategis bagi Indonesia

Ketua IBC Arsjad Rasjid menuturkan, pemerintah membangun hubungan lintas kawasan dan memperluas kemitraan memberikan Indonesia fleksibilitas.

oleh Immanuel ChristianDiterbitkan 03 Februari 2026, 15:30 WIB
Indonesian Business Council menyelenggarakan Indonesia Economic Summit pada Selasa, (3/2/2026). (Foto: Liputan6.com/Immanuel Christian).

Liputan6.com, Jakarta - Ketua Dewan Pengawas Indonesian Business Council (IBC), Arsjad Rasjid memandang, safari Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto ke luar negeri akhir-akhir ini membuat Indonesia memiliki modal strategis di tengah ketidakpastian global.

Arsjad mengatakan, melalui prinsip politik luar negeri bebas dan aktif, pemerintah telah  membangun hubungan lintas kawasan serta memperluas kemitraan melalui berbagai platform internasional. 

“Posisi ini memberikan Indonesia fleksibilitas strategis dan kredibilitas yang kuat di tengah dunia yang kian terfragmentasi,” ujar dia dalam acara Selasa (3/2/2026).

Mantan Ketua Umum Kadin ini menyampaikan, posisi tersebut bukanlah sesuatu yang dapat dianggap remeh atau diterima begitu saja. Dalam konteks tersebut, penting adanya kolaborasi erat antara pemerintah dan dunia usaha.

“Serta eksekusi kebijakan yang konsisten untuk memastikan modal diplomatik dapat diterjemahkan menjadi manfaat ekonomi yang konkret,” ujar dia. 

Ia menekankan, pertumbuhan yang tangguh membutuhkan kebijakan dan modal, tetapi yang menentukan adalah penyelarasan visi, kepemimpinan, dan eksekusi yang konsisten. Melalui tiga pilar IBC, certainty, capability, dan capital, kita memastikan kepastian regulasi, kapasitas institusi, dan akses terhadap modal berkualitas agar peluang investasi benar-benar terwujud menjadi proyek nyata. 

“Kehadiran mitra internasional hari ini menunjukkan bahwa dunia siap bekerja lebih erat dengan Indonesia; sekarang bukan waktunya hanya berbicara, melainkan saatnya menunjukkan bukti," ujar Arsjad.

Pada saat yang sama, Chief Executive Officer (CEO) IBC, Sofyan Djalil mengingatkan pentingnya peran dunia usaha dalam mendorong investasi berkualitas, peningkatan produktivitas, dan reformasi struktural guna menciptakan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. 

Maka dari itu, IES 2026 mencerminkan komitmen dunia usaha untuk berperan aktif dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia yang lebih kompetitif secara global dan berkelanjutan. 

"Forum ini dirancang sebagai katalis bagi investasi strategis, kemitraan lintas negara, dan kolaborasi berkelanjutan yang dapat memperkuat posisi Indonesia dalam rantai nilai global," ujar Sofyan.

 

IBC Dukung Pemerintah Benahi Pasar Modal: Agar Tak Ada Lagi Goreng-menggoreng Saham

Ketua Dewan Pengawas Indonesian Business Council (IBC) Arsjad Rasjid tidak ingin Indonesia terlarut dalam Trump Effect, khususnya oleh tarif resiprokal yang dikenakan oleh Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump.

Sebelumnya, Indonesia Business Council (IBC) dukungan penuh langkah pemerintah dan otoritas terkait dalam merespons dinamika pasar modal di tengah ketidakpastian global. Respons sigap yang dilakukan sebagai sinyal kuat komitmen negara dalam menjaga stabilitas ekonomi di tengah ketidakpastian global yang kian memanas.

Chair of the Board of Trustees Indonesia Business Council (IBC) Arsjad Rasjid menjelaskan, respons yang sigap, bahkan dilakukan sebelum pembukaan pasar, menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menjaga stabilitas sekaligus mendorong transformasi pasar ke arah yang lebih transparan dan likuid.

"Wah, sangat mendukung. Sangat mendukung. Apa namanya, bagus bahwa reaksi dari pemerintah cepat sekali,” ujarnya kepada wartawan usai menghadiri acara Indonesia Economic Summit 2026 yang diselenggarakan Indonesia Business Council, Selasa (3/2/2026).

Arsjad menilai transformasi pasar menjadi krusial di tengah volatilitas global yang tinggi. Ia menekankan pentingnya pembenahan struktur pasar yang dibarengi dengan kejelasan likuiditas agar kepercayaan investor tetap terjaga.

 

 

Menyoroti Transparansi

Karyawan mengamati pergerakan harga saham di Profindo Sekuritas Indonesia, Jakarta, Senin (27/7/2020). Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 0,66% atau 33,67 poin ke level 5.116,66 pada perdagangan hari ini. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Ia juga menyoroti aspek transparansi, termasuk rencana peningkatan keterbukaan kepemilikan saham. Menurutnya, keterbukaan ini akan membantu membedakan praktik spekulatif dengan peran market maker yang sah dalam menjaga likuiditas perdagangan.

"Karena apa? Transparansi. Jadi kelihatan siapa saja yang memilikinya, supaya tidak ada lagi jawaban kata-kata goreng-menggoreng,” jelasnya.

Arsjad menilai rangkaian kebijakan yang disiapkan pemerintah akan berdampak positif terhadap pembentukan nilai saham dalam jangka panjang serta memperluas sumber pendanaan, tidak hanya dari perbankan dan swasta, tetapi juga dari publik melalui pasar modal.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya