Bencana Tanah Longsor di Kudus Jateng, Akses Jalan Menawan-Rahtawu Sempat Tertutup

Bencana tanah longsor di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah (Jateng) akibatkan akses Jalan Menawan-Rahtawu di desa setempat tertutup material longsor.

oleh Devira PrastiwiDiterbitkan 03 Februari 2026, 11:35 WIB
Alat berat diterjunkan untuk bersihkan jalan dari material longsor yang menutup akses Jalan Menawan-Rahtawu di Desa Rahtawu, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus. (Antara)

Liputan6.com, Jakarta - Bencana tanah longsor terjadi di Desa Rahtawu, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah (Jateng) hingga mengakibatkan akses Jalan Menawan-Rahtawu di desa setempat tertutup material longsor.

Menurut Kasi Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kudus Ahmad Munaji, bencana tanah longsor tersebut terjadi pada Senin (2/2) pukul 23.00 WIB, lokasinya di Jalan Menawan-Rahtawu.

BACA JUGA: Longsor di Lembah Anai, Batu Besar Tutup Jalur Padang-Bukittinggi

"Sebelum terjadi longsor, daerah setempat sempat turun hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi. Kemudian, tebing di tepi Jalan Menawan-Rahtawu setinggi 8 meter dan panjang 5 meter mengalami longsor dan materialnya menutup akses jalan," ujar Munaji, melansir Antara, Selasa (3/2/2026).

Dia menyatakan, untuk mempercepat penanganan material longsor tersebut, maka didatangkan alat berat agar akses jalan bisa dilalui kendaraan, baik roda dua maupun roda empat atau lebih.

"Selasa pagi, Alhamdulillah sudah bisa dilalui kendaraan roda dua. Pagi ini masih dilanjutkan kerja bakti, setelah Senin (2/2) malam material longsor yang menutup akses jalan tersebut dibersihkan secara bergotong-royong," terang Munaji.

Menurut dia, dalam evakuasi material longsor tersebut, selain menerjunkan petugas BPBD Kudus, juga melibatkan petugas dari Dinas PUPR, TNI/Polri, Pemerintah Desa Rahtawu, Destana Rahtawu, Relawan BPBD, serta warga sekitar.

 

Dibantu Evakuasi Relawan

Dalam keterangan resminya, Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Abdul Muhari mengatakan hingga Senin (26/1/2026) pukul 18.30 WIB, tim SAR gabungan telah mengevakuasi dan mengirimkan total 38 kantong jenazah ke pos DVI untuk proses identifikasi lebih lanjut. Tampak dalam foto, tim penyelamat mencari korban tanah longsor di Desa Pasirlangu, Cisarua, Kabupaten Bandung, Jawa Barat pada 25 Januari 2026. (Timur Matahari/AFP)

Sementara itu, Camat Gebog Fariq Mustofa menambahkan material longsor dan beberapa pohon yang tumbang memang sudah dievakuasi oleh para relawan.

"Untuk sementara, akses jalan sudah bisa dilalui, terutama sepeda motor. Sedangkan mobil menunggu proses evakuasi selesai," kata Fariq.

Ia meminta masyarakat untuk waspada, mengingat di sepanjang Jalan Menawan-Rahtawu terdapat tebing tinggi, sehingga ketika curah hujan tinggi.

Sebelumnya, longsor Cisarua, Kabupaten Bandung Barat menyebabkan kerusakan parah pada permukiman dan infrastruktur, serta menelan puluhan korban jiwa. Bantuan ekskavator dikerahkan untuk mempercepat pencarian dan evakuasi korban serta membuka akses di lokasi.

Berdasarkan data terbaru, luas area terdampak mencapai sekitar 15,27 hektare. Tidak kurang dari 74 korban berhasil ditemukan, sementara sejumlah orang lainnya masih dinyatakan hilang kontak.

Kerusakan infrastruktur permukiman di wilayah terdampak tergolong berat, dengan sedikitnya 30 rumah runtuh dan puluhan rumah lainnya tertimbun material longsor serta lumpur tebal.

Kondisi ini menyebabkan akses jalan utama menuju lokasi bencana terputus di banyak titik, sehingga akses menjadi sangat terbatas dan secara signifikan menghambat upaya tanggap darurat serta distribusi bantuan bencana.

 

Longsor Cisarua, Bantuan Ekskavator Dikerahkan untuk Cari Korban

Dari jumlah tersebut masih terdapat 18 kantong jenazah yang hingga kini masih dalam proses identifikasi. Tampak dalam foto, puing-puing rumah yang hancur tersisa setelah tanah longsor melanda Desa Pasirlangu di Cisarua, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, pada 24 Januari 2026. (Timur Matahari/AFP)

Dua dari empat bantuan ekskavator perusahaan Sany tiba di lokasi guna mempercepat proses evakuasi, dan pemindahan korban serta pembersihan material longsor secara efisien.

"Kerusakan infrastruktur di wilayah terdampak sangat parah dan memutus akses transportasi di banyak titik, sehingga menimbulkan tantangan besar bagi proses evakuasi korban dan pengiriman serta pengalokasian bantuan. Melalui kerja sama erat dengan Kementerian Pekerjaan Umum (Kementerian PU), Sany Heavy Industry Indonesia memberikan dukungan peralatan untuk mempercepat proses penanggulangan darurat tersebut," kata Deputy GM and Director Government Affairs Sany Heavy Industry Indonesia Saanjay Shamdasani dalam keterangan tertulis, Senin 2 Februari 2026.

Selain alat berat, perusahaan juga mengerahkan tim government relations ke lapangan bencana, yang secara langsung berada di lokasi bencana dan bermalam bersama dengan tim Basarnas serta perwakilan dari Kementerian PU.

Tujuannya untuk memastikan koordinasi berjalan efektif, mendukung kelancaran operasional penanggulangan bencana di lapangan, serta mempercepat respons terhadap berbagai kebutuhan mendesak selama proses penanggulanganbencana.

General Manager of Sany Indonesia (Sany Perkasa) Yan Sui menambahkan, sebelumnya 13 alat berat termasuk ekskavator dan wheel loader dikerahkan untuk membantu penanggulangan bencana dan pembukaan jalan di Sumatera.

Saat ini, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), bersama berbagai kementerian dan lembaga terkait, meningkatkan upaya tanggap darurat di wilayah Cisarua.

Fokus penanganan meliputi pencarian, evakuasi dan pemindahan korban, pembukaan serta pemulihan akses jalan, serta perbaikan dan pemulihan infrastruktur dasar bagi kesejahteraan masyarakat.

Mengingat tebalnya material longsor dan kompleksitas medan di wilayah terdampak, penggunaan alat berat menjadi kebutuhan krusial dalam fase penanggulangan bencana ini.

Infografis Bali Dikepung Banjir hingga Bencana Longsor. (Liputan6.com/Abdillah)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya