IHSG Anjlok, Analis Rekomendasikan 4 Saham ini

IHSG masih memerah pada pembukaan perdagangan hari ini Selasa 3 Januari 2026.

oleh Tira SantiaDiterbitkan 03 Februari 2026, 11:43 WIB
IHSG sempat membaik usai terseok-seok pada awal perdagangan dengan penghentian sementara perdagangan (trading halt) sistem perdagangan pada pukul 09.26 waktu Jakarta Automated Trading System (JATS), setelah penurunan yang mencapai delapan persen. Tampak dalam foto, papan elektronik menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (29/1/2026). (YASUYOSHI CHIBA/AFP)

Liputan6.com, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih mengalami tekanan yang dalam pada perdagangan hari ini. IHSG dibuka anjlok pada perdagangan saham Selasa, (3/2/2026).

Mengutip data RTI, IHSG hari ini dibuka turun ke posisi 7.888,77, dibanding penutupan sebelumnya di angka 7.922,73

Pada pukul 09.18 WIB, IHSG masih terbakar. IHSG turun 0,76 persen atau 60 poin ke posisi 7.853,17. Indeks saham LQ45 juga merosot 0,43% ke posisi 802,672. Sebagian besar indeks saham acuan memerah.

Analis Pasar Modal Reza Priyambada dari Reliance Sekuritas merekomendasikan sejumlah saham yang bisa investor pertimbangkan dalam perdagangan hari ini sebelum perdagangan ditutup.

Empat saham yang masuk dalam daftar stock picks kali ini adalah PT Semen Indonesia Tbk (SMGR), PT Jasa Marga Tbk (JSMR), PT MAP Aktif Adiperkasa Tbk (MAPA), dan PT Cisarua Mountain Dairy Tbk (CMRY) dengan rekomendasi beli.

"Stock picks, SMGR, JSMR, MAPA, CMRY," kata Reza dalam keterangannya, Selasa (3/2/2026).

Reza menjelaskan, saham SMGR direkomendasikan buy setelah pergerakannya mendekati garis rata-rata pergerakan MA80. Kondisi ini dinilai menjadi area menarik untuk akumulasi, terlebih ditopang oleh sinyal teknikal yang mulai mengarah pada potensi pembalikan arah.

Ia menjelaskan, candle terakhir SMGR membentuk pola white spinning top yang merupakan salah satu indikasi reversal pattern. Pola ini mengisyaratkan adanya keseimbangan antara tekanan jual dan beli, yang sering kali diikuti oleh kelanjutan tren naik apabila didukung indikator lain.

Dukungan tambahan datang dari indikator stochastic yang telah membentuk golden cross, menandakan momentum beli mulai menguat. Untuk saham SMGR, area masuk berada di kisaran 2.550–2.610, dengan level support di 2.450 dan stoploss di 2.440.

Sementara itu, potensi kenaikan SMGR diperkirakan mengarah ke area resistance 2.680–2.750, dengan target harga jangka pendek di 2.910 apabila tren positif mampu terjaga dalam beberapa waktu ke depan.

 

 

 

 

Saham Lainnya

Pekerja tengah melintas di layar pergerakan IHSG di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (18/11/2019). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup pada zona merah pada perdagangan saham awal pekan ini IHSG ditutup melemah 5,72 poin atau 0,09 persen ke posisi 6.122,62. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Pada saham JSMR, sinyal teknikal dinilai lebih kuat setelah harga berhasil menembus MA20 dan MA80. Penembusan ini menjadi indikasi awal perubahan tren ke arah bullish setelah sebelumnya bergerak terbatas.

Candle terakhir JSMR membentuk pola two white soldier, yang dikenal sebagai bullish pattern. Pola ini diperkuat oleh adanya akumulasi beli yang tercermin dari histogram hijau pada indikator MACD.

Reza menambahkan, indikator MACD pada JSMR juga telah membentuk golden cross, mengonfirmasi potensi kelanjutan penguatan. Area entry direkomendasikan di kisaran 3.570–3.650, dengan support di 3.420 dan stoploss di 3.410.

Adapun target kenaikan JSMR diproyeksikan menuju 4.070, dengan area resistance terdekat berada di rentang 3.740–3.850 apabila sentimen pasar tetap kondusif.

 

Rekomendasi Lainnya

Selasa (9/9/2025) pagi, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali ambruk 1,47% ke level 7.653,65. Pergerakan IHSG hari ini masih melanjutkan sentimen negatif pada sore kemarin, Senin (8/9/2025) yang ditutup turun 1,28%. (AP Photo/Tatan Syuflana)

Selain itu, MAPA dan CMRY Masuk Radar Beli Berkat Akumulasi dan Pola Bullish. Untuk saham MAPA, Reza tetap merekomendasikan buy meski candle terakhir membentuk black spinning top. Pola tersebut dinilai tidak serta-merta negatif karena pergerakan harga masih bertahan di atas MA5 dan MA20.

Ia menilai adanya sinyal akumulasi beli yang terlihat dari histogram hijau pada indikator MACD, yang menunjukkan minat beli investor masih terjaga di tengah fluktuasi jangka pendek.

Selain itu, indikator MACD pada MAPA juga telah membentuk golden cross, yang menjadi salah satu sinyal awal penguatan lanjutan. Area masuk yang direkomendasikan berada di kisaran 690–710.

Dengan support di 665 dan stoploss di 660, saham MAPA berpotensi menguji resistance 725–750, dengan target harga selanjutnya di level 810 jika momentum positif berlanjut.

 

Selanjutnya

Sementara itu, saham CMRY juga masuk dalam daftar rekomendasi beli setelah berhasil menembus MA5 dan MA20, yang menandakan perubahan sentimen jangka pendek ke arah positif.

Candle terakhir CMRY membentuk pola two white soldier, sebuah sinyal teknikal bullish yang menunjukkan dominasi pembeli. Pola ini diperkuat oleh indikator MACD yang menampilkan histogram hijau sebagai tanda akumulasi.

MACD pada CMRY turut membentuk golden cross, memperkuat peluang penguatan harga dalam waktu dekat. Reza merekomendasikan area entry di kisaran 5.300–5.450.

Adapun level support berada di 5.100 dengan stoploss 5.075, sementara potensi kenaikan saham CMRY diperkirakan menuju resistance 5.575–5.725 dan target harga di 6.050.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya