Ini Merek Baru BYD untuk Garap Pasar Taksi Online

BYD kembali meluncurkan sub-merek terbarunya, Linghui untuk menyasar pasar kendaraan komersial, terutama untuk taksi online, ride-hailing dan armada operasional

oleh Arief AszhariDiterbitkan 03 Februari 2026, 14:03 WIB
BYD Resmikan Merek Baru untuk Garap Pasar Taksi Online di China (Carnewschina)

Liputan6.com, Jakarta - BYD resmi memperkenalkan sub-merek terbaru bernama Linghui, yang ditujukan khusus untuk pasar ride-hailing, taksi, dan armada operasional perusahaan di China.

Dalam pengumuman resmi yang dibagikan BYD, di akun media sosial Weibo, dikutip dari Carnewschina, merek baru ini mengisyaratkan ambisi BYD untuk memperluas jangkauan bisnisnya, sekaligus memisahkan produk komersial dan penumpang retail.

Merek Linghui akan menjadi merek kelima BYD di pasar China, setelah BYD, Denza, Fang Cheng Bao, dan Yangwang.

Model awal yang akan ditawarkan di bawah merek Linghui, terdiri dari empat kendaraan dengan konfigurasi berbeda.

Tiga di antaranya adalah sedan listrik Linghui e5, e7, dan e9, serta satu plug-in hybrid (PHEV) dengan kapasitas tujuh kursi, yaitu Linghui M9.

Semua model dari merek Linghui ini dibangun berdasarkan platform dan desain model BYD yang sudah ada, namun membawa identitas merek baru serta logo yang berbeda.

Spesifikasi masing-masing model menunjukkan fokus pada efisiensi dan fleksibilitas untuk penggunaan komersial. Linghui e5 misalnya, hadir sebagai sedan listrik berbasis BYD Qin Plus EV dengan motor listrik 100 kW (134 hp).

Sedangkan versi yang lebih besar seperti e9 memiliki pilihan motor listrik hingga 150 kW (201 hp), dan M9, sebagai satu-satunya PHEV di jajaran ini, mengombinasikan mesin bensin 1.5 liter dengan motor listrik berkapasitas total 200 kW (268 hp).

Bukan di Indonesia, BYD Mulai Pembangunan Pabrik Baterai di Vietnam

BYD resmi memulai pembangunan pabrik baterai kendaraan listrik (EV) di Vietnam, yang bekerja sama dengan produsen lokal Kim Long Motor.

Proyek ini diluncurkan melalui upacara peletakan batu pertama pada 27 Januari 2026 di kompleks industri otomotif Kim Long Motor di Hue, wilayah tengah Vietnam.

Disitat dari cnEVpost, investasi total untuk fasilitas ini mencapai US$ 130 juta, atau setara dengan Rp 2,20 triliun.

Fasilitas pabrik baterai ini dibangun dalam dua tahap utama, yaitu tahap pertama mencakup area seluas 4,4 hektar, dengan kapasitas produksi tahunan 3 GWh, yang difokuskan untuk memproduksi baterai kendaraan komersial seperti truk, bus, van, dan minibus.

Tahap kedua akan memperluas area menjadi 10 hektar, serta menggandakan kapasitas menjadi 6 GWh per tahun, dan mencakup produksi baterai untuk mobil penumpang.

Menurut pernyataan resmi perusahaan, proyek ini tidak hanya akan memperkuat posisi Kim Long Motor dalam rantai pasok kendaraan listrik, tapi juga mendorong transfer teknologi baterai canggih ke industri otomotif Vietnam.

BYD akan menyediakan dukungan teknis dan transfer teknologi untuk mendukung pembangunan dan operasi pabrik, sehingga kemampuan produksi baterai dapat dikuasai secara lokal.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya