Liputan6.com, Jakarta - Seorang pemilik Hyundai Kona electric menceritakan kekecewaannya, terhadap masalah yang dialami kendaraannya di media sosial Threads. Sang pemilik, dengan nama akun @akbar_arya membagikan pengalamannya, setelah membeli mobil listrik asal Korea Selatan tersebut.
Dalam unggahannya tersebut, dijelaskan jika pada Desember 2025, dirinya bersama sang istri memutuskan untuk membeli Hyundai Kona Electric. Dalam proses pemesanan, hingga unit tiba digarasi sejatinya berjalan lancar.
Advertisement
Unit Hyundai Kona electric miliknya diterima pada 13 Desember 2025 dalam kondisi baik. Namun, masalah muncul hanya beberapa hari kemudian. "Sampai di tgl 17 Desember 2025, waktu berangkat kerja, mobil tiba2 mati. Saya lagi nggak ngebut karena baru aja tap in gerbang tol, jadi mobil mati jarak 20 meter dari gerbang tol. Untung masih bisa melipir ke bahu jalan," tulis sang pemilik dalam unggahannya, dilihat Senin (2/2/2026).
Saat kejadian, kondisi baterai disebut masih 43 persen dan mobil baru menempuh sekitar 300 kilometer, bahkan belum pernah diisi daya untuk pertama kalinya.
Mobil kemudian diderek ke Hyundai Pasteur Bandung sebagai dealer terdekat. Di sana, kendaraan harus menginap untuk pemeriksaan lebih lanjut. Konsumen mengaku baru mendapatkan penjelasan penyebab kerusakan pada 22 Desember 2025, atau enam hari setelah kejadian.
Selama masa perbaikan, dirinya memperoleh mobil pengganti Ioniq 5, namun kondisinya disebut tidak prima, dengan sejumlah fitur tidak berfungsi dan kaca depan terlihat buram.
Keluhan lain yang diungkapkan sang pemilik, adalah lamanya proses perbaikan tanpa kepastian waktu. Dirinya menyatakan pihak dealer belum dapat memberikan tanggal pasti kendaraan selesai diperbaiki karena disebut sebagai kasus pertama di Indonesia, dan masih menunggu solusi dari PT Hyundai Motors Indonesia (HMID) sebagai agem pemegang merek (APM) Hyundai di Tanah Air.
Selain itu, sang pemilik juga menyoroti koordinasi antara dealer tempat pembelian di Bogor, dan dealer perbaikan di Bandung yang dinilai tidak sinkron karena ada dokumen yang harus diurus.
"Disclaimer, kejadian ini ga bikin kami trauma sama EV. Kalo diulang pas beli mobil, kami tetep akan ambil EV. Tapi apakah akan ambil @hyundaimotorindonesia, itu akan kami pikir ribuan kali. Karena kalo ada kata yang lebih bawah dari 'buruk' soal aftersalesnya, kami akan pilih kata itu," tukas sang pemilik kendaraan mengungkapkan kekecewaannya.
Tanggapan HMID
Menanggapi keluhan tersebut, Chief Operating Officer PT HMID, Fransiscus Soerjopranoto menyampaikan permohonan maaf kepada konsumen atas ketidaknyamanan yang dialami terkait proses perbaikan kendaraan Hyundai all-new Kona Electric tersebut.
"Saat ini, Hyundai telah menyediakan unit Courtesy Car, selama proses perbaikan berlangsung dan berkoordinasi dengan konsumen terkait. Kedepannya, Hyundai berkomitmen untuk terus memperbaiki dan meningkatkan layanan aftersales demi memberikan pengalaman kepemilikan kendaraan Hyundai yang lebih baik kedepannya," jelas pria yang akrab disapa Frans, melalui pesan elektronik kepada Liputan6.com.