Deretan Saham Ini Dapat Dicermati di Tengah Sentimen Pergantian Pimpinan BEI-OJK

Berikut sentimen yang akan mempengaruhi perdagangan saham pada pekan ini.

oleh Gagas Yoga PratomoDiterbitkan 02 Februari 2026, 11:24 WIB
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berakhir di posisi 8.329, turun sekitar 6,94% dibandingkan pekan sebelumnya. Sepanjang periode pelemahan tersebut, investor asing mencatatkan aksi jual bersih (outflow) yang sangat besar. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berakhir di posisi 8.329, turun sekitar 6,94% dibandingkan pekan sebelumnya. Sepanjang periode pelemahan tersebut, investor asing mencatatkan aksi jual bersih (outflow) yang sangat besar, mencapai Rp 15,7 triliun di pasar reguler.

Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas (IPOT), David Kurniawan, menjelaskan tekanan tajam ini dipicu kombinasi sentimen global dan domestik yang sama-sama membebani pasar saham Indonesia.

Dari sisi global, muncul ketidakpastian terkait isu “Greenland Trade War”, di mana pelaku pasar dunia masih mencerna ancaman tarif dari Donald Trump terhadap Greenland. 

Apabila Uni Eropa benar-benar mengeluarkan respons resmi berupa tarif balasan, kondisi tersebut berpotensi mendorong penguatan aset safe haven seperti Franc Swiss dan Yen Jepang, sekaligus meningkatkan volatilitas pada saham-saham eksportir global.

Sementara dari dalam negeri, sentimen yang disebut sebagai efek MSCI turut membuat pasar Indonesia bergerak liar. MSCI telah mengumumkan penerapan Interim Freeze yang berlaku segera. Jika hingga Mei 2026 tidak terlihat peningkatan transparansi yang berarti, MSCI disebut dapat memangkas bobot seluruh saham Indonesia serta menurunkan status pasar Indonesia dari Emerging Market menjadi Frontier Market.

Tekanan akibat ancaman MSCI ini juga memicu dinamika di dalam negeri, termasuk perubahan jajaran pimpinan Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam waktu yang relatif berdekatan.

David menilai kehadiran pimpinan baru di BEI dan OJK menjadi langkah strategis yang diharapkan membawa perbaikan melalui latar belakang profesional yang kuat.

"Dengan pengalaman yang komprehensif di sektor jasa keuangan tersebut, kepemimpinan baru ini diharapkan mampu menciptakan sinergi yang kuat untuk mendorong pertumbuhan, transparansi, dan daya saing pasar modal Indonesia agar semakin progresif di masa depan," ujar David dalam keterangan resmi, dikutip Senin (2/2/2026).

Sentimen Sepekan

Sebelumnya, IHSG di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis (29/1/2026) pagi dibuka melemah 357,76 poin atau 4,30 persen ke posisi 7.962,79. Tampak dalam foto, papan elektronik menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (29/1/2026). (YASUYOSHI CHIBA/AFP)

Membahas peluang pasar untuk periode 2–5 Februari 2026, David menyarankan trader dan investor untuk mencermati rilis data GDP full year 2025. Ia menuturkan bahwa awal Februari umumnya menjadi momen pengumuman pertumbuhan ekonomi tahunan Indonesia.

"Pasar berekspektasi ekonomi kita tumbuh solid di angka 5,1% - 5,2%. Jika angka resminya di atas ekspektasi, ini akan menjadi bensin tambahan bagi IHSG untuk tidak hanya sekadar mampir di level 9.000, tapi menjadikannya sebagai lantai baru atau support kuat," tandasnya.

Selain faktor data ekonomi, pasar juga diperkirakan akan dipengaruhi respons pelaku pasar terhadap estafet kepemimpinan baru di BEI dan OJK dalam sepekan mendatang.

Rekomendasi Saham

Layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpampang di Jakarta, Kamis (10/10/2019). Dari 10 sektor pembentuk IHSG, lima sektor saham berada di zona merah. Pelemahan. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Menanggapi kondisi pasar saat ini, IPOT merekomendasikan strategi perdagangan pada saham-saham yang sedang berada dalam tren naik. Adapun rekomendasinya sebagai berikut:

WIIM Saat ini saham WIIM berada di harga 1.825 dengan area masuk di level yang sama. David menuturkan target kenaikan diproyeksikan menuju 1.975 atau berpotensi naik sekitar 8,22%, sementara batas cut loss disarankan di 1.745 atau sekitar -4,38%. 

Rasio risk to reward tercatat 1:1,9. Saham PT Wismilak Inti Makmur Tbk ini dinilai masih dalam tren naik dan memiliki peluang menembus level resistance di 1.870, sehingga menarik untuk strategi beli.

JPFA Harga JPFA kini di 2.770 dan disarankan masuk di kisaran tersebut. Target harga berada di 3.090 dengan potensi penguatan 11,55%, sedangkan stop loss ditempatkan di 2.630 atau -5,05%. Risk to reward ratio berada di level 1:2,3. 

Menurut David saham PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk dinilai prospektif karena sektor perunggasan diperkirakan masih menarik pada 2026, didorong faktor MBG. Secara teknikal, harga juga sedang bertahan di area support MA50 dengan peluang pembalikan arah yang cukup solid.

ULTJ ULTJ diperdagangkan di harga 1.505 dan level tersebut menjadi area entry. Target kenaikan mengarah ke 1.600 atau potensi naik 6,31%, dengan stop loss di 1.455 atau -3,32%. 

David menuturkan rasio risk to reward tercatat 1:1,9. Saham PT Ultrajaya Milk Industry & Trading Company Tbk dinilai menarik karena berpeluang keluar dari fase konsolidasi serta pergerakannya relatif lebih terlindungi dari sentimen MSCI.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya