Liputan6.com, Jakarta - Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) akan menempatkan dana investasi di pasar modal domestik pada pekan depan. Penyaluran dana tersebut dilakukan secara bertahap lewat sejumlah manajer investasi yang telah ditunjuk, sebagai langkah awal strategi alokasi dana Danantara di pasar modal Indonesia.
Chief Investment Officer (CIO) Danantara, Pandu Sjahrir, menyampaikan keputusan masuk ke pasar saham didasari penilaian bahwa valuasi sejumlah emiten saat ini tergolong menarik, sementara kondisi perekonomian Indonesia dinilai tetap berada dalam jalur yang baik.
Advertisement
“Minggu depan pun, Senin, Selasa, Rabu, Kamis, kami akan berinvestasi masuk ke pasar modal, karena menurut kami there is good value di ekonomi Indonesia berjalan dengan baik, but most important we find very good value in a lot of the businesses yang sudah kita identifikasi untuk beli,” ujar Pandu, di Main Hall Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Minggu (1/2/2026).
Ia menegaskan Danantara akan menjadi partisipan aktif sejak awal perdagangan dibuka. Kegiatan investasi dilakukan langsung di pasar melalui skema yang sebelumnya telah dipersiapkan.
“Jadi ini penting karena memang besok kita jam 9 pagi kita sudah buka pasar, we are active participant in the market,” tutur Pandu.
Sudah Masuk Pasar Modal Sejak Tahun Lalu
Lebih lanjut, Pandu mengungkapkan Danantara sebenarnya telah memulai aktivitas investasi sejak akhir Desember 2025 dan secara konsisten meningkatkan porsi penempatan dana setiap hari. Kegiatan tersebut terus berlangsung hingga kini, termasuk dalam beberapa hari terakhir.
“Jadi kita sudah dari akhir Desember sudah mulai berinvestasi, sudah nambah setiap hari kita investasi, termasuk di tiga hari terakhir di minggu ini kita siap hari berinvestasi melalui manajer investasi-manajer investasi yang sudah kami tunjuk,” ujarnya.
Pada tahap awal ini, Danantara memutuskan menggunakan jasa manajer investasi sebagai bagian dari strategi pengelolaan portofolio. Skema tersebut dirancang berjalan selama enam bulan mendatang.
“Jadi memang strategi awal kita enam bulan ke depan ini kita melalui manajer investasi,” pungkas Pandu.