Jika Trading Halt Diterapkan, Sebaiknya Investor Harus Bagaimana?

Bursa Efek Indonesia (BEI) menerapkan trading halt atau penghentian sementara perdagangan imbas IHSG yang tertekan. Begini langkah yang dapat jadi pertimbangan.

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 01 Februari 2026, 19:30 WIB
Bursa Efek Indonesia (BEI) menerapkan trading halt sebanyak dua kali pada pekan ini, 26-30 Januari 2026.(Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Bursa Efek Indonesia (BEI) menerapkan trading halt sebanyak dua kali pada pekan ini, 26-30 Januari 2026. Hal ini untuk merespons Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang tertekan setelah pengumuman Morgan Stanley Capital International (MSCI) pada Rabu, 28 Januari 2026. 

Pertama, trading halt atau penghentian sementara perdagangan pada Rabu, 28 Januari 2026 pukul 13:43:13 waktu Jakarta Automated Trading System (JATS). Hal ini seiring IHSG merosot 8% pada sesi kedua perdagangan saham.

Perdagangan pun dilanjutkan pada pukul 14:13:13 waktu JATS tanpa ada perubahan jadwal perdagangan. Tindakan ini dilakukan karena terdapat penurunan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang mencapai 8%.

Ternyata tekanan IHSG masih berlanjut pada perdagangan Kamis, 29 Januari 2026. Hal itu juga membuat BEI kembali menerapkan trading halt.

Trading halt dilakukan pada pukul 09.26.01 waktu Jakarta Automated Trading System (JATS).

“Perdagangan akan dilanjutkan pada pukul 09:56:01 waktu JATS tanpa ada perubahan jadwal perdagangan. Tindakan ini dilakukan karena terdapat penurunan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang mencapai 8%,” kata Sekretaris Perusahaan BEI, Kautsar Primadi Nurahmad dalam keterangan resmi, Kamis pekan ini.

Ia mengatakan, BEI melakukan upaya ini dalam rangka menjaga perdagangan saham agar senantiasa teratur, wajar, dan efisien sesuai dengan Peraturan Nomor II-A tentang Perdagangan Efek Bersifat Ekuitas dan diatur lebih lanjut pada Surat Keputusan Direksi BEI nomor Kep-00002/BEI/04-2025.

Lalu tengah trading halt yang terjadi, investor sebaiknya bagaimana?

Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus menuturkan, sejumlah hal yang dapat dilakukan saat trading halt yakni:

a.Melihat portofolio dan pastikan potensi valuasi dari segi harga.

“Apabila ternyata harga valuasi masih berpotensi mengalami kenaikan, akumulasi beli merupakan kesempatan, menunggu merupakan pilihan,” ujar pria yang akrab disapa Nico ini saat dihubungi Liputan6.com.

 

Perhatikan Sentimen

Penurunan IHSG merupakan respons negatif dari pergantian Menteri Keuangan di Kabinet Merah Putih. Sebagaimana diketahui, Sri Mulyani Indrawati digantikan Purbaya Yudhi Sadewa. (AP Photo/Tatan Syuflana)

b.Pastikan apabila mau melakukan akumulasi, perhatian berita dan sentimen yang ada.

"Pastikan kita mendapatkan kesempatan untuk beli di harga rendah untuk mendapatkan average down menggunakan teknikal analisa,” kata dia.

c.Apabila ternyata portofolio terfokus untuk jangka pendek, dan portofolio ada yang tidak memiliki potensi valuasi pada masa yang akan datang, Nico menuturkan, cut loss merupakan keputusan.

“Apabila tidak ada harga bid dan koreksi sudah turun terlalu banyak, hitung ulang potensi kenaikkan secara teknikal analisa,” kata dia.

Nico juga mengatakan agar tidak berdasarkan katanya tetapi berdasarkan analisis investor.

IHSG Tersungkur 8%, BEI Kembali Terapkan Trading Halt

Sedangkan kapitalisasi pasar tercatat sebesar Rp14.950 triliun dengan frekuensi sebanyak 4.931.760 kali. Tampak dalam foto, papan elektronik menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (29/1/2026). (YASUYOSHI CHIBA/AFP)

Sebelumnya, Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali menghentikan sementara perdagangan atau trading halt pada sistem perdagangan Kamis, (29/1/2026). Trading halt dilakukan pada pukul 09.26.01 waktu Jakarta Automated Trading System (JATS).

“Perdagangan akan dilanjutkan pada pukul 09:56:01 waktu JATS tanpa ada perubahan jadwal perdagangan. Tindakan ini dilakukan karena terdapat penurunan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang mencapai 8%,” ujar Sekretaris Perusahaan BEI, Kautsar Primadi Nurahmad dalam keterangan resmi, Kamis pekan ini.

Ia menuturkan, BEI melakukan upaya ini dalam rangka menjaga perdagangan saham agar senantiasa teratur, wajar, dan efisien sesuai dengan Peraturan Nomor II-A tentang Perdagangan Efek Bersifat Ekuitas dan diatur lebih lanjut pada Surat Keputusan Direksi BEI nomor Kep-00002/BEI/04-2025.

Adapun berdasarkan data RTI, IHSG merosot 8% ke posisi 7.654,66. Indeks saham LQ45 melemah 7,66% ke posisi 750,25. Seluruh indeks saham acuan kompak melemah.

IHSG berada di level tertinggi 8.049,09 dan level terendah 7.654.66. Sebanyak 658 saham melemah sehingga bebani IHSG. 33 saham menguat dan 20 saham diam di tempat. Total frekuensi perdagangan saham 863.333 kali dengan volume perdagangan saham 13,1 miliar saham. Nilai transaksi harian Rp 11 triliun.

Seluruh sektor saham kompak tertekan. Sektor saham energi melemah 9,75% dan pimpin koreksi. Diikuti sektor saham basic susut 9,85% dan sektor saham transportasi merosot 9,5%. Lalu sektor saham consumer siklikal turun 8,05%.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya