Wamendagri Bima Arya Dorong Pelajar Jadi Pemimpin Berkarakter di Tengah Dinamika Global

Hal tersebut disampaikan Wamendagri saat menjadi pembicara pada acara Sekolah Bogor Raya Model United Nations (SBRMUN) 2026

oleh Tim NewsDiterbitkan 31 Januari 2026, 19:12 WIB
Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto (Dok Puspen Kemendagri)

Liputan6.com, Jakarta - Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto mendorong para pelajar untuk mempersiapkan diri menjadi pemimpin masa depan yang unggul secara kompetensi dan kuat dalam karakter. Hal itu dinilainya penting di tengah dinamika serta ketidakpastian politik global.

Hal tersebut disampaikannya saat menjadi pembicara pada acara Sekolah Bogor Raya Model United Nations (SBRMUN) 2026 di Sekolah Bogor Raya, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu (31/1/2026).

Dalam sambutannya, Bima menekankan bahwa dunia saat ini telah mengalami perubahan besar yang memungkinkan hadirnya berbagai kekuatan baru di tingkat global. Menurutnya, perubahan tersebut menuntut generasi muda untuk memiliki pemahaman geopolitik yang luas serta kemampuan beradaptasi yang tinggi.

Bima kemudian mengulas tantangan global yang ditandai dengan disrupsi teknologi dan munculnya aktor-aktor baru di luar struktur konvensional, baik dalam politik, ekonomi, maupun budaya populer. Menurutnya, fenomena ini menegaskan bahwa kepemimpinan ke depan tidak lagi selalu lahir dari jalur tradisional.

Dia mencontohkan bagaimana tokoh-tokoh dengan latar belakang nonpolitik dapat muncul sebagai pemimpin. Selain itu, perkembangan media sosial dan platform digital turut memengaruhi pembentukan opini publik dan kepemimpinan di era sekarang.

Lebih lanjut, dia mengingatkan bahwa Indonesia berada di persimpangan jalan menuju Indonesia Emas 2045. Keberhasilan memanfaatkan bonus demografi dan keluar dari jebakan pendapatan menengah, menurutnya, sangat bergantung pada kualitas kepemimpinan generasi muda saat ini.

“Adik-adik, Anda adalah pemimpin di tahun 2045,” ujarnya.

Fondasi Utama Kepemimpinan

Bima menekankan, karakter merupakan fondasi utama kepemimpinan, bahkan lebih penting daripada kompetensi semata.

“Saya selalu percaya dua hal yang menentukan nasib Anda. Yang pertama adalah kompetensi, ilmu, sains, pengetahuan Anda. Dan yang kedua adalah karakter,” katanya.

Dia menilai kegiatan Model United Nations menjadi sarana penting bagi pelajar untuk melatih karakter, kemampuan berdialog, dan menghadapi perbedaan sebagai bekal menjadi pemimpin masa depan.

“Percayalah, Anda berada di jalan untuk menjadi seorang pemimpin yang baik. Anda berada di jalan untuk menjadi seseorang yang tidak hanya memiliki pengetahuan, tetapi juga karakter,” pungkasnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya