Liputan6.com, Jakarta - Gunungan sampah kembali menjadi pemandangan kurang mengenakan di TPS 19 Kampung Lio, Jalan Naming Botin, Pancoran Mas, Depok. Sampah kembali menumpuk dan berceceran hingga ke pinggir jalan yang menjadi akses menuju Stasiun Depok Baru bagian barat.
Salah seorang warga, Agus menceritakan, tumpukan sampah hingga melebar ke pinggir jalan berulang kali terjadi di TPS 19 Kampung Lio. Penyebabnya, pengangkut sampah tidak membuang sampah ke dalam hanggar TPS 19 Kampung Lio.
Advertisement
“Sudah hampir tiga bulan (sampah kerap menumpuk), jadi kayak gini susah juga diaturnya,” ujar Agus, Jumat (30/1/2026).
Awalnya, sampah TPS 19 diperuntukan pembuangan sampah warga Kampung Lio. Kini, TPS 19 dipergunakan untuk pembuangan sampah warga Kampung Lio dan sebagian warga Beji sebelum dibawa ke TPA Cipayung.
“Ini (sampah) karena gabung dari Beji kemari, harusnya kan disini khusus dari Lio aja,” jelas Agus.
Penggabungan pembuangan sampah di TPS 19 warga Kampung Lio dan Beji, disebabkan Pemerintah Kota Depok sedang merenovasi TPS yang berada di Jalan Jawa. Sebelumnya, TPS Jalan Jawa diperuntukan untuk pembuangan sampah warga Beji.
“Iya, karena cuman di sana (TPS Jalan Jawa) lagi direnovasi belum selesai jadinya ke sini,” ucap Agus.
Agus bersama warga lainnya sudah berusaha membantu pengaturan pembuangan sampah di TPS 19. Bahkan warga melarang pembuangan sampah dari luar.
“Ini sudah diatur benar-benar, sama anak-sudah dilarang, kayak ginikan setop dulu nih,” terang Agus.
Keterbatasan Alat Berat
Sebelumnya Pemerintah Kota Depok melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan, telah menata sampah yang melebar ke pinggir jalan. Namun, fenomena melubernya sampah ke pinggir jalan di sekitar TPS 19 Kampung Lio terjadi kembali.
“Cuma karena alat beratnya belum ini, kemarin ini abis di opsi,” ungkap Agus.
Gunungan sampah yang berceceran di sekitar TPS 19 Kampung Lio hingga ke pinggir jalan, mengganggu aktivitas warga maupun pengguna jalan. Namun warga sekitar hanya pasrah terhadap sampah yang menumpuk hingga ke pinggir jalan.
“Pengennya diatur rapi, tidak kayak begini, saya sudah berusaha sebagai warga ngatur anak-anak, dijaga yang buang itu ditarikin, karena membludaknya sampah dari Beji kayak gini,” ucap Agus.