Liputan6.com, Jakarta - Toyota Indonesia menorehkan hasil positif dalam laporan kinerja ekspor sepanjang 2025. Perusahaan asal Jepang tersebut mencatatkan angka pengiriman ke luar Indonesia hingga 298.475 unit kendaraan utuh atau Completely Built Up (CBU) ke berbagai negara.
Dilansir dari laman Antara, Presiden Direktur Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) Nandi Julyanto mengungkapkan capaian tersebut menjadikan Toyota sebagaj kontributor utama industri otomotif Tanah Air di pasar global.
Advertisement
“Angka ini menyumbang sekitar 58 persen dari total ekspor otomotif nasional, menjadikan Toyota sebagai kontributor utama industri otomotif Indonesia di pasar global,” kata Nandi Julyanto di Jakarta, belum lama ini.
Hal tersebur dikarenakan tingginya permintaan kendaraan Toyota di luar Indonesia serta peta pasar yang diperluas oleh TMMIN. Tak hanya benua Asia, melainkan ke berbagai belahan dunia, termasuk Amerika.
Puncak tertinggi ekspor Toyota berada di Australia, yang menginginkan kendaraan dengan berorientasi pada kendaraan hijau oleh Toyota Indonesia.
Primadona kendaraan yang diproduksi di dalam negeri diraih oleh Toyota Kijang Innova Zenix Hybrid dan Yaris Cross Hybrid. Meski demikian, jumlah pastinya belum dijabarkan secara gamblang oleh perusahaan tersebut.
Angka ekspor yang positif di 2025 menjadikan Toyota percaya diri memasuki 2026 terkait pengiriman kendaraan global. Adapun target yang diburu oleh perusahaan mencapai 300 ribu unit pada 2026.
Sebagai informasi, TMMIN mencatatkan jumlah ekspor yang cukup positif sebanyak 3 juta unit sejak awal kiprahnya pada 1987. Kini, ekspor tujuannya mengalami peningkatan hingga 100 negara.
Investasi Toyota Indonesia
Dalam hal investasi, Toyota Indonesia menggelontorkan dana yang cukup banyak hingga Rp 100 Triliun selama kiprahnya di Tanah Air.
Adapun kiprahnya di Indoneaia juga mendominasi dengan 250.432 unit wholesales terjual di pasar domestik sepanjang 2025 dan 258.923 unit untuk ritel.
Angka tersebut menunjukkan Toyota Indonesia berhasil menyumbang kurang lebih 31,2 persen dari total keseluruhan penjualan kendaraan di Tanah Air.