Kota Jember Terdampak Banjir Imbas Cuaca Ekstrem, Ini Sebarannya

Cuaca ekstrem di Kabupaten Jember pada Rabu (28/1/2026) sore mengakibatkan banjir di sejumlah titik.

oleh Hermawan ArifiantoDiterbitkan 29 Januari 2026, 14:23 WIB
Cuaca ekstrem di Kabupaten Jember pada Rabu (28/1/2026) sore mengakibatkan banjir di sejumlah titik.

Liputan6.com, Jakarta - Cuaca ekstrem yang menerjang Kabupaten Jember pada Rabu (28/1/2026) sore mengakibatkan banjir di sejumlah titik strategis. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember menyatakan, setidaknya ada 16 titik banjir yang mengepung wilayah kota, dengan dampak terparah berada di kawasan pendidikan.

Hujan dengan intensitas tinggi mulai mengguyur sejak pukul 15.30 WIB. Menurut Kepala BPBD Jember, Edy Budi Susilo, tingginya curah hujan dalam waktu singkat membuat drainase kota tidak mampu menampung debit air, terutama di pemukiman padat penduduk.

​Hingga pukul 20.45 WIB, data BPBD menunjukkan sebaran banjir di Kecamatan Sumbersari terjadi di sembilan titik. Wilayah terdampak itu mencakup hampir seluruh kawasan kampus di Jl. Sumatera, Jl. Jawa, Jl. Mastrip, hingga Poltek Jember.

"Sumbersari menjadi yang paling terdampak. Ada sembilan titik di wilayah kampus yang hampir semuanya terendam banjir genangan," ujar Edy, Kamis (29/1/2026).

Sementara di Kecamatan Patrang terjadi di lima titik, termasuk area RS Paru dan beberapa perumahan. Di Kecamatan Kaliwates terdapat dua titik, meliputi Jl. Sultan Agung dan Kampung Ledok.

 

Turunkan Petugas 2 Kali Lipat

Cuaca ekstrem di Kabupaten Jember pada Rabu (28/1/2026) sore mengakibatkan banjir di sejumlah titik.

​Menghadapi situasi ini, BPBD Jember mengambil langkah taktis dengan melipatgandakan kekuatan di lapangan. Seluruh Tim Reaksi Cepat (TRC) dikerahkan untuk mempercepat evakuasi dan penanganan darurat.

​"Kapasitas tim kami gandakan. Yang biasanya hanya turun satu regu, hari ini dua regu penuh kami terjunkan dan bagi habis ke seluruh titik terdampak," tegas Edy.

​Meski hujan mulai mereda menjadi intensitas kecil pada malam hari, petugas tetap disiagakan di lokasi-lokasi rawan.

"Fokus utama saat ini adalah memantau penurunan debit air dan memastikan keamanan warga yang melintasi jalur-jalur utama kota,"pungkasnya

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya