Liputan6.com, Jakarta - Ada yang tak biasa dialami warga Bekasi, Rabu (28/1/2026) malam. Bunyi sirine meraung-raung. Memecah keheningan malam. Untuk pertama kalinya, sirine itu berbunyi. Bukan sirine ambulans atau mobil patroli polisi. Sirine itu penanda ketinggian air mulai naik. Siap-siap banjir bisa datang sewaktu-waktu.
Malam itu, sekitar pukul 20.30 WIB, Christo Nove dikejutkan dengan bunyi sirine tersebut. Padahal, jarak dari rumahnya ke tempat sirine itu dipasang cukup jauh. Hampir 2,5 kilometer. Rumahnya berada di Kawasan Duren Jaya. Sedangkan sirine itu berada di Jalan Agus Salim, Kp Lebak Teluk Pucung Bekasi Utara.
Advertisement
“Sekitar 30 menit, tidak lebih dari satu jam bunyinya,” ungkap Christo saat berbincang dengan Liputan6.com, Kamis (29/1/2026).
Sebenarnya, Christo mengetahui bahwa suara itu berasal dari sirine yang dipasang di pintu air. Namun, karena ini baru pertama kali berbunyi, warga belum terbiasa.
“Kami agak kaget suara apa. Aduh suara apa, saya ingat sirine air. Dibayangin juga ngeri, berarti siap-siap banjir,” katanya.
Sirine itu dipasang pada akhir 2025. Sirine itu berbunyi otomatis setelah tinggi muka air pada Kali Bekasi di titik pertemuan Cikeas dan Cileungsi jam 20.00 mencapai 480 CM atau siaga 3. Batas normalnya, seharusnya hanya 350 cm.
Bagi warga, bunyi sirine malam itu membuat khawatir. Grup aplikasi percakapan WhatsApp tak berhenti berbunyi. Banyak warga menanyakan bunyi sirine dan langkah yang harus dilakukan.
“Warga komplek keluar rumah, tanya-tanya juga di grup WA. Ada info pintu air jebol.”
Christo yang mendengar bunyi sirine penanda ketinggian air naik, langsung ambil langkah cepat. Dia memindahkan mobil ke tempat yang lebih aman. “Kalau dibilang panik ya panik. Jadi terbayang kayak di medan perang kan suaranya,” ucapnya berseloroh.
Deg-Degan Tapi Bisa Bersiap
Meski panik dan khawatir, Christo mengapresi adanya sirine tersebut. Dengan begitu, warga Bekasi bisa lebih bersiap menghadapi situasi yang buruk.
“Bagi warga sirine ini ada bagusnya, cuma jadi deg-degan. Tapi kami jadi bisa prepare,” tutupnya.
Banjir Bekasi
Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Bekasi Idham Kholid mencatat, ketinggian air bervariasi dari 10 cm hingga 150 cm. Dari data yang ia kirim ketinggian air 150 cm itu berada di wilayah Bekasi Utara.
"Kampung Lebak RT 001/003, Kelurahan Teluk Pucung. Ketinggian genangan: 30-150 cm," ucap Idham.
Berikut titik-titik banjir di Bekasi:
I. Wilayah terdampak genangan (sementara):
1. Kecamatan Pondok Gede
Jatibening Permai, Kel. JatibeningKetinggian genangan: ±10 cm (06.18 WIB) meningkat hingga ±80 cm (08.19 WIB)* Perumahan Duta Indah RW 015, Kel. Jati MakmurKetinggian genangan: 50-80 cm (07.19 WIB)
2. Kecamatan Rawalumbu
Jembatan 1 Rawalumbu, Kel. PengasinanStatus: Genangan* Jembatan 12 Rawalumbu, Kel. PengasinanKetinggian genangan: 20-40 cm (07.39 WIB)* Perumahan PHP, Kel. PengasinanKetinggian genangan: ±30 cm (07.41 WIB)
3. Kecamatan Jati Asih
Perumahan Dosen IKIP, Kel. Jati KramatKetinggian genangan: ±70 cm (06.44 WIB)
4. Kecamatan Bekasi Utara
Perumahan Pesona Anggrek, Kel. Harapan JayaKetinggian genangan: ±20 cm (07.30 WIB)
Kp. Lebak RT 001/003, Kel. Teluk PucungKetinggian genangan: 30-150 cm (Lokasi evakuasi warga)
5. Kecamatan Bekasi Barat* SDN 1 Bintara, Kel. BintaraKetinggian genangan: 20-30 cm (07.37 WIB)
Jl. Mangga Raya RT 001/007, Kel. BintaraKetinggian genangan: ±10 cm (07.50 WIB)
Perumahan Mas Naga, Kel. Bintara JayaKetinggian genangan: 60-70 cm (09.15 WIB)
Perumahan Puri Bintara, Kel. Bintara JayaKetinggian genangan: ±70 cm (09.15 WIB)
Perumahan Duta Kranji, Kel. KranjiKetinggian genangan: 25-50 cm (09.15 WIB)
6. Perumahan Irigasi Danita, Kel. Bekasi JayaKetinggian genangan: 20-60 cm (07.55 WIB)
7. Kecamatan Bekasi Selatan
Komplek Keuangan, Adhiyaksa & Perumnas 2, Kel. Kayuringin Jaya
Ketinggian genangan: 30-100 cm (08.05 WIB)